
MeRaih Ampunan
Oleh: Izzudin KaRimi, Lc.
KHUTBAH PERTAMA:
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ صَلّى
الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً، وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Sidang Jum'at Rahimakumullah
Kesalahan dan
dOsa bagi manusia adalah suatu kelaziman. Tidak ada manusia yang ma'shum,
setebal apa pun tingkat keimanannya, seluas apa pun ilmunya dan sedalam apa pun
ketakwaannya kepada Allah, selama dia adalah manusia, dia pasti suatu kali akan
melakukan kesalahan dan dOsa. Allah memang tidak beRkehendak menciptakan
manusia dalam keadaan beRsih daRi kesalahan dan sempuRna daRi dOsa, kaRena
Allah hanya mengingin-kan kesempuRnaan untuk diRiNya. PeRsOalan
sebenaRnya bukan pada manusia yang beRdOsa dan beRsalah, akan tetapi apa yang
dilakukan setelah dOsa dan kesalahan teRsebut? Fiman Allah Ta’ala,
وَالَّذِينَ
إِذَا
فَعَلُواْ
فَاحِشَةً أَوْ
ظَلَمُواْ
أَنْفُسَهُمْ
ذَكَرُواْ اللّهَ
فَاسْتَغْفَرُواْ
لِذُنُوبِهِمْ
وَمَن
يَغْفِرُ
الذُّنُوبَ
إِلاَّ
اللّهُ
وَلَمْ
يُصِرُّواْ
عَلَى مَا
فَعَلُواْ
وَهُمْ
يَعْلَمُونَ
"Dan (juga)
ORang-ORang yang apabila mengeRjakan peRbuatan keji atau menganiaya diRi
sendiRi, meReka ingat akan Allah, lalu memOhOn ampun teRhadap dOsa-dOsa meReka
dan siapa lagi yang dapat mengampuni dOsa selain daRi pada Allah? Dan meReka
tidak meneRuskan peRbuatan kejinya itu, sedang meReka mengetahui." (Ali ImRan: 135).
Nabi Adam telah mengukiR keteladanannya dalam hal ini,
bukan pada pelanggaRannya teRhadap laRangan Allah, akan tetapi pada apa yang
dia lakukan setelah dia melakukan pelanggaRan teRsebut. Sebagaimana telah kita
ketahui bahwa Adam beRsama istRinya diizinkan Oleh Allah tinggal di suRga.
Allah melaRangnya mendekati satu pOhOn yang ada di sana, tetapi Adam melanggaR-nya
kaRena bujuk Rayu setan, akan tetapi setelah itu Adam menye-sali dan menyadaRi
kesalahannya seRta memOhOn ampun kepada Allah. Allah mengampuninya dan Adam pun
menjadi lebih mulia dan lebih baik daRi sebelumnya. FiRman Allah Ta’ala,
ثُمَّ
اجْتَبَاهُ
رَبُّهُ
فَتَابَ
عَلَيْهِ
وَهَدَى
"Kemudian
Rabbnya memilihnya maka Dia meneRima taubatnya dan membeRinya petunjuk."
(Thaha: 122).
Sidang
Jum'at Rahimakumullah
Di sisi lain, manakala Allah menciptakan Bani Adam dengan
kesalahan dan dOsanya, Dia pun membuka peluang peRbaikan se-lebaR-lebaRnya. Dia
memanggil dan mengajak hamba-hambaNya agaR memanfaatkan peluang teRsebut
sebaik-baiknya. Dan peluang ini senantiasa teRbuka siang-malam sepanjang umuR
manusia atau umuR dunia ini. Peluang teRsebut adalah taubat untuk meRaih
ampunan Allah Ta’ala.
FiRman Allah Ta’ala,
وَأَنِيبُوا
إِلَى
رَبِّكُمْ
وَأَسْلِمُوا
لَهُ مِن
قَبْلِ أَن
يَأْتِيَكُمُ
الْعَذَابُ
ثُمَّ لَا
تُنصَرُونَ
"Dan
kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan beRseRah diRilah kepa-daNya sebelum datang
azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditOlOng (lagi)." (Az-ZumaR:
54).
DaRi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam, Allah Ta’ala beRfiRman,
يَا
عِـبَادِيْ،
إِنَّكُمْ
تُخْطِئُوْنَ
بِاللَّيْلِ
وَالنَّهَارِ
وَأَنَا
أَغْـفِـرُ
الذُّنُوْبَ
جَمِيْعًا
فَاسْتَغْفِـرُوْنِيْ
أَغْـفِـرْ
لَكُمْ.
"Wahai hamba-hambaKu,
sesungguhnya kalian melakukan kesalahan siang-malam dan Aku mengampuni seluRuh
dOsa, Oleh kaRena itu mOhOnlah ampun kepadaKu, niscaya Aku mengampuni kalian."
(HR. Muslim daRi Abu DzaR, MukhtashaR Shahih Muslim, nO. 1828).
Sidang Jum’at Rahimakumullah
Jika Allah
mengajak kepada ampunan, beRjanji memaafkan dan membuka pintunya lebaR-lebaR,
sementaRa kita manusia selalu beRdOsa, maka tidak sekedaR layak, akan tetapi
sangat layak kalau kita mengetuk pintu teRsebut dengan haRapan Dia beRkenan
melim-pahkan maafNya kepada kita semua, sesungguhnya Dia Maha Pengasih lagi
PemuRah.
SekaRang bagaimana caRanya agaR kita dapat menggapai am-punan teRsebut?
Banyak caRa dan jalan menggapai ampunan Allah. Lebih daRi itu, caRa-caRa dan
jalan-jalan teRsebut adalah sangat mudah, teRgantung kepada kita sendiRi, ingin
atau tidak ingin. Di sini khatib memapaRkan empat caRa yang menuRut pandangan
khatib meRupakan caRa yang paling penting dan mendasaR.
Sidang
Jum'at Rahimakumullah
CaRa peRtama : Taubat
Jika Allah menghendaki, tidak ada dOsa yang tidak
teRhapus Oleh taubat, sebeRat dan se-besaR apa pun ia, jangankan dOsa-dOsa
kecil, dOsa-dOsa besaR pun akan teRhapus Oleh taubat bahkan dOsa teRtinggi
dalam Islam, syiRik, juga akan teRhapus Oleh taubat dengan catatan kesyiRikan
teRsebut tidak dibawa mati. Lihatlah kepada sebagian sahabat Nabi yang di masa
jahiliyah adalah ORang-ORang penyembah beRhala. Begitu meReka beRtaubat
daRinya, meReka pun menjadi manusia teRbaik umat ini. TengOklah seORang
laki-laki daRi umat teRdahulu -sepeRti yang dikisahkan Oleh Rasulullah-
pembunuh seRatus nyawa. Adakah di dunia ini pelaku dOsa yang lebih besaR dan
lebih banyak daRinya? DOsanya adalah pembunuhan dan kORbannya adalah seRatus
nyawa. Laki-laki teRsebut dengan dOsanya itu tetap meRaih ampunan Allah dengan
taubatnya dan usaha keRasnya untuk mempeRbaiki diRi yang dia buktikan dengan
beRhijRah ke kOta lain yang bisa mendu-kung usahanya teRsebut.
Sidang
Jum'at Rahimakumullah
Taubat yang bagaimanakah yang dengannya seseORang dapat meRaih ampunan Allah?
Yaitu taubat yang memenuhi lima syaRat:
1). Ikhlas: Maksudnya adalah, hendaknya pemicu taubat adalah haRapan teRhadap
pahala Allah dan kekhawatiRan teRhadap azab-Nya.
2). Penyesalan, dan bukti penyesalan adalah haRapan
seandai-nya dia tidak melakukannya.
3). Meninggalkan dOsa-dOsa, jika dOsa kaRena meninggalkan
suatu kewajiban maka taubatnya dengan melakukan yang mungkin dilakukan, dan
jika dOsa kaRena melakukan suatu laRangan, maka dengan meninggalkannya, dan
teRmasuk meninggalkan adalah meminta maaf kepada ORang yang kita zhalimi dan
mengembalikan haknya kepadanya. Ini jika dOsa teRsebut di antaRa sesama.
4). Niat kuat untuk tidak mengulangi
5). Taubat dilakukan sebelum pintunya ditutup. Kapan itu?
Jika nafas seseORang telah sampai di keROngkOngan dan jika matahaRi teRbit daRi
baRat.
DaRi Abu HuRaiRah Radhiyallahu ‘anhu, ia beRkata, Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam beRsabda,
مَنْ
تَابَ قَبْلَ
أَنْ
تَطْلُعَ
الشَّمْسُ
مِنْ
مَغْرِبِهَا
تَابَ اللّهُ
عَلَيْهِ.
"BaRangsiapa
beRtaubat sebelum matahaRi teRbit daRi baRat, maka Allah akan mengampuniNya."
(HR. Muslim, MukhtashaR Shahih Muslim, nO. 1920).
DaRi Abdullah bin UmaR daRi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau beRsabda,
إِنَّ
اللّهَ
يَقْبَلُ
تَوْبَةَ
الْعَبْدِ
مَا لَمْ
يُغَرْغِرْ.
"Sesungguhnya Allah
Ta’ala meneRima taubat seORang hamba selama nafasnya belum sampai di
keROngkOngan." (HR. at-TiRmidzi, nO. 3537. At-TiRmidzi beRkata,
"Hadits hasan.").
Taubat yang memenuhi lima syaRat inilah yang menghadiRkan
ampunan Allah bagi pelakunya.
Sidang
Jum'at Rahimakumullah.
CaRa kedua: PeRbuatan-peRbuatan baik.
Satu peRbuatan baik dilipatgandakan menjadi sepuluh kali
lipat, lebih daRi itu bisa sampai tujuh Ratus kali lipatnya bahkan beRkali-kali
lipat yang Allah kehendaki. SementaRa satu kejahatan hanya dibalas dengan
semisalnya, maka benaR-benaR celaka dan binasa ORang-ORang yang balasan
kejahatannya mengungguli kebaikannya. Bagaimana tidak, kebaikan yang dilipatgandakan
segitu Rupa bisa dikalahkan Oleh kejahatan yang hanya dibalas dengan
semisalnya.
FiRman Allah Ta’ala,
R مَن
جَاء
بِالْحَسَنَةِ
فَلَهُ
عَشْرُ أَمْثَالِهَا
وَمَن جَاء
بِالسَّيِّئَةِ
فَلاَ
يُجْزَى
إِلاَّ
مِثْلَهَا
وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ
"BaRangsiapa
membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan
baRangsiapa yang membawa peR-buatan jahat, maka dia tidak dibeRi pembalasan
melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang meReka sedikit pun tidak
dianiaya (di-Rugikan)." (Al-An'am: 160).
FiRman Allah,
وَأَقِمِ
الصَّلاَةَ
طَرَفَيِ
النَّهَارِ
وَزُلَفاً
مِّنَ
اللَّيْلِ
إِنَّ الْحَسَنَاتِ
يُذْهِبْنَ
السَّـيِّئَاتِ
ذَلِكَ
ذِكْرَى
لِلذَّاكِرِينَ
"Dan diRikanlah
shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian peRmulaan
daRipada malam. Sesungguhnya peR-buatan-peRbuatan yang baik itu menghapuskan
(dOsa) peRbuatan-peRbuatan yang buRuk. Itulah peRingatan bagi ORang-ORang yang
ingat." (Hud: 114).
Sabda Nabi,
وَأَتْبِعِ
السَّـيِّئَةَ
الْحَسَنَةَ
تَمْحُهَا.
"Ikutilah peRbuatan
buRuk dengan peRbuatan baik niscaya ia menghapusnya." (HR. at-TiRmidzi
nO. 1988 daRi Muadz bin Jabal. At-TiRmidzi beRkata, "Hadits hasan,"
dihasankan Oleh al-Albani di Shahih al-Jami', nO. 97 dan Syu'aib al-ARna`uth
ditahqiq Riyadh ash-Shalihin, nO. 61).
BeRikut ini adalah bebeRapa cOntOh kebaikan penghadiR
ampunan Allah.
Tauhid. Tauhid adalah kebaikan, bahkan ia adalah dasaR kebaikan. Segala
kebaikan dunia dan AkhiRat meRupakan buah daRi tauhid, di samping itu ia adalah
penyebab diRaihnya ampunan Allah Ta’ala.
Dalam sebuah hadits qudsi Allah Ta’ala beRfiRman,
يَا
ابْنَ آدَمَ،
إِنَّكَ مَا
دَعَـوْتَنِيْ
وَرَجَوْتَنِيْ
غَـفَـرْتُ
لَكَ عَلَى مَا
كَانَ مِنْكَ
وَلَا
أُبَالِيْ،
يَا ابْنَ
آدَمَ، لَوْ
بَلَغَتْ
ذُنُوْبُكَ
عِـنَانَ
السَّمَاءِ،
ثُمَّ
اسْتَغْـفَـرْتَنِيْ،
غَـفَرْتُ لَكَ
وَلَا
أُبَالِيْ،
يَا ابْنَ
آدَمَ، إِنَّكَ
لَوْ
أَتَيْتَنِيْ
بِقُـرَابِ
الْأَرْضِ
خَطَايَا،
ثُمَّ
لَقِيْتَنِيْ
لَا تُشْرِكُ
بِيْ
شَيْئًا،
لَأَتَيْتُــكَ
بِـقُـرَابِهَا
مَغْـفِـرَةً.
"Wahai anak
Adam, selama kamu beRdOa dan beRhaRap kepadaKu niscaya Aku mengampuni
dOsa-dOsamu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dOsa-dOsamu
mencapai awan di langit, kemudian kamu memOhOn ampun kepadaku, niscaya Aku
meng-ampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya kamu datang
kepadaKu dengan membawa dOsa sepenuh jagat, kemudian kamu beRtemu denganKu
dalam keadaan tidak menyekutu-kanKu dengan sesuatu pun, niscaya Aku akan
membeRimu ampunan sepenuh jagat pula." (HR. at-TiRmidzi, nO. 3534 daRi
Anas. At-TiRmidzi beRkata, Hadits hasan dinyatakan kuat Oleh Syaikh Syu'aib
al-ARnauth dalam tahqiqnya atas Riyadh ash-Shalihin, nO. 1878).
Sidang Jum'at Rahimakumullah
Di antaRa
kebaikan yang dengannya ampunan Allah diRaih adalah syahadah (guguR sebagai
syahid di jalan Allah). Rasulullah beRsabda,
يَغْفِـرُ
اللّهُ
لِلشَّهِيْدِ
كُلَّ ذَنْبٍ
إِلَّا
الدَّيْنَ.
"Allah mengampuni seluRuh dOsa ORang yang
mati syahid, kecuali hutang." (HR. Muslim daRi Ibnu AmR bin al-Ash,
MukhtashaR Shahih Muslim, nO. 1084).
Hutang
dikecualikan kaRena peRkaRanya di antaRa sesama manusia, dan peRkaRa yang
demikian dikembalikan kepada pemilik hak.
Sidang Jum'at Rahimakumullah
Di antaRa
kebaikan yang dengannya ampunan Allah diRaih adalah beRangkat ke masjid untuk
menunaikan shalat faRdhu beRjamaah setelah sebelumnya bewudhu di Rumah dengan
sempuRna. Rasulullah beRsabda,
مَنْ
تَوَضَّـأَ
لِلصَّلَاةِ
فَأَسْبَغَ الْوُضُوْءَ
ثُمَّ مَشَى
إِلَى
الصَّلَاةِ
الْمَكْتُوْبَةِ
فَصَلاَّهَا
مَعَ النَّاسِ
أَوْ مَعَ
الْجَمَاعَةِ
أَوْ فِي الْمَسْجِدِ
غَـفَـرَ
اللّهُ
ذُنُوْبَهُ.
"BaRangsiapa beRwudhu untuk shalat, dia
menyempuRnakan wudhu-nya, kemudian dia beRjalan menuju shalat faRdhu, lalu dia
melaksa-nakannya beRsama kaum muslimin atau dengan beRjamaah atau di masjid,
niscaya Allah mengampuni dOsa-dOsanya." (HR. Muslim, MukhtashaR Shahih
Muslim, nO. 132).
Sidang Jum'at Rahimakumullah
Kebaikan-kebaikan
yang dengannya seseORang meRaih ampunan Allah tidak teRbatas pada ketiga
peRkaRa di atas. Agama kita kaya dengan kebaikan-kebaikan yang dengannya
kita meRaih am-punan Allah, bukan di sini kesempatan meRincinya satu demi satu.
Sidang
Jum'at Rahimakumullah
CaRa meRaih ampunan Allah yang ketiga adalah menjauhi
dOsa-dOsa besaR. DOsa besaR adalah semua dOsa yang diancam hukuman had di dunia
atau mengundang muRka dan laknat Allah atau diancam dengan azab akhiRat.
Apabila dOsa dengan kRiteRia sepeRti ini dihindaRi, maka hal itu menjadi
penyebab diRaihnya ampunan daRi Allah. FiRman Allah Ta’ala.
إِن
تَجْتَنِبُواْ
كَبَآئِرَ
مَا تُنْهَوْنَ
عَنْهُ
نُكَفِّرْ
عَنكُمْ
سَيِّئَاتِكُمْ
وَنُدْخِلْكُم
مُّدْخَلاً
كَرِيماً
"Jika kamu
menjauhi dOsa-dOsa besaR di antaRa dOsa-dOsa yang kamu dilaRang mengeRjakannya,
niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dOsa-dOsamu yang kecil) dan Kami
masukkan kamu ke tempat yang mulia (SuRga)." (An-Nisa`: 31).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beRsabda,
اَلصَّلَوَاتُ
الْخَمْسُ،
وَالْجُمُعَةُ
إِلَى
الْجُمُعَةِ،
وَرَمَضَانُ
إِلَى رَمَضَانَ،
مُكَفِّرَاتٌ
لِمَا
بَيْنَهُنَّ
مَا
اجْتُنِبَتِ
الْكَبَائِرُ.
"Shalat lima waktu,
Jum'at ke Jum'at, Ramadhan ke Ramadhan adalah pelebuR dOsa di antaRanya selama
dOsa-dOsa besaR dihindaRi." (HR.
Muslim daRi Abu HuRaiRah. Lihat MukhtashaR Shahih Muslim, nO. 203).
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ إِنّهُ
هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
KHUTBAH KEDUA :
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ مُضِلّ
لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ وَأَشْهَدُ
أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
وَصَلَّى اللَّّهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا
Jama’ah Jum’at yang diRahmati
Allah
CaRa keempat meRaih ampunan Allah adalah
istighfaR, memOhOn ampun kepada Allah. IstighfaR sangat efektif
dalam menangkal azab Allah. FiRman Allah Ta’ala,
وَمَا
كَانَ اللّهُ
لِيُعَذِّبَهُمْ
وَأَنتَ
فِيهِمْ
وَمَا كَانَ
اللّهُ
مُعَذِّبَهُمْ
وَهُمْ
يَسْتَغْفِرُونَ
"Dan Allah
sekali-kali tidak akan mengazab meReka, sedang kamu beRada di antaRa meReka.
Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab meReka, sedang meReka meminta ampun."
(Al-Anfal: 33).
Oleh kaRena itu pula, paRa Nabi mengajak kaumnya kepada
istighfaR. Salah satunya adalah Nabi Nuh Alaihis Salam. Nuh beRkata,
فَقُلْتُ
اسْتَغْفِرُوا
رَبَّكُمْ
إِنَّهُ
كَانَ
غَفَّاراً
"Maka aku
katakan kepada meReka, 'MOhOnlah ampun kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia adalah
Maha Pengampun'." (Nuh: 10).
Juga Nabi Shalih, dia mengajak kaumnya kepada istighfaR.
Allah Ta’ala beRfiRman tentangnya,
قَالَ
يَا قَوْمِ
لِمَ
تَسْتَعْجِلُونَ
بِالسَّيِّئَةِ
قَبْلَ
الْحَسَنَةِ
لَوْلَا
تَسْتَغْفِرُونَ
اللَّهَ
لَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُونَ
"Hendaklah
kamu meminta ampun kepada Allah agaR kamu menda-pat Rahmat." (An-Naml:
46).
Rasulullah sendiRi bahkan beRistighfaR seRatus kali dalam
sehaRi, meskipun beliau telah meRaih jaminan ampunan Allah atas dOsa-dOsa yang
lalu dan yang akan datang. Beliau beRsabda,
وَإِنِّيْ
لَأَسْتَغْفِرُ
اللَّهَ فِي
الْيَوْمِ
مِائَةَ
مَرَّةٍ.
"Sesungguhnya
aku benaR-benaR beRistighfaR kepada Allah seRatus kali dalam satu haRi."
(HR. Muslim daRi al-Muzani, MukhtashaR Shahih Muslim, nO. 1916).
Jika Rasulullah yang telah dijamin ampunan Oleh Allah
tetap beRistighfaR dalam hitungan di atas, lantas bagaimana dengan kita yang
tidak mendapatkan jaminan teRsebut?
Sidang Jum'at Rahimakumullah
Hendaknya kita semua beRusaha sungguh-sunggguh meRaih ampunan Allah demi diRi
kita. Ampunan Allah adalah lebih baik daRipada dunia dan segala isinya.
وَلَئِن
قُتِلْتُمْ
فِي سَبِيلِ
اللّهِ أَوْ
مُتُّمْ
لَمَغْفِرَةٌ
مِّنَ اللّهِ
وَرَحْمَةٌ
خَيْرٌ
مِّمَّا يَجْمَعُونَ
"Dan sungguh
kalau kamu guguR di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan
RahmatNya lebih baik (bagimu) daRi haRta Rampasan yang meReka kumpulkan."
(Ali ImRan: 157).
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَ
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوفٌ
رَّحِيمٌ
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنفُسَنَا
وَإِن لَّمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النّارِ.
وَصَلىَّ اللهُ
عَلىَ
مُحَمَّدٍ
وَعَلىَ
آلِهِ وَصَحْبِهِ
تَسْلِيمًا
كَثِيرًا
وَآخِرُ دَعْوَانَا
أَنِ
اْلحَمْدُ
لِلهِ رَبِّ
اْلعَالمَِينَ
Dikutib
daRi Buku Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi ke-2, DaRul Haq
JakaRta).
::
COmpiled by oRiDo™ ::