
Keteladanan Abu
BakaR Radhiyallahu 'Anhu
Oleh: Luqman Hakim, M.HI.
KHUTHBAH PERTAMA:
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا
اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا اللهَ
الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ صَلّى
الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً، وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Kaum
Muslimin yang BeRbahagia
Pada kesempatan kali ini, khatib akan membahas
kepRibadian Abu BakaR, peRan dan jasanya dalam penyebaRan Islam dengan haRapan
kita bisa mengambil teladan daRinya.
Abu BakaR adalah salah satu sahabat Nabi yang utama.
Beliau teRkenal dengan kebaikan, kebeRanian, kOkOh pendiRian, selalu memiliki
ide-ide yang cemeRlang dalam keadaan genting, banyak tOleRansi, penyabaR,
memiliki azimah (keinginan keRas), faqih, paling mengeRti dengan gaRis
ketuRunan ARab dan beRita-beRita meReka, sangat beRtawakal kepada Allah dan
yakin dengan segala janjiNya, beRsifat waRa' dan jauh daRi segala syubhat,
zuhud teRhadap dunia, selalu menghaRapkan apa-apa yang lebih baik di sisi
Allah, seRta lembut dan Ramah, semOga Allah meRidhainya. BeRikut ini khatib
teRangkan secaRa Rinci hal-hal yang membuktikan sifat-sifat dan akhlaknya yang
mulia ini.
Dalil yang menyebutkan bahwa Abu BakaR beRsifat zuhud adalah hadits yang
diRiwayatkan Oleh at-TiRmidzi dan Abu Dawud, daRi Aslam maula UmaR, dia
beRkata,
سَمِعْتُ
عُمَرَ بْنَ
الْخَطَّابِ
يَقُوْلُ:
أَمَرَنَا
رَسُوْلُ
اللهِ أَنْ
نَتَصَدَّقَ
فَوَافَقَ
ذٰلِكَ
عِنْدِيْ
مَالًا فَقُلْتُ:
اَلْيَوْمَ
أَسْبِقُ
أَبَا بَكْرٍ إِنْ
سَبَقْتُهُ
يَوْمًا،
قَالَ:
فَجِئْتُ بِنِصْفِ
مَالِيْ،
فَقَالَ
رَسُوْلُ
اللهِ : مَا
أَبْقَيْتَ
لِأَهْلِكَ؟
قُلْتُ:
مِثْلَهُ،
وَأَتَى
أَبُوْ
بَكْرٍ بِكُلِّ
مَا
عِنْدَهُ،
فَقَالَ: يَا
أَبَا بَكْرٍ مَا
أَبْقَيْتَ
لِأَهْلِكَ؟
قَالَ: أَبْقَيْتُ
لَهُمُ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ.
قُلْتُ: وَ اللهِ،
لَا
أَسْبِقُهُ
إِلَى شَيْءٍ
أَبَدًا.
"Saya
mendengaR UmaR bin al-Khaththab beRkata, 'Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam memeRintahkan kami untuk beRsedekah, dan itu beRtepatan ketika saya
memang sedang memiliki haRta, maka saya beRkata (pada diRiku), 'Jika suatu haRi
saya bisa mengungguli Abu BakaR (dalam kebajikan), maka pada haRi inilah saya
akan bisa mengunggulinya.' UmaR beRkata, 'Lalu saya membawa setengah haRtaku,
maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beRtanya, 'Apa yang kamu
tinggalkan untuk keluaRgamu?' Saya menjawab, 'Saya meninggalkan (setengah haRta
sisa) semisalnya.' Sedangkan Abu BakaR membawa seluRuh haRtanya (yang sedikit)
yang dia miliki. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beRtanya, 'Wahai
Abu BakaR, apa yang kamu sisakan untuk keluaRgamu?' Dia menjawab, 'Saya
menyisakan Allah dan RasulNya untuk meReka.' Lalu saya beRkata, 'Demi Allah,
saya tidak akan mampu mengungguli Abu BakaR sedikit pun, selamanya'."
(HR. At-TiRmidzi dan Abu Dawud).
Kaum
Muslimin yang BeRbahagia
Apa Kedudukan Abu BakaR di sisi Allah?
ABU BAKAR ADALAH TEMAN SEJATI BAGI
RASULULLAH
Abu BakaR adalah lelaki yang peRtama kali memeluk Islam, walaupun Khadijah
lebih dahulu masuk Islam daRipadanya. Keis-laman Abu BakaR Radhiyallahu ‘anhu
adalah paling banyak membawa manfaat besaR teRhadap Islam dan kaum Muslimin
dibandingkan dengan keislaman selainnya, kaRena kedudukannya yang tinggi dan
semangat seRta kesungguhannya dalam beRdakwah. Dengan keislamannya, maka
tOkOh-tOkOh besaR yang masyhuR mengikutinya memeluk Islam sepeRti AbduRRahman
bin Auf, Sa'ad bin Abi Waqqash, Utsman bin Affan, az-ZubaiR bin al-Awwam, dan
Thalhah bin Ubaidillah Radhiyallahu ‘anhum.
Di awal keislamannya dia menginfakkan di jalan Allah
haRta yang dimilikinya sebanyak 40.000 diRham, dia banyak memeRdekakan
budak-budak yang disiksa kaRena keislamannya di jalan Allah, sepeRti Bilal
Radhiyallahu ‘anhu. Dia selalu mengiRingi Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam selama di Makkah, bahkan dialah yang mengiRingi beliau ketika
beRsem-bunyi dalam gua dan dalam peRjalanan hijRah hingga sampai di kOta
Madinah. Di samping itu dia mengikuti seluRuh pepeRangan yang diikuti
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, baik peRang BadaR, Uhud, Khandaq,
penaklukan kOta Makkah, Hunain, maupun pepeRangan di Tabuk.
Akhlak Abu BakaR inilah yang membuatnya menjadi sahabat utama Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam,
يَا
أَبَا
بَكْرٍ، لاَ
تَبْكِ إِنَّ
أَمَنَّ
النَّاسِ
عَلَيَّ فِي
صُحْبَتِهِ
وَمَالِهِ
أَبُو
بَكْرٍ،
وَلَوْ
كُنْتُ
مُتَّخِذًا
مِنْ
أُمَّتِيْ
خَلِيْلاً
لَاتَّخَذْتُ
أَبَا بَكْرٍ
خَلِيْلاً.
"Wahai Abu
BakaR, jangan menangis! Sesungguhnya ORang yang paling besaR jasanya padaku
dalam peRsahabatan dan haRtanya ada-lah Abu BakaR, kalau seandainya aku
mengambil khalil (sahabat kesayangan) daRi umatku, niscaya aku akan menjadikan
Abu BakaR sebagai khalilku." (HR. al-BukhaRi).
DiRiwayatkan daRi Ibnu UmaR Radhiyallahu ‘anhuma dia
beRkata, "Kami selalu
membanding-bandingkan paRa sahabat di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam maka kami sepakat memilih Abu bakaR yang paling utama, kemudian UmaR,
selanjutnya Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu."
DiRiwayatkan daRi Muhammad bin al-Hanafiyyah, dia
beRkata, "Aku beRtanya kepada ayahku
(Ali bin Abi Thalib) siapa manusia yang paling baik setelah Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam?" Maka beliau menjawab, "Abu BakaR!" Kemudian aku tanyakan
lagi, "Siapa setelahnya?"
Beliau menjawab, "UmaR."
Dan aku takut jika dia menyebut Utsman sesudahnya, maka aku katakan, "Setelah itu pasti Anda." Namun
beliau menjawab, "Aku hanyalah salah
seORang daRi kaum Muslimin."
Kaum
Muslimin Rahimakumullah,
Apa Kelebihan Abu BakaR?
SAHABAT YANG PALING BANYAK ILMUNYA
Abu Sa'id al-KhudRi beRkata, "Suatu ketika Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam beRkhutbah di hadapan manusia, dan beRkata,
إِنَّ
اللهَ
خَيَّرَ
عَبْدًا
بَيْنَ
الدُّنْيَا
وَبَيْنَ مَا
عِنْدَهُ
فَاخْتَارَ
ذَلِكَ
الْعَبْدُ
مَا عِنْدَ اللهِ.
"Sesungguhnya
Allah telah menyuRuh seORang hamba untuk memilih antaRa dunia atau memilih
sesuatu yang ada di sisiNya, namun teRnyata hamba teRsebut memilih sesuatu yang
ada di sisi Allah." (HR. al-BukhaRi).
Abu Sa'id beRkata, "Maka Abu BakaR menangis, kami heRan kenapa beliau menangis padahal
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah menceRitakan seORang hamba
yang memilih kebaikan, akhiRnya kami mengetahui bahwa hamba teRsebut teRnyata
tidak lain adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiRi, dan Abu
BakaRlah yang paling mengeRti seRta beRilmu di antaRa kami. Kemudian Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam beRsabda,
إِنَّ
مِنْ أَمَنِّ
النَّاسِ
عَلَيَّ فيِ
صُحْبَتِهِ
وَمَالِهِ
أَبُوْ
بَكْرٍ لَوْ
كُنْتُ
مُتَّخِذًا
خَلِيْلاً
غَيْرَ رَبِّيْ
لَاتَّخَذْتُ
أَبَا بَكْرٍ
وَلَكِن
أُخُوَّةُ
الْإِسْلاَمِ
وَمَوَدَّتُهُ،
لاَ
يَبْقَيَنَّ
فِي
الْمَسْجِدِ
بَابٌ إِلاَّ
سُدَّ إِلاَّ
بَابُ أَبِيْ
بَكْرٍ.
"Sesungguhnya
ORang yang paling besaR jasanya padaku dalam peRsahabatan dan keRelaan
mengeluaRkan haRtanya adalah Abu BakaR. Andai saja aku dipeRbOlehkan mengangkat
seseORang menjadi kekasihku selain Rabbku pastilah aku akan memilih Abu BakaR,
namun cukuplah peRsaudaRaan seislam dan kecintaan kaRenanya. Maka tidak teRsisa
pintu masjid kecuali teRtutup selain pintu Abu BakaR saja." (HR.
al-BukhaRi).
SIKAP
ABU BAKAR PADA SAAT RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wasallam MENINGGAL
Ketika Rasulullah meninggal, kaum Muslimin teRpecah. Di
antaRa meReka ada yang muRtad, dan di antaRa meReka ada yang tidak peRcaya
dengan beRita meninggalnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Pada saat
inilah Abu BakaR tampil untuk menasihati kaum Muslimin. Dia beRkata,
مَنْ
كَانَ
يَعْبُدُ
مُحَمَّدًا
فَإِنَّ
مُحَمَّدًا
قَدْ مَاتَ
وَمَنْ كَانَ
يَعْبُدُ
اللهَ
فَإِنَّ
اللهَ حَيٌّ
لَا يَمُوْتُ.
"BaRangsiapa
yang menyembah Muhammad maka sesungguhnya Muhammad telah wafat, dan baRangsiapa
yang menyembah Allah maka sesungguhnya Allah itu hidup, tidak akan mati."
(HR. al-BukhaRi).
HadiRin
Sidang Jum'at yang Dimuliakan Allah
JASA-JASA ABU BAKAR
Abu BakaR ash-Shiddiq adalah sahabat yang peRtama kali
masuk Islam, dan selalu menyeRtai Rasulullah a sepanjang hidupnya, baik di
Makkah maupun di Madinah. Tidak hanya itu, beliau adalah sahabat Rasulullah
sekaligus teman beRmusyawaRah dan waziR-nya. Di tangannya, paRa seniOR sahabat
memeluk Islam sepeRti Utsman bin Affan, az-ZubaiR bin al-Awwam, AbduRRahman bin
Auf, Sa'ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah Radhiyallahu ‘anhum. Abu
BakaR selalu setia mendampingi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam
menghadapi beRbagai macam halangan dan Rintangan, siap membela beliau dengan
sepenuh jiwa, bahkan beliau pula yang telah membebaskan banyak budak-budak yang
disiksa kaRena masuk Islam sepeRti Bilal, AmiR bin FuhaiRah, Ummu Ubaisy,
ZinniRah, Nahdiyyah dan kedua putRinya, seRta budak wanita milik Bani Mu'ammal
juga dibebaskan Olehnya.
Beliaulah yang menemani Nabi di kala hijRah, dan tuRut
seRta dalam setiap pepeRangan beRsama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
sepeRti BadaR, Uhud, Khandaq, Hudaibiyyah, penaklukan kOta Makkah, Hunain,
Tabuk, dan peRtempuRan besaR lainnya.
Setelah menjabat sebagai khalifah, beliaulah yang beRtugas dan beRtanggung
jawab teRhadap seluRuh NegeRi Islam dan wilayah kekhalifahannya sepeninggal
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka teRcatat sejumlah Reputasi beliau
yang gemilang, di antaRanya:
1. InstRuksinya agaR jenazah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diuRus
hingga dikebumikan.
2. Melanjutkan misi pasukan yang dipimpin Usamah Radhiyallahu ‘anhu yang
sebelumnya telah dipeRsiapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum
wafat.
3. Kebijakannya menyatukan peRsepsi seluRuh sahabat untuk memeRangi kaum muRtad
dengan segala peRsiapannya ke aRah itu, kemudian instRuksinya untuk memeRangi
seluRuh kelOmpOk yang muRtad di wilayah masing-masing.
4. Ibnu KatsiR beRkata, "Pada tahun 12 H, Abu BakaR ash-Shiddiq
memeRintahkan
Zaid bin Tsabit agaR mengumpulkan al-QuR`an daRi beRbagai
tempat penulisan, baik yang ditulis di kulit-kulit, dedaunan, maupun yang
dihafal dalam dada kaum Muslimin. PeRistiwa itu teRjadi setelah paRa QaRi'
(penghafal al-QuR`an) banyak yang teRbunuh dalam pepeRangan Yamamah,
sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Shahih al-BukhaRi. Imam al-BukhaRi
beRkata, Bab Pengumpulan al-QuR`an, kemudian dia mulai menyebutkan sanadnya
hingga sampai kepada Ibnu Syihab daRi Ubaid bin as-Sabbaq, bahwa Zaid bin
Tsabit peRnah beRkata, 'Abu BakaR ash-Shiddiq mengiRim suRat kepadaku tentang
ORang-ORang yang teR-bunuh di peRang Yamamah, ketika aku mendatanginya, aku
mendapati UmaR bin al-Khaththab beRada di sampingnya, maka Abu BakaR beRkata,
'UmaR mendatangiku dan beRkata, 'Sesungguhnya banyak paRa QuRRa' (penghafal
al-QuR`an) yang telah guguR dalam pepeRangan Yamamah. Aku takut jika paRa QaRi'
yang masih hidup kelak teRbunuh dalam pepeRangan, akan mengakibatkan hilangnya
sebagian besaR daRi ayat al-QuR`an, menuRut pendapatku, engkau haRus
menginstRuksikan agaR segeRa mengumpulkan dan membu-kukan al-QuR`an'."
Aku beRtanya kepada UmaR, "Bagaimana aku melakukan sesuatu yang tidak peRnah dilakukan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam?" UmaR menjawab, "Demi Allah, ini adalah kebaikan!"
Dan UmaR teRus menuntutku hingga Allah melapangkan dadaku untuk segeRa
melaksanakannya, akhiRnya aku pun setuju dengan pendapat UmaR Radhiyallahu
‘anhu.
Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu beRkata, "Kemudian Abu BakaR beRkata padaku,
"Engkau adalah seORang pemuda yang
jenius, beRakal dan penuh amanah, dan engkau telah teRbiasa menulis wahyu untuk
Rasulullah a, maka caRilah seluRuh ayat al-QuR`an yang beRseRakan dan
kumpulkanlah." Zaid beRkata, "Demi
Allah, jika meReka memeRintahkan aku untuk memikul gunung tentulah lebih Ringan
bagiku daRipada melaksanakan instRuksi Abu BakaR agaR aku mengumpulkan
al-QuR`an."
Aku beRtanya, "Bagaimana
kalian melakukan suatu peRbuatan yang tidak dipeRbuat Oleh Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam?" Dia beRkata, "Demi Allah, ini adalah suatu kebaikan!" Dan Abu BakaR
Radhiyallahu ‘anhu teRus beRusaha meyakinkanku hingga akhiRnya Allah
melapangkan dadaku untuk meneRimanya sebagaimana Allah melapangkan dada meReka
beRdua."
Maka aku mulai mengumpulkan tulisan-tulisan al-QuR`an
yang ditulis di daun-daunan, kulit maupun daRi hafalan paRa penghafal
al-QuR`an, hingga akhiRnya aku menemukan akhiR suRat at-Taubah yang ada pada
Abu Khuzaimah al-AnshaRi, yang tidak aku dapatkan daRi selainnya, yaitu ayat:
لَقَدْ
جَاءكُمْ
رَسُولٌ
مِّنْ
أَنفُسِكُمْ
عَزِيزٌ
عَلَيْهِ مَا
عَنِتُّمْ
حَرِيصٌ
عَلَيْكُم
بِالْمُؤْمِنِينَ
رَؤُوفٌ
رَّحِيمٌ
فَإِن
تَوَلَّوْاْ
فَقُلْ
حَسْبِيَ
اللّهُ لا
إِلَـهَ
إِلاَّ هُوَ
عَلَيْهِ
تَوَكَّلْتُ
وَهُوَ رَبُّ
الْعَرْشِ
الْعَظِيمِ
"Sesungguhnya telah datang kepadamu seORang Rasul
daRi kaummu sendiRi, pendeRitaanmu teRasa beRat Olehnya, sangat menginginkan
(keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang teRhadap
ORang-ORang mukmin. Jika meReka beRpaling daRi keimanan, maka katakanlah,
'Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan (yang beRhak disembah) selain Dia.
Hanya kepadaNya aku beRtawakal, dan Dia Rabb yang memiliki ARsy yang
agung'." (At-Taubah: 128-129).
Kemudian al-QuR`an yang telah dikumpulkan dan dibukukan itu disimpan Oleh Abu
BakaR Radhiyallahu ‘anhu hingga Allah mewafatkannya. Setelah itu beRpindah ke
tangan UmaR y sewaktu hidupnya, dan akhiRnya beRpindah ke tangan Hafshah binti
UmaR Radhiyallahu ‘anhuma.
فَاسْتَبِقُواْ
الْخَيْرَاتِ
أَقُوْلُ قَوْلِي
هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ إِنّهُ
هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
Khutbah yang kedua
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
وَصَلَّى
اللَّّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا
Kaum
Muslimin Yang Dicintai Allah !
MaRilah kita meneladani keteguhan Abu BakaR dalam
mene-gakkan Islam. Dia memiliki kaRakteR seORang Muslim sejati yang
menjadikannya dicintai Oleh RasulNya.
Allah Ta’ala beRfiRman,
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُواْ
اتَّقُواْ
اللّهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
"Hai ORang-ORang yang
beRiman, beRtakwalah kepada Allah sebenaR-benaR takwa kepadaNya; dan janganlah
sekali-kali kamu mati melain-kan dalam keadaan beRagama Islam." (Ali
ImRan: 102). ).
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
AkhiRnya, maRilah kita beRdOa kepada Allah Ta’ala, agaR
menjadikan kita teRmasuk hamba-hambaNya yang mempunyai hati yang selamat.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنفُسَنَا
وَإِن لَّمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ.
وَصَلىَّ
اللهُ عَلىَ
مُحَمَّدٍ
وَعَلىَ
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
تَسْلِيمًا كَثِيرًا
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
اْلحَمْدُ
لِلهِ رَبِّ
اْلعَالمَِينَ.
(Dikutib daRi Buku
Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi ke-2, DaRul Haq JakaRta. Telp.
(021)84998039. DipOsting Oleh: Abu Nabiel).
:: COmpiled by oRiDo™ ::