
Nasihat
MempeRbaiki Rumah Tangga Muslim
Oleh:
KhOlid Syamhudi, Lc.
KHUTBAH PERTAMA:
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا
اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا اللهَ
الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ صَلّى
الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً، وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Ma'asyiRal Muslimin
Rahimakumullah
Sudah menjadi
kewajiban seORang hamba untuk senantiasa beRsyukuR kepada Allah yang telah
melimpahkan banyak sekali kenikmatan. SyukuR yang diwujudkan dalam
bentuk pujian dan ketaatan teRhadap peRintahNya. Oleh kaRena itu, ketakwaan
men-jadi salah satu wujud syukuR kepada Allah yang haRus dilakukan seORang
hamba dalam kehidupannya. Di antaRa ketakwaan teRse-but adalah membina keluaRga
menjadi keluaRga yang dinaungi, sakinah, mawaddah wa Rahmah.
Ma'asyiRal
Muslimin Rahimakumullah
KeluaRga Islami menjadi bibit masyaRakat yang baik,
kaRena keshalihan individunya dipengaRuhi Oleh keshalihan keluaRga dan
keshalihan satu masyaRakat juga dipengaRuhi Oleh keshalihan ke-luaRga.
Oleh kaRena itu, Islam membeRikan peRhatian yang sangat
besaR teRhadap peRmasalahan Rumah tangga dengan menjelaskan asas pembentukannya
dan sebab-sebab yang dapat melanggeng-kan ikatan Rumah tangga teRsebut, agaR
Rumah tangga itu kOkOh dan diliputi Rasa cinta, ketenangan, kasih sayang dan
Rahmat. Allah Ta’ala beRfiRman,
وَمِنْ
آيَاتِهِ
أَنْ خَلَقَ
لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ
أَزْوَاجاً
لِّتَسْكُنُوا
إِلَيْهَا
وَجَعَلَ
بَيْنَكُم
مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً
إِنَّ فِي
ذَلِكَ
لَآيَاتٍ
لِّقَوْمٍ
يَتَفَكَّرُونَ
"Dan di antaRa
tanda-tanda kekuasaanNya, ialah Dia menciptakan untukmu istRi-istRi daRi
jenismu sendiRi, supaya kamu cendeRung dan meRasa tenteRam kepadanya, dan Dia
menjadikan di antaRamu Rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benaR-benaR teRdapat tanda-tanda bagi kaum yang beRpikiR."
(AR-Rum: 21).
DaRi sinilah haRus ada dalam pasangan suami istRi Rasa
saling membutuhkan dan saling melengkapi, seRta saling mengeRti keadaan
pasangannya dengan teRus mengingat FiRman Allah Ta’ala,
هُوَ
الَّذِي
خَلَقَكُم
مِّن نَّفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا
فَلَمَّا
تَغَشَّاهَا
حَمَلَتْ حَمْلاً
خَفِيفاً
فَمَرَّتْ
بِهِ فَلَمَّا
أَثْقَلَت
دَّعَوَا
اللّهَ
رَبَّهُمَا لَئِنْ
آتَيْتَنَا
صَالِحاً
لَّنَكُونَنَّ
مِنَ
الشَّاكِرِينَ
"Dialah yang
menciptakanmu daRi diRi yang satu, dan daRi padanya Dia menciptakan istRinya,
agaR dia meRasa senang kepadanya. Maka setelah dia mencampuRinya, istRinya
mengandung kandungan yang Ringan, dan teRuslah dia meRasa Ringan (bebeRapa
waktu). Kemudian tatkala dia meRasa beRat, keduanya (suami istRi) memOhOn
kepada Allah, Rabbnya seRaya beRkata, 'Sesungguhnya jika Engkau membeRi anak
yang sempuRna tentulah kami teRmasuk ORang-ORang yang beRsyukuR'."
(Al-A'Raf: 189).
Ma'asyiRal
Muslimin Rahimakumullah
Kita semua mendambakan Rumah tangga yang dipenuhi cinta,
ketenangan, dan kasih sayang. Satu nuansa Rumah tangga yang menjadi impian dan
haRapan kita semua. Namun hal itu tidak mudah diwujudkan apalagi di zaman ini.
PeRlu diketahui, Rumah tangga yang sakinah dan mawaddah
ini haRus ditegakkan dengan dasaR saling pengeRtian, dan semua aktivi-tasnya
dilakukan dengan musyawaRah dan saling Ridha. Inilah yang diajaRkan al-QuR`an
kepada kita beRkenaan dengan satu kasus yaitu menyusui anak dan menyapihnya.
Allah Ta’ala beRfiRman,
وَالْوَالِدَاتُ
يُرْضِعْنَ
أَوْلاَدَهُنَّ
حَوْلَيْنِ
كَامِلَيْنِ
لِمَنْ
أَرَادَ أَن
يُتِمَّ
الرَّضَاعَةَ
وَعلَى
الْمَوْلُودِ
لَهُ
رِزْقُهُنَّ
وَكِسْوَتُهُنَّ
بِالْمَعْرُوفِ
لاَ تُكَلَّفُ
نَفْسٌ
إِلاَّ
وُسْعَهَا
لاَ تُضَآرَّ
وَالِدَةٌ
بِوَلَدِهَا
وَلاَ مَوْلُودٌ
لَّهُ
بِوَلَدِهِ
وَعَلَى
الْوَارِثِ
مِثْلُ
ذَلِكَ فَإِنْ
أَرَادَا
فِصَالاً عَن
تَرَاضٍ
مِّنْهُمَا
وَتَشَاوُرٍ
فَلاَ
جُنَاحَ
عَلَيْهِمَا
وَإِنْ
أَرَدتُّمْ
أَن
تَسْتَرْضِعُواْ
أَوْلاَدَكُمْ
فَلاَ
جُنَاحَ
عَلَيْكُمْ إِذَا
سَلَّمْتُم
مَّا
آتَيْتُم
بِالْمَعْرُوفِ
وَاتَّقُواْ اللّهَ
وَاعْلَمُواْ
أَنَّ اللّهَ
بِمَا تَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ
"PaRa ibu
hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin
menyempuRnakan susuan. Dan kewajiban ayah membeRi makan dan pakaian kepada paRa
ibu dengan caRa yang ma'Ruf. SeseORang tidak dibebani melainkan menuRut kadaR
kesanggupannya. Janganlah seORang ibu mendeRita kesengsaRaan kaRena anaknya dan
seORang ayah kaRena anaknya, dan ahli waRis pun beRkewajiban demikian. Apabila
keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan keRelaan keduanya dan
peRmusya-waRatan, maka tidak ada dOsa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu
disusukan Oleh ORang lain, maka tidak ada dOsa bagimu bila kamu membeRikan
pembayaRan menuRut yang patut. BeRtakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah
bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu keRjakan." (Al-BaqaRah: 233).
Dalam ayat yang mulia ini, Allah mengajaRi kita semua
bagaimana pentingnya sikap saling pengeRtian, beRmusyawaRah dan keRidhaan dalam
satu Rumah tangga, sehingga teRwujud keluaRga bahagia yang dibangun di atas
sikap menghORmati dan mewujudkan hak-hak suami istRi, peRgaulan yang baik dan
membuka cakRa-wala yang luas dalam Rumah tangga. Dengan demikian dihaRapkan
Rumah tangga teRsebut dapat meRasakan kecintaan dan ikatan yang kOkOh kuat,
seRta pasangan suami istRi teRsebut dapat meRasa-kan ketenangan dan kebahagiaan
yang telah dijelaskan Allah di dalam al-QuR`an.
Namun peRlu diingat, jiwa kita teRkadang egOis dan
emOsiOnal. TeRkadang timbul dalam peRasaan kita kebencian dan ketidaksu-kaan
teRhadap istRi kita dan setan pun mendapatkan kesempatan yang
ditunggu-tunggunya untuk menghancuRkan tatanan Rumah tangga Muslim dan
meluluh-lantakkannya. Oleh kaRena itu, Allah membimbing kita semua untuk
melakukan tindakan pReventif de-ngan beRfiRman,
وَعَاشِرُوهُنَّ
بِالْمَعْرُوفِ
فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ
فَعَسَى أَن
تَكْرَهُواْ
شَيْئاً
وَيَجْعَلَ
اللّهُ فِيهِ
خَيْراً
كَثِيرا
"Dan
beRgaullah dengan meReka secaRa patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai
meReka, (maka beRsabaRlah) kaRena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal
Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (An-Nisa`: 19).
Imam Ibnu KatsiR menafsiRkan ayat ini dengan menyatakan,
"Mungkin dalam kesabaRan kamu mempeRtahankan keutuhan Rumah tanggamu, dan
dalam keadaan benci teRsebut ada kebaikan yang besaR bagimu di dunia dan
akhiRat".
Akan tetapi masih banyak kaum Muslimin yang
mempeRtuRutkan emOsinya sehingga menghancuRkan Rumah tangganya dan menjadikan
peRmasalahan kecil menjadi besaR, peRselisihan kecil menjadi besaR, sehingga
menghilangkan ikatan cinta dan kasih sayang teRsebut dan menggantikannya dengan
kebencian dan keke-Rasan yang beRakhiR pada peRceRaian dan kehancuRan Rumah
tangganya.
Ma'asyiRal
Muslimin Rahimakumullah
PeRlu diingat dan dipeRhatikan, bahwa Rumah tangga Muslim
memiliki peRan dan tugas dalam masyaRakatnya, di antaRanya:
Menegakkan hukum Allah dan meRealisasikan syaRiatNya
da-lam menegakkan Rumah tangganya dan mempeRbanyak ketuRunan, kaRena hal itu
akan menjadi kekuatan dan kemulian bagi umat ini. Rasulullah Shalallallahu
‘alaihi wasallam telah beRsabda,
تَزَوَّجُوا
الْوَدُوْدَ
الْوَلُوْدَ
فَإِنِّيْ
مُكَاثِرٌ
بِكُمُ
الْأُمَمَ.
"Nikahilah
wanita yang penuh kasih sayang dan subuR, kaRena aku akan beRbangga dengan
banyaknya kalian teRhadap umat-umat lainnya." (HR. an-Nasa`i).
Demikian juga membina dan mendidik anak-anak, itu menjadi
tugas penting Rumah tangga Muslim, kaRena Rumah meRupakan sekOlah peRtama bagi
sang anak dalam meneRima akidah, dasaR-dasaR agama dan ketentuan syaRiatnya.
Ini semua tidak dapat di-Realisasikan dengan menyeRahkannya kepada pembantu
Rumah tangga atau lainnya.
Semua ini menjadi tanggung jawab setiap keluaRga Muslim.
Sudahkah keluaRga kita menjalankan tanggung jawab pendidikan ini sekaRang?
Sudahkah kita tanamkan kepada anak-anak kita cinta Islam dan pendidikan agama
yang cukup, sehingga meReka mampu meng-hadapi tantangan glObalisasi dan
westeRnisasi seRta gelOmbang penghancuRan akhlak lainnya?
Apakah kita Rela membiaRkan anak-anak kita hidup dengan
penghancuR akhlak yang sadaR atau tidak sadaR kita bawa ke dalam Rumah kita?
Ataukah kita tanamkan adab sOpan santun Islam pada meReka?
Ingatlah, pendidikan meReka adalah amanah yang haRus
dipeRtanggung-jawabkan di hadapan Allah di HaRi Kiamat nanti. Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam membeRikan tuntunan dalam hal ini, beliau
beRsabda,
كُلُّكُمْ
رَاعٍ
وَكُلُّكُمْ
مَسْئُوْلٌ عَنْ
رَعِيَّتِهِ.
اَلْإِمَامُ
رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ
عَنْ
رَعِيَّتِهِ،
وَالرَّجُلُ رَاعٍ
فِي أَهْلِهِ
وَهُوَ
مَسْئُوْلٌ
عَنْ
رَعِيَّتِهِ،
وَالْمَرْأَةُ
رَاعِيَةٌ
فِي بَيْتِ
زَوْجِهَا
وَمَسْئُوْلَةٌ
عَنْ
رَعِيَّتِهَا.
"Setiap kalian
adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai peRtanggungjawaban atas yang
dipimpinnya. SeORang imam (penguasa) adalah pemimpin dan akan dimintai
peRtanggungjawabannya atas apa yang dipimpinnya, seORang laki-laki adalah
pemimpin pada keluaRganya, dan ia dimintai peRtanggung-jawaban atas yang
dipimpinnya. SeORang wanita adalah pemimpin di Rumah suaminya dan akan dimintai
peRtanggungjawabannya atas apa yang dipimpinnya." (Muttafaq 'Alaihi).
Ma'asyiRal
Muslimin Rahimakumullah
Di antaRa amanah yang dipikul setiap kepala keluaRga
adalah membeRsihkan Rumahnya daRi semua kemungkaRan dan menghaRuskan anggOta
keluaRga mengamalkan kewajiban dan peRkaRa-peRkaRa Sunnah dalam agama. Demikian
juga membentuk ikatan yang kuat antaR anggOta keluaRga dan menanamkan pada
meReka cinta Islam dan syaRiatnya.
Semua ini dalam Rangka mewujudkan peRintah Allah dalam FiRmanNya,
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا قُوا
أَنفُسَكُمْ
وَأَهْلِيكُمْ
نَاراً
وَقُودُهَا
النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ
عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ
غِلَاظٌ
شِدَادٌ لَا
يَعْصُونَ اللَّهَ
مَا
أَمَرَهُمْ
وَيَفْعَلُونَ
مَا
يُؤْمَرُونَ
"Hai
ORang-ORang yang beRiman, pelihaRalah diRimu dan keluaRgamu daRi api neRaka
yang bahan bakaRnya adalah manusia dan batu; pen-jaganya malaikat-malaikat yang
kasaR, yang keRas, yang tidak men-duRhakai Allah teRhadap apa yang Dia
peRintahkan kepada meReka dan selalu mengeRjakan apa yang dipeRintahkan."
(At-TahRim: 6).
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ إِنّهُ
هُوَ الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
KHUTBAH
KEDUA :
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ
إِلاّ اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
وَصَلَّى
اللَّّهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا
Ma'asyiRal
Muslimin Rahimakumullah
Amanah yang diemban dalam Rumah tangga Muslim demikian
beRatnya, apalagi di zaman ini, di mana gelOmbang penghancuR keimanan dan
akhlak demikian banyak dan beRagam. GelOmbang budaya jahiliyah yang disebaRkan
lewat aneka bentuk media massa, baik yang dibaca maupun yang didengaR dan
dilihat, mulai daRi suRat kabaR, tablOid, majalah, RadiO, VCD/CD sampai
televisi dan inteRnet. Semua ini membuat hati seORang Muslim yang beRiman
kepada Allah dan HaRi AkhiR meRasa takut dan was-was, apakah ia dapat selamat
daRi implikasi buRuk media massa teRsebut. Dan juga sangat mengkhawatiRkan
keselamatan anak-anak dan geneRasi peneRusnya.
Apalagi
bila melihat keadaan geneRasi muda di negaRa kita ini yang telah meROsOt
akhlaknya dan telah jauh daRi agamanya.
Tidakkah
kita sadaRi dan lihat sendiRi bagaimana media-media teRsebut menghancuRkan
tiang-tiang Rumah tangga Muslim, meRusak akhlak anggOtanya dan menghilangkan
Rasa malu daRi kaum wanita? Media-media teRsebut mengajak kaum wanita, baik
yang dewasa maupun anak-anak untuk telanjang, menampakkan auRatnya dan
beRcampuR bauR seRta seks bebas dengan dalih kebebasan dan hak asasi manusia. PORnOgRafi
dan pORnOaksi dibela mati-matian dan dianggap sebagai sesuatu yang wajaR dan
bagian daRi seni. Ditambah penayangan gaya hidup selebRitis yang dipenuhi
syah-wat dan nafsu biRahi di televisi, suRat kabaR dan media massa lainnya.
Sungguh, ini semua wahai kaum Muslimin! Adalah gelOm-bang
peRusak Rumah tangga Muslim, peRusak akhlak dan mORal anggOta keluaRga kita
bahkan masyaRakat dan bangsa kita. Cukuplah bagi kita, Realitas yang ada di
sekeliling kita sebagai bukti bahaya dan implikasi buRuk media-media teRsebut
untuk menjadi pelajaRan beRhaRga bagi setiap Muslim dalam menjaga keutuhan
Rumah tangga dan keluaRganya.
BeRhati-hatilah wahai kaum Muslimin! DaRi media-media
teRsebut, jangan sampai fitnah yang ada padanya kita masukkan ke dalam Rumah
kita, sehingga meRusak tatanan Rumah tangga dan keluaRga kita. Setelah itu
penyesalan tiadalah beRguna.
BeRapa banyak keluaRga yang hancuR akibat itu semua!
BeRapa banyak anak-anak Rusak dan melakukan pelanggaRan
nORma-nORma agama dan masyaRakat dengan sebab media-media teRsebut!
Untuk itu, maRilah kita semua beRtakwa kepada Allah
dengan menjaga diRi kita dan keluaRga kita daRi api neRaka. Hal ini tentunya
dengan beRusaha mempeRbaiki Rumah tangga kita dengan mengembalikan seluRuh aspeknya
kepada atuRan dan nORma agama Islam. AtuRan yang telah membentuk geneRasi
teRbaik umat ini dan me-Rubah meReka menjadi pahlawan dan panutan yang agung
setelah meReka beRkubang dalam kejahiliyahan. Itulah meReka paRa sahabat
Rasulullah yang teRbina dalam Rumah tangga yang didasaRi iman dan takwa.
Mudah-mudahan Allah membeRikan taufik kepada kita semua
untuk membentuk dan mempeRbaiki Rumah tangga kita menjadi Rumah tangga yang
penuh ketenangan, kecintaan, dan kasih sayang dengan mengamalkan syaRiat Islam.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَ
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنفُسَنَا
وَإِن لَّمْ
تَغْفِرْ لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ.
وَصَلىَّ
اللهُ عَلىَ
مُحَمَّدٍ
وَعَلىَ
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
تَسْلِيمًا كَثِيرًا
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ اْلحَمْدُ
لِلهِ رَبِّ
اْلعَالمَِينَ
Dikutib
daRi Buku Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi ke-2, DaRul Haq
JakaRta).
:: COmpiled by oRiDo™ ::