
Menjadi Umat yang
Mulia
Oleh: Waznin Mahfud
KHUTBAH PERTAMA
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا
اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ صَلّى
الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً، وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
HadiRin
Rahimakumullah wa a'azzakumullah!
MaRilah kita tingkatkan ketakwaan kita dengan
sesungguhnya, sebab tiada bekal yang paling utama bahkan paling beRhaRga dalam
hidup kita di dunia maupun di akhiRat selain takwa.
Meningkatkan bekal utama meRupakan kehaRusan bagi setiap
individu muslim, di mana bekal utama itu sendiRi meRupakan hidayah dan nikmat
yang patut kita syukuRi dengan sebenaR-benaRnya, dan patut kita jaga agaR tetap
melekat di dalam jiwa kita, dengan demikian Allah pasti akan lebih mengOkOhkan
keimanan kita dan lebih menebalkan ketakwaan kita kepadaNya, sebab sesungguhnya
Allah, Dialah Dzat Yang Maha beRsyukuR!
HadiRin
Rahimakumullah, waa'azzakumullah!
Sebagai umat yang paling dimuliakan Oleh Allah, maka
sudah sehaRusnya kita lebih beRsyukuR kepada Allah melebihi syukuRnya umat yang
shalih daRi paRa Nabi teRdahulu, sebab Allah telah menjadikan kita sebagai umat
daRi Nabi penutup kenabian dan juga pemimpin paRa Nabi, Nabi di akhiR zaman,
yang kelak akan dibeRi penghORmatan sebagai penyandang lesensi peRtama yang
membeRikan syafa'at bagi makhluk di padang MahsyaR nanti.
Kemudian kita juga dianugeRahi kitab suci yang paRipuRna,
pelengkap, pengOReksi, dan penyempuRna daRi kitab-kitab suci paRa Nabi
teRdahulu. Kita juga adalah umat yang dibeRi keistimewaan Oleh Allah dengan
syaRiat yang paling lengkap dan sempuRna yang menjadi penghapus dan pengganti
bagi segenap syaRiat dan ajaRan paRa Nabi sebelumnya, sehingga hanya syaRiat
agama ini saja yang dibeRlakukan Oleh Allah Ta’ala bagi segenap umat manusia
sampai HaRi Kiamat, sedangkan agama lainnya tidak diteRima Oleh Allah. Allah
Ta’ala beRfiRman,
إِنَّ
الدِّينَ
عِندَ اللّهِ
الإِسْلاَمُ وَمَا
اخْتَلَفَ
الَّذِينَ
أُوْتُواْ
الْكِتَابَ
إِلاَّ مِن
بَعْدِ مَا
جَاءهُمُ الْعِلْمُ
بَغْياً
بَيْنَهُمْ
وَمَن يَكْفُرْ
بِآيَاتِ
اللّهِ
فَإِنَّ
اللّهِ سَرِيعُ
الْحِسَابِ
"Sesungguhnya
agama (yang diRidhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada beRselisih
ORang-ORang yang telah dibeRi al-Kitab kecuali se-sudah datang pengetahuan
kepada meReka, kaRena kedengkian (yang ada) di antaRa meReka. BaRangsiapa yang
kafiR teRhadap ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah sangat cepat hisabNya."
(Ali-ImRan: 19).
Dan Allah Ta’ala beRfiRman,
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"BaRangsiapa mencaRi
agama selain daRi agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diteRima (agama
itu) daRipadanya, dan dia di akhi-Rat teRmasuk ORang-ORang yang Rugi."
(Ali-ImRan: 85).
HadiRin
Rahimakumullah, waa'azzakumullah!
Bila kita telah mengetahui bahwa kita diciptakan sebagai
umat yang dimuliakan Oleh Allah a dengan beRbagai keutamaan yang beRlimpah
daRipada umat yang lain sepeRti pemimpin, syaRiat, kitab suci, dan yang
lainnya, maka sudahkah kita meRasakan, dan menemukan kemuliaan dan keutamaan
itu pada diRi kita? Sudah-kah kita menyadaRinya dan teRus mempeRtahankan seRta
mempeRjuangkannya? Bila tidak kita temukan, tidak kita Rasakan, apalagi
menyadaRinya, mana mungkin kita mampu untuk mempeRtahankan dan
mempeRjuangkannya?
Jika kOndisi kita sepeRti ini, yaitu tidak tahu akan
kedudukan dan kemuliaan yang dianugeRahkan Allah kepada diRi kita, dan bahkan
sebagian kita melakukan tindakan yang tidak patut sebagai umat yang mulia,
melaksanakan laRangan yang sehaRusnya dijauhi atau meninggalkan peRintah yang
mestinya ditaati, maka maRilah kita beRtaubat dengan segeRa, mulai saat ini
juga, selagi kesempatan untuk beRtaubat masih teRbuka lebaR di hadapan kita!
HadiRin
Rahimakumullah, wa'azzakumullah!
Bukti kemuliaan kita sebagai umat pilihan adalah kita
dianu-geRahi Kitab yang sempuRna dan Relevan sepanjang zaman yaitu al-QuR`an
yang suci, dan kita diwajibkan menaatinya, memahaminya, dan kita haRus
menggunakan akal kita untuk mentadabbuRinya, Allah ta’ala beRfiRman,
كِتَابٌ
أَنزَلْنَاهُ
إِلَيْكَ مُبَارَكٌ
لِّيَدَّبَّرُوا
آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ
أُوْلُوا
الْأَلْبَابِ
"Kitab yang
kami tuRunkan kepadamu penuh dengan beRkah supaya meReka mempeRhatikan
ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaRan ORang-ORang yang mempunyai
pikiRan." (Shad: 29)
Itulah bukti kemuliaan kita sebagai umat Islam, Allah
Ta’ala beR-fiRman,
وَالَّذِينَ
اجْتَنَبُوا
الطَّاغُوتَ
أَن
يَعْبُدُوهَا
وَأَنَابُوا
إِلَى اللَّهِ
لَهُمُ
الْبُشْرَى
فَبَشِّرْ
عِبَادِ. الَّذِينَ
يَسْتَمِعُونَ
الْقَوْلَ
فَيَتَّبِعُونَ
أَحْسَنَهُ
أُوْلَئِكَ
الَّذِينَ
هَدَاهُمُ
اللَّهُ
وَأُوْلَئِكَ
هُمْ
أُوْلُوا
الْأَلْبَابِ
"Dan ORang-ORang yang
menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyem-bahnya dan kembali kepada Allah, bagi
meReka beRita gembiRa; sebab itu sampaikanlah beRita itu kepada hamba-hamba-Ku,
yang mende-ngaRkan peRkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaRa-nya.
MeReka
itulah ORang-ORang yang telah dibeRi petunjuk Oleh Allah dan meReka itulah
ORang- ORang yang mempunyai akal." (Az-ZumaR
: 17-18)
Namun sudahkah kita mendapatkan kemuliaan itu?
HadiRin
Rahimakumullah,
Kita haRus mengakui bahwa masih sangat sedikit di antaRa
kita yang mendapatkan kemuliaan itu, dan Allah Ta’ala adalah Dzat yang tiada
peRnah beRbuat zhalim sedikitpun kepada hambaNya, apalagi kepada hamba yang
beRiman dan beRtakwa kepadaNya.
يَسْتَبْشِرُونَ
بِنِعْمَةٍ
مِّنَ اللّهِ
وَفَضْلٍ
وَأَنَّ
اللّهَ لاَ
يُضِيعُ أَجْرَ
الْمُؤْمِنِينَ
"MeReka
beRgiRang hati dengan nikmat dan kaRunia yang besaR daRi Allah, dan bahwa Allah
tidak menyia-nyiakan pahala ORang-ORang yang beRiman." (Ali-ImRan:
171).
Maka sebagai umat yang jujuR, maRilah kita mengakui bahwa
kita secaRa mayORitas belum melakukan amal shalih atau belum melaksanakan pOkOk
kemuliaan umat ini yaitu melakukan nasihat menuju kepada Allah dan kitab
suciNya al-QuR`an. Nasihat menuju kepada Allah q aRtinya beRamal ibadah dengan
sebaik-baiknya ke-pada Allah Ta’ala, ikhlas, meneladani, dan menaati RasulNya
Shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala beRfiRman,
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُواْ
اسْتَجِيبُواْ
لِلّهِ
وَلِلرَّسُولِ
إِذَا
دَعَاكُم
لِمَا
يُحْيِيكُمْ
وَاعْلَمُواْ
أَنَّ اللّهَ
يَحُولُ
بَيْنَ
الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ
وَأَنَّهُ
إِلَيْهِ
تُحْشَرُونَ
"Hai
ORang-ORang beRiman, penuhilah seRuan Allah dan seRuan Rasul apabila Rasul
menyeRu kamu kepada suatu yang membeRi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah
bahwa sesungguhnya Allah membatasi antaRa manusia dan hatinya, dan sesungguhnya
kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan." (Al-Anfal : 24).
HadiRin
Rahimakumullah!
Itulah janji Allah jika kita telah memenuhi seRuan Allah
dengan sesungguhnya, janji yang beRupa kebahagiaan hidup di dunia dan di
akhiRat kelak. Namun kenyataan yang ada sekaRang sungguh sangat menyedihkan, di
mana mayORitas umat muslim telah melalaikan peRintah yang telah digaRiskan Oleh
Sang pencipta, sehingga kebahagiaan yang dijanjikan menjauh daRi
pRibadi-pRibadi meReka.
AkhiRnya Allah menimpakan ujian, fitnah dan azab kepada meReka disebabkan Oleh
tingkah meReka sendiRi, padahal Allah Ta’ala telah mengingatkan di dalam
FiRmanNya,
ظَهَرَ
الْفَسَادُ
فِي الْبَرِّ
وَالْبَحْرِ
بِمَا
كَسَبَتْ
أَيْدِي
النَّاسِ
لِيُذِيقَهُم
بَعْضَ
الَّذِي
عَمِلُوا
لَعَلَّهُمْ
يَرْجِعُونَ
"Telah nampak
keRusakan di daRat dan di laut disebabkan kaRena peRbuatan tangan manusia,
supaya Allah meRasakan kepada meReka sebagian daRi (akibat) peRbuatan meReka,
agaR meReka kembali (ke jalan yang benaR)." (AR-Rum: 41).
Allah Ta’ala beRfiRman,
وَاتَّقُواْ
فِتْنَةً
لاَّ
تُصِيبَنَّ
الَّذِينَ
ظَلَمُواْ
مِنكُمْ
خَآصَّةً
وَاعْلَمُواْ
أَنَّ اللّهَ
شَدِيدُ
الْعِقَابِ
"Dan pelihaRalah
diRimu daRi siksaan yang tidak khusus menimpa ORang-ORang yang zhalim saja di
antaRa kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keRas siksaanNya."
(Al-Anfal: 25).
Jama'ah
Jum'at yang dimuliakan Allah,
Kita tidak bisa menutup mata teRhadap Realita yang
teRjadi di sekitaR kita, adanya sebagian besaR umat Islam melakukan
pRaktek-pRaktek laRangan-laRangan Allah, meReka tidak melakukannya dengan
sembunyi-sembunyi ataupun dengan Rasa takut dan was-was, tetapi melakukannya
dengan teRang-teRangan dan bahkan bangga teRhadap peRbuatannya teRsebut,
padahal Allah R telah mempeRingatkan dengan tegas bahkan mengancam dengan keRas
bagi siapa yang melakukan laRangan teRsebut.
HadiRin
Rahimakumullah!
MaRilah kita memOhOn ampunan dan memOhOn peRlindungan
kepada Allah daRi melakukan pRaktek-pRaktek kemaksiatan atau keduRhakaan kepada
Allah Ta’ala, kaRena jika kita teRjeRumus dan beR-kubang di dalam kemaksiatan
dan keduRhakaan teRhadap Allah, maka neRaka yang menyala-nyala sudah siap
menghadang kita di HaRi Kiamat kelak.
Allah Ta’ala beRfiRman,
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا قُوا
أَنفُسَكُمْ
وَأَهْلِيكُمْ
نَاراً
وَقُودُهَا
النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ
عَلَيْهَا
مَلَائِكَةٌ
غِلَاظٌ
شِدَادٌ لَا
يَعْصُونَ اللَّهَ
مَا
أَمَرَهُمْ
وَيَفْعَلُونَ
مَا يُؤْمَرُونَ
"Hai
ORang-ORang yang beRiman, pelihaRalah diRimu dan keluaRgamu daRi api neRaka
yang bahan bakaRnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasaR, yang keRas, yang tidak menduRhakai Allah teRhadap apa yang
dipeRintahkan-Nya kepada meReka dan selalu mengeRjakan apa yang dipeRintahkan."
(At-Tah-Rim: 6).
PaRa sahabat Radhiyallahu ‘anhum membeRikan penafsiRan
teRhadap ayat ini: "Hendaklah kalian
menyelamatkan diRi kalian dan keluaRga kalian daRi siksa api neRaka, dengan
mendidik meReka di dalam naungan dan cahaya syaRiat dan peRintah Allah,
menOlOng dan membimbing meReka untuk selalu beRsama melaksanakan syaRiat dengan
benaR. Sekaligus didiklah dan ajaRi meReka tentang memahami laRangan-laRangan
syaRiat dan jauhkan meReka daRi laRangan-laRangan itu, peRingatkan meReka akan
beRatnya siksaan api neRaka."
Dengan caRa itu -insya Allah- di mana pun umat ini
beRada, pasti kemuliaan beRsanding dengan meReka dan kejayaan selalu menjadi
kendaRaan meReka, kaRena meReka memuliakan dan meng-agungkan SyiaR Dinullah,
agama yang suci ini, yang dapat meng-antaRkan meReka ke geRbang kemuliaan dan
kejayaan sepanjang meReka masih memegang teguh Din ini. Namun ketika beRpaling
daRi syaRiat yang agung, suci lagi mulia ini, maka umat kita menjadi hina dina,
teRjajah, baik pemikiRan maupun jasadnya, Rusak dan hancuR mentalnya, mempunyai
kecOndOngan melakukan tindakan-tindakan yang anORma, asusila, dan tidak lagi
mempeR-hatikan kemaslahatan umat, kaRena pRikemanusiaan telah siRna daRi kamus
hidupnya, yang ada adalah kepuasan nafsu dan jiwanya saja. Sehingga tidak
menutup kemungkinan di antaRa meReka yang sampai tega menindas dan
menghancuRkan bangsanya sendiRi, meRusak lingkungan dan alam daeRahnya sendiRi,
yang pada giliRannya beRaRti meRusak diRi meReka sendiRi, keluaRga, istRi, anak
cucu, dan geneRasi selanjutnya, kaRena meReka tdak menaati Allah dan
batasan-batasan yang telah digaRiskan. Allah Ta’ala beRfiRman,
قُلْ
إِنَّ
الْخَاسِرِينَ
الَّذِينَ
خَسِرُوا
أَنفُسَهُمْ
وَأَهْلِيهِمْ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ
أَلَا ذَلِكَ
هُوَ
الْخُسْرَانُ
الْمُبِينُ
"Katakanlah,
'Sesungguhnya ORang-ORang yang Rugi ialah ORang-ORang yang meRugikan diRi
meReka sendiRi dan keluaRganya pada HaRi Kiamat.' Ingatlah, yang demikian itu
adalah keRugian yang nyata." (Az-ZumaR: 15).
Padahal
andaikan meReka mau beRiman, beRibadah kepada Allah dengan benaR, mengikuti
petunjuk yang sebaik-baiknya yaitu Sunnah RasulNya a, maka meReka pasti
mendapat peRtOlOngan, kemenangan, kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan yang
sesung-guhnya di dunia maupun di akhiRat.
HadiRin Rahimakumullah, demikianlah keagungan dan
ke-muliaan seRta kebesaRan umat ini, kaRena telah dijamin Oleh Allah apabila
meReka mengikuti dengan setia kepada Rasul Agung meReka.
Maka daRi itu, maRi kita sOngsOng kembali kejayaan umat ini dengan kembali
menapak jejak peRjuangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan selalu
beRpegang teguh teRhadap Sunnah Shahih beliau, dan maRi-lah kita segeRa
beRtaubat daRi segenap kemaksiatan dan bid'ah yang menyelisihi sunnah beliau,
kaRena Allah Ta’ala telah jauh-jauh haRi mempeRingatkan umat teRcinta ini untuk
tetap teguh pada syaRiat dan keteladanan RasulNya dalam FiRmanNya,
فَلْيَحْذَرِ
الَّذِينَ
يُخَالِفُونَ
عَنْ
أَمْرِهِ أَن
تُصِيبَهُمْ
فِتْنَةٌ أَوْ
يُصِيبَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
"Maka
hendaklah ORang-ORang yang menyalahi peRintahNya takut akan ditimpa cObaan atau
ditimpa azab yang pedih." (An-NuR: 63).
HadiRin
Rahimakumullah !
MaRilah kita kembali dengan beRsegeRa menyOngsOng
pang-gilan Allah Ta’ala dan panggilan RasulNya Shallallahu ‘alaihi wasallam
demi kemuliaan di penghujung sisa usia kita, kita sambut panggilan cinta kasih
Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Dzat yang menciptakan dan yang
memelihaRa kita sekalian, Dzat yang Maha Lembut lagi Penyantun,
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
تُوبُوا إِلَى
اللَّهِ
تَوْبَةً
نَّصُوحاً
عَسَى
رَبُّكُمْ
أَن
يُكَفِّرَ
عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ
وَيُدْخِلَكُمْ
جَنَّاتٍ تَجْرِي
مِن
تَحْتِهَا
الْأَنْهَارُ
يَوْمَ لَا
يُخْزِي
اللَّهُ
النَّبِيَّ
وَالَّذِينَ
آمَنُوا
مَعَهُ
نُورُهُمْ
يَسْعَى بَيْنَ
أَيْدِيهِمْ
وَبِأَيْمَانِهِمْ
يَقُولُونَ
رَبَّنَا أَتْمِمْ
لَنَا
نُورَنَا
وَاغْفِرْ
لَنَا إِنَّكَ
عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ
قَدِيرٌ
"Hai
ORang-ORang yang beRiman, beRtaubatlah kepada Allah dengan taubat yang
semuRni-muRninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu
dan memasukkan kamu ke dalam suRga yang mengaliR di bawahnya sungai-sungai,
pada haRi ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan ORang-ORang yang beRiman
beR-sama dengan dia; sedang cahaya meReka memancaR di hadapan dan di sebelah
kanan meReka, sambil meReka mengatakan, 'Ya Rabb kami, sempuRnakanlah bagi kami
cahaya kami dan ampunilah kami; se-sungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala
sesuatu'." (At-TahRim: 8).
HadiRin
Rahimakumullah,
Itulah janji yang amat mulia dan paling tinggi nilainya
di akhi-Rat kelak, sedangkan kemuliaan dan kejayaan juga telah dipeRsiap-kan
dan dianugeRahkan Allah di dunia ini bagi ORang-ORang yang beRiman dan beRtakwa
kepadaNya dengan sebenaR-benaR takwa. Kemuliaan dan kejayaan teRsebut akan
menciptakan kesejahteRaan, kemakmuRan, dan keamanan yang sesungguhnya, sebagaimana
teRukiR cemeRlang dalam lembaRan sejaRah keemasan umat Islam peRiOde pendahulu
kita, sepeRti pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan zaman
KhulafauR Rasyidin Radhiyallahu ‘anhum, seRta pada zaman-zaman paRa kha-lifah
beRikutnya yang istiqamah pada jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
HadiRin
Rahimakumullah, wa'azzakumullah! .
AkhiRnya maRilah kita segeRa mengganti amal-amal maksiat
dan dOsa kita dengan amal-amal shalih, kita segeRa campakkan dan kita jauhi
amal-amal bid'ah dan kita ganti dengan amal-amal sunnah,
Kemudian maRilah kita beRsyukuR atas semua nikmat Allah
yang dikaRuniakan kepada kita dan beRistiqamah pada jalan yang luRus, dengan
demikian kita bisa menyOngsOng kehidupan yang dijanjikan Allah, yaitu kehidupan
yang lebih baik, sebagaimana kehidupan yang telah diukiR Oleh Nabi kita
Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang teRkenal dengan kehidupan madani.
Dan tiada jalan yang lebih singkat dan cepat menuju ke
aRah kemuliaan dan kembali kepada kejayaan itu selain jalan taubat, sebab
kesalahan dan dOsa apa pun dapat dihapus dengan taubat nasuha. Allah q dengan
kasih sayangNya, akan menyayangi kita, yaitu hamba-hambaNya yang dengan tulus
ikhlas dan muRni beRhenti, menyesal dan beRjanji akan menjauhi kesalahan-kesalahan
dan dOsa-dOsa yang telah beRlalu; Allah Ta’ala beRfiRman,
إِنَّ
اللّهَ
يُحِبُّ
التَّوَّابِينَ
وَيُحِبُّ
الْمُتَطَهِّرِينَ
"Sesungguhnya Allah mencintai ORang-ORang yang
beRtaubat dan menyukai ORang-ORang yang menyucikan diRi." (Al-BaqaRah:
222).
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
Khutbah yang kedua
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ وَلِيُّ
الصَّالِحِينَ
وَأَشْهَدُ
أَنّ مُحَمّدًا
خَاتَمُ
الأَنْْْبِيَاءِ
وَالْمُرْسَلِينَ
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.,
أَمَّابعد,
HadiRin Rahimakumullah!
AkhiRnya
maRilah kita memOhOn kepada Allah, semOga Allah beRkenan mengampuni dOsa-dOsa
kita, dOsa dan kekhilafan kedua ORang tua kita, dOsa dan kealpaan nenek mOyang
dan seluRuh kaum Muslimin dan Muslimat, seRta beRkenan meneRima taubat kita
dengan menganugeRahkan bagi kita semua Taubatan Nasuha! Amin; .
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً
لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا إِنَّكَ
رَؤُوفٌ
رَّحِيمٌ
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنفُسَنَا
وَإِن لَّمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا
فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النّارِ. وَصَلىَّ
اللهُ عَلىَ
مُحَمَّدٍ
وَعَلىَ آلِهِ
وَصَحْبِهِ
تَسْلِيمًا
كَثِيرًا وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
اْلحَمْدُ
لِلهِ رَبِّ
اْلعَالمَِينَ.
(Dikutib
daRi Buku Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi ke-2, DaRul Haq
JakaRta).
:: COmpiled by oRiDo™ ::