
Islam Kembali
Datang
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ
اللهِ،
وَخَيْرَ الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ
صَلّى الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ
اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً،
وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Ayyuhal muslimun,
MaRilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt.
dengan menjalankan peRintah-Nya dan menjahui segala laRangannya.
Umat Islam dideRa beRagam kRisis dan peRmasalahan sepanjang masa peRjalan
sejaRahnya. Umat Islam melewati fitnah pemuRtadan di masa Abu BakaR. SeRangan
TaRtaR MOngOl yang mengenaskan. PepeRangan salib yang memakan banyak kORban.
Akan tetapi umat Islam dengan beRagam peRmasalahan dan kRisis itu, memiliki
faktOR-faktOR kemenangan, beRupa Iman yang benaR, yakin dan peRcaya dengan
peRtOlOngan Allah, meRasa mulya dan teRhORmat dengan agama Islam. Dengan
demikian Allah akan menuliskan dan menetapkan peRtOlOngan, kemenangan,
kemulyaan, dan eksistensi pada umat ini.
Namun Realitas umat Islam dewasa ini meRupakan kOndisi
yang sangat pahit dan mempRihatinkan. KaRena umat Islam telah kehilangan
faktOR-faktOR kemenangan, dikaRenakan umat ini menyimpang daRi atuRan Tuhan
semesta alam dan keluaR daRi gaRis petunjuk Penghulu paRa Nabi, Muhammad saw.
Umat Islam telah menyimpang dan kaRenanya teRpeROsOk dalam juRang pemisah yang
sangat menganga, antaRa pedOman hidup yang meneRangi dan menyelamatkan, dengan
Realitas umat yang menyedihkan. Umat telah menyimpang daRi segi aqidah, ibadah,
syaRiat, akhlak, pemikiRan, bahkan dalam segi Ruhani sekalipun.
KOndisi umat yang teRpeROsOk dewasa ini teRjadi sesuai dengan sunnah RObbaniyah
yang tidak mungkin beRubah. Dan umat ini tidak akan meRaih kejayaan dan
kemulyaannya kecuali sesuai dengan sunnah RObbaniyah yang juga pasti.
إِنَّ
اللَّهَ لاَ
يُغَيِّرُ
مَا بِقَوْمٍ حَتَّى
يُغَيِّرُوا
مَا
بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya
Allah tidak meRObah keadaan sesuatu kaum sehingga meReka meRObah keadaan yang
ada pada diRi meReka sendiRi.” (QS. aR-Ra’d:11)
Umat Islam telah meRubah dan mengganti seluRuh segi
kehidupannya dengan atuRan lain, selain daRi Allah swt dan Rasul-Nya. Kadang
umat ini mengikuti blOk TimuR yang atheis, kadang membeO blOk BaRat yang kafiR.
Sayangnya ia menyangka sedang mengendaRai bahteRa keselamatan, padahal ia
justeRu tenggelam dalam kehancuRan. Umat Islam tidak akan kembali pada kejayaan
dan peRadabannya kecuali jika umat ini kembali kepada ORisinilitas kemulyaan
dan sumbeR kemulyaannya, dan penOpang eksistensinya, yaitu kembali pada Kitab
Tuhannya dan Sunnah Nabinya.
Ayyuhal muslimun,
Umat Islam telah menyimpang, sehingga ia menjadi mangsa empuk setiap umat yang
lain. BenaR sabda Muhammad yang tidak peRnah beRucap beRdasaRkan nafsunya,
sebagaimana diRiwayatkan Oleh Imam Ahmad dan Abu Daud daRi hadits Tsauban,
Rasulullah saw. beRkata:
توشك
الأمم أن
تتداعى عليكم
كما تتداعى
الأكلة إلى
قصعتها, فقال
قائل: من قلة
نحن يومئذ.
قال: بل أنتم
يومئذ كثير،
ولكن غثاء
كغثاء السيل،
ولينزعن الله
من صدور عدوكم
المهابة
منكم، وليقذفن
في قلوبكم
الوهن, قيل
وما الوهن يا
رسول الله ؟!
قال: حب
الدنيا
وكراهية
الموت
“Umat-umat
lain seakan-akan mengkeRubuti kalian, sebagaimana pemakan mengkeRubuti hidangan
makanan” seseORang beRtanya, “Apakah pada waktu itu kami beRjumlah sedikit?”
Rasulullah menjawab: “Tidak, Bahkan kalian banyak, akan tetapi kalian sepeRti
buih di tengah lautan, Sungguh Allah telah mencabut Rasa takut daRi dada
musuh-musuh kalian, dan sungguh diletakkan dalam hati kalian sikap wahn.”
Dikatakan, “Apa wahn ya Rasulallah? Ia menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”
Ya, demi Allah, engkau benaR ya habibi, ya Rasulallah,
umat ini ibaRat buih. Hina padahal sebelumnya mulya. BOdOh padahal sebelumnya
ceRdas. Lemah padahal sebelumnya kuat. Umat Islam beRada di pOsisi paling
buncit di antaRa kafilah manusia lainnya. Padahal kemaRin meReka masih sangat
dipeRhitungkan. Padahal sebelumya meReka memimpin kafilah peRadaban manusia
dengan segala kemegahan dan kejayaannya. Belum lama umat ini menjadi meRcusuaR
yang meneRangi gelapnya kehidupan pepeRangan, pembunuhan dan kehancuRan dunia.
Namun sekaRang umat teRtatih-tatih jalannya, bahkan tidak tau aRah langkahnya.
Padahal umat sebelumnya meskipun meReka hidup di padang
sahaRa, mampu meneRangi peRadaban manusia lainnya. Inilah umat yang diabadikan
dan di sanjung Allah dalam Al QuR’an:
“Kalian adalah umat teRbaik yang
dimunculkan di tengah-tengah manusia” Ali ImRan:110
Inilah yang dibanggakan Allah sebagai umat wasathiyah:
“Demikianlah kami jadikan kalian umat peRtengahan.” Al BaqaRah:143
Inilah umat yang Allah peRintahkan untuk menyatukan baRisan dan beRpegang teguh
dengan ajaRan Allah dalam fiRman-Nya:
“Dan beRpegang teguhlan kalian pada tali
buhul Allah dan jangan ceRai-beRai.” Ali ImRan:103
“Janganlah kalian sepeRti ORang-ORang yang beRceRai-beRai dan beRselisih
setelah datang kepada meReka penjelasan.” Ali ImRan:105
Bagi siapa saja yang menceRmati kOndisi umat Islam sekaRang ini pasti tidak
samaR lagi bahwa umat ini teRpeROsOk dan dideRa kRisis di semua wilayah negeRi
ARab dan Islam.
Ayyuhal muslimun,
Meskipun kOndisi umat yang demikian, dengan kuasa Allah, umat ini tidaklah mati
dan tidak akan peRnah mati, sebagaimana janji Muhammad saw. yang pasti benaR
adanya, kaRena akan ada putRa-putRa Islam di tengah-tengah umat ini yang
menjadi bukti janji Muhammad ini, sebagaimana diRiwayatkan Oleh Mu’awiyah,
bahwa Nabi beRsabda:
لا
تزال طائفة من
أمتي قائمة بأمر
الله لا يضرهم
من خذلهم أو
خالفهم حتى
يأتي أمر الله
وهم ظاهرون
على الناس
“Akan
ada sekelOmpOk daRi umatku yang beRdiRi tegak menjalankan peRintah Allah. Tidak
akan membeRi bahaya teRhadap meReka ORang yang memusuhinya atau menyalahinya,
sampai Allah mendatangkan putusan-Nya, dan meReka mendapatkan kemenangan atas
manusia lain.”
Saya memOhOn kepada Allah, agaR menjadikan kita bagian
daRi putRa-putRa kelOmpOk yang ditOlOng ini, yaitu kelOmpOk yang hidup untuk
agama Allah, dan menghaRapkan peRtOlOngan daRi-Nya.
Islam datang… ini janji Tuhan kita, meskipun ORang
musyRik, munafik dan pelaku dOsa tidak menyukainya…
Islam datang… ya telah datang. Saya sadaR akan apa yang
saya katakan, sebagaimana saya juga sadaR Realitas umat Islam yang pahit ini,
sepeRti yang saya sebutkan di atas. Namun, saya yakinkan kalian semua dengan
sepenuh keyakinan, bahwa Islam telah datang, kaRena Allah swt telah menuliskan
dalam kitab-Nya yang agung:
وَلاَ
تَهِنُوا
وَلاَ
تَحْزَنُوا
وَأَنْتُمُ
الأَعْلَوْنَ
إِنْ
كُنْتُمْ
مُؤْمِنِينَ
“Janganlah kalian meRasa hina,
sedih, padahal kalian adalah tinggi, jika kalian beRiman.” (QS. Ali ImRan:139)
Dengan iman maka kalian jangan meRasa hina. Dengan iman
maka kalian jangan beRsedih. Dengan iman kalian menjadi teRhORmat. Demi Allah,
saya yakin seyakin-yakinnya, bahwa di muka bumi ini tidak semua buRuk. Di dalam
kebuRukan ini teRnyata Allah menghendaki kebaikan-kebaikan yang banyak. Sebab
tidak ada kRisis yang menimpa umat ini kecuali Allah menjadikannya sebab
kekuatan umat Islam. Tidak ada ujian kecuali Allah menjadikan sebab pembeRsihan
hati, sebab untuk memisahkan mana yang baik, ORisinil, ikhlas dan mana yang
buRuk, palsu dan munafik di antaRa kalian. Allah swt beRfiRman:
أَحَسِبَ
النَّاسُ
أَنْ
يُتْرَكُوا
أَنْ يَقُولُوا
ءَامَنَّا
وَهُمْ لاَ يُفْتَنُونَ
وَلَقَدْ
فَتَنَّـا
الَّذِينَ مِنْ
قَبْلِهِمْ
فَلَيَعْلَمَنَّ
اللَّهُ
الَّذِينَ
صَـدَقُوا
وَلَيَعْلَمَنَّ
الْكَاذِبِينَ
“Janganlah
manusia mengiRa meReka dibiaRkan mengatakan kami beRiman, sedangkan meReka
tidak akan diuji? Sungguh, kami telah menguji ORang-ORang sebelum meReka, maka
Allah tahu mana ORang yang benaR imannya dan yang bOhOng.” (QS. al-Ankabut:2-3)
SeORang pemimpin ulama, Imam Al ‘Izz bin Abdus Salam
dalam bukunya “Dalam ujian ada tujuh belas manfaat” menyebutkan manfaat-manfaat
di tengah-tengah ujian. Jangan kalian mengiRa dengan kRisis ini Islam akan
lenyap, umat Islam akan habis. Tidak, seRibu kata tidak, demi Allah ayyuhal
muslimun.
SejaRah telah mencatat kekejaman kaum QaRamithah yang
menyeRang Baitullah dan menyembelih umat Islam di sekitaRnya. Abu ThahiR Al
QaRmithi mengejek HajaR Aswad dengan beRteRiak -baginya laknatullah- di tangah
ka’bah: “Mana buRung Ababil?! Mana batu-batu daRi baRa neRaka?!
Lihatlah fitnah besaR ini yang melanda seluRuh muslim,
sampai hajaR aswad dicuRi daRi Baitullah lebih daRi dua puluh tahun. Namun
Allah mengembalikan HajaR Aswad itu, dan Allah mengembalikan umat Islam kepada
agamanya. Dan akhiRnya Islam mampu mengalahkan QaRamithah.
Lihatlah ujian lain, pasukan TaRtaR yang kafiR melumatkan
Baghdad, meReka menyembelih dan membunuh umat Islam selama empat puluh haRi
empat puluh malam, sehingga daRah menggenangi jalan-jalan Baghdad. Namun
demikian, Allah swt mengembalikan umat Islam pada agamanya. Dan Allah swt
menghancuRkan pasukan TaRtaR bahkan pasukan Salib di tangan ORang-ORang yang
benaR imannya lagi muskhlis, bukankah Allah swt beRfiRman:
وَلاَ
تَهِنُوا
وَلاَ
تَحْزَنُوا
وَأَنْتُمُ
الأَعْلَوْنَ
إِنْ
كُنْتُمْ
مُؤْمِنِينَ
“Jangan
kalian sedih, lantaRan iman. Jangan kalian meRasa hina dengan iman. Kalian
menang, jika kalian beRiman.” (QS. Ali ImRam: 139)
Akan tetapi kami menginginkan, wahai umat Islam, kami
menghendaki Realisasi dan bukti iman, maka Renungkan makna ayat tadi, Dengan
demikian, tidak bOleh ditawaR-tawaR lagi, yaitu buktikan dan wujudkan iman yang
benaR, iman yang ikhlas untuk Allah Tuhan semesta alam.
MaRi Renungkan beRsama saya, dengaRkan dan hayati dengan
baik-baik FiRman Tuhan semesta alam:
يُرِيدُونَ
لِيُطْفِئُوا
نُورَ
اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ
وَاللَّهُ
مُتِمُّ
نُورِهِ
وَلَوْ
كَرِهَ الْكَافِرُونَ
هُوَ الَّذِي
أَرْسَلَ
رَسُولَهُ
بِالْهُدَى
وَدِينِ
الْحَقِّ
لِيُظْهِرَهُ
عَلَى
الدِّينِ
كُلِّهِ
وَلَوْ كَرِهَ
الْمُشْرِكُونَ
“MeReka
beRusaha untuk memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut meReka, dan Allah
enggan kecuali justRu menyempuRnakan cahaya-Nya, meskipun ORang-ORang kafiR
tidak suka. Dialah Dzat yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan
agama yang benaR, agaR dimenangkannya atas agama semuanya, meskipun ORang-ORang
musyRik tidak menyukai.” (QS. ash-Shaff:8-9)
MaRi Renungkan kembali fiRman Allah swt:
يُرِيدُونَ
أَنْ
يُطْفِئُوا
نُورَ اللَّهِ
بِأَفْوَاهِهِمْ
وَيَأْبَى
اللَّهُ إِلاَّ
أَنْ يُتِمَّ
نُورَهُ
وَلَوْ
كَرِهَ الْكَافِرُونَ
هُوَ الَّذِي
أَرْسَلَ
رَسُولَهُ
بِالْهُدَى
وَدِينِ
الْحَقِّ
لِيُظْهِرَهُ
عَلَى
الدِّينِ
كُلِّهِ وَلَوْ
كَرِهَ
الْمُشْرِكُونَ
ORang-ORang kafiR pendOsa selalu beRusaha mematikan agama
Allah selamanya. Selamanya juga Allah enggan, kecuali justeRu menyempuRnakan
agamanya.
Saya yakin dengan seyakin-yakinnya, bahwa inilah
peRtaRungan yang tidak imbang. KaRena peRtempuRan ini antaRa Dzat Yang Maha
Kuasa, Dzat Yang BeRkehendak dengan ORang kafiR pendOsa. Sungguh ini
peRtempuRan yang tidak imbang. Siapakah yang memiliki kekuatan yang lebih
hebat?!
DengaRkan fiRman Allah swt:
:إِنَّ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
يُنْفِقُونَ
أَمْوَالَهُمْ
لِيَصُدُّوا
عَنْ سَبِيلِ
اللَّهِ
فَسَيُنْفِقُونَهَا
ثُمَّ
تَكُونُ
عَلَيْهِمْ
حَسْرَةً
ثُمَّ يُغْلَبُونَ
وَالَّذِينَ
كَفَرُوا
إِلَى جَهَنَّمَ
يُحْشَرُونَ
“ORang-ORang kafiR membelanjakan
haRta-haRta meReka untuk menghalang-halangi daRi jalan Allah, maka meReka akan
membelanjakan untuk itu, kemudian meReka meRasa Rugi kemudian meReka
teRkalahkan. Dan ORang-ORang kafiR dikumpulkan di neRaka jahannam.” (QS.
al-Anfal:36)
DengaRkan fiRman Allah swt. Ya meReka membelanjakan
tRilyunan, namun meReka meRasa Rugi dan akhiRnya meReka kalah. Sedangakn Islam,
Islam tetap tegaR dan akan tetap kuat. Di mana pasukan QaRamithah? Di mana
pasukan TaRtaR? Di mana pasukan Salib? Di mana paRa kafiR pendOsa? Bahkan di
mana FiR’aun dan Haman? Di mana Ash Habul Ukhdud? Kemana setiap ORang yang
memeRangi Islam, kemana? MeReka semua binasa dan Islam tetap ada. Islam akan
tetap langgeng dengan janji AR Rahman, Allah swt beRfiRman:
إِنَّ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
يُنْفِقُونَ
أَمْوَالَهُمْ
لِيَصُدُّوا
عَنْ سَبِيلِ
اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا
ثُمَّ
تَكُونُ
عَلَيْهِمْ
حَسْرَةً
ثُمَّ
يُغْلَبُونَ
وَالَّذِينَ
كَفَرُوا
إِلَى
جَهَنَّمَ
يُحْشَرُونَ
“Sesungguhnya
ORang-ORang yang kafiR menafkahkan haRta meReka untuk menghalangi (ORang) daRi
jalan Allah. meReka akan menafkahkan haRta itu, Kemudian menjadi sesalan bagi
meReka, dan meReka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah ORang-ORang yang
kafiR itu dikumpulkan.” (QS. al-Anfal:36)
Seandainya ORang-ORang kafiR mendengaR Islam dan mengenal
gambaRan sebenaRnya ini, pasti meReka akan laRi mendekat pada Islam. KaRena
meReka sekaRang ini hidup dalam kOndisi kegOncangan hebat. Siapa yang
beRkunjung ke negaRa-negaRa TimuR atau BaRat, maka ia akan menjumpai sejumlah
besaR pasien dOkteR kejiwaan. MeReka memenuhi fisik meReka dengan semua yang
menyenangkan, padahal Ruh yang beRada di sanubaRi badan meReka membROntak dan
menjeRit mencaRi Obat dan nutRisinya. MeReka tidak tahu Obat dan penawaRnya
kecuali Allah swt. Allah swt beRfiRman:
وَيَسْأَلُونَكَ
عَنِ
الرُّوحِ
قُلِ الرُّوحُ
مِنْ أَمْرِ
رَبِّي وَمَا
أُوتِيتُمْ
مِنَ
الْعِلْمِ
إِلاَّ قَلِيلاً
“MeReka
beRtanya kepadamu tentang Ruh? Katakanlah, “Ruh itu uRusanku. Dan kalian
tidaklah dibeRi ilmu melainkan hanya sedikit.” (QS. al-IsRa’:85)
Sungguh, ditengah kegelapan umat Islam ini saya melihat
keajaiban - keajaiban. Saya melihat pOtensi kebaikan yang banyak di
tengah-tengah umat. Ini adalah bab fiRman Allah swt:
وَلاَ
تَهِنُوا
وَلاَ
تَحْزَنُوا
وَأَنْتُمُ
الأَعْلَوْنَ
إِنْ
كُنْتُمْ
مُؤْمِنِينَ
Dalam hadits yang diRiwayatkan Imam Ahmad daRi Hudzaifah
bin Al Yaman, hadits shahih, bahwa Nabi beRsabda:
تكون
النبوة فيكم
ما شاء الله
أن تكون ثم
يرفعها الله
إذا شاء أن
يرفعها، ثم
تكون خلافة
على منهاج
النبوة،
فتكون فيكم ما
شاء الله أن
تكون، ثم
يرفعها الله
إذا شاء أن
يرفعها، ثم
تكون ملكاً
عاضاً، فتكون
فيكم ما شاء
الله أن تكون،
ثم يرفعها
الله إذا شاء
أن يرفعها ثم
تكون ملكاً
جبرياً فتكون
فيكم ما شاء
الله أن تكون
ثم يرفعها
الله إذا شاء
أن يرفعها، ثم
تكون خلافة
على منهاج
النبوة
“Zaman kenabian di kalangan kalian
sesuai yang dikehendaki Allah beRsama kalian, kemudian Allah akan mengangkatnya
jika Ia menghendaki untuk menggantinya. Kemudian zaman beRikutnya adalah zaman
khalifah yang beRpedOman pada ketentuan Nabi, masa itu akan beRsama kalian
sesuai yang dikehendaki Allah, kemudian Allah menggantinya jika ia beRniat menggantinya.
Kemudian zaman beRikutnya adalah zaman Rasa-Raja yang menggigit, Raja muslim
tapi beRmaksiat, zaman ini beRjalan, sampai Allah menggantinya. Dan beRikutnya
zaman penguasa diktatOR, sampai Allah beRkehendak menggantinya. Kemudian zaman
beRikutnya adalah zaman khilafah atas atuRan Nabi.”
Kita memOhOn kepada Allah agaR kita ini hidup pada zaman
khilafah atas dasaR kenabian yang dijanjikan, kalau tidak kita, semOga anak dan
cucu kita bagian daRi janji Muhammad saw. ini.
Dalam hadits lain yang diRiwayatkan imam Muslim daRi
Tsauban, Rasulullah saw beRsabda:
أن
الله تعالى
زوى لي الأرض
فرأيت
مشارقها ومغاربها،
وإن ملك أمتي
سيبلغ ما زوى
لي منها
…..
“Sesungguhnya Allah membuka Rahasia
bumi, saya melihat ujung timuR bumi dan ujung baRat bumi. Dan kekuasaan umatku
akan sampai pada yang dipeRlihatkan padaku itu…”
Wahai umat tauhid,
Kenapa masih ada keRaguan? Kanapa masih ada putus asa? Sungguh putus asa hanya
menjadikan semangat menjadi lOyO, dan putus asa hanya menambah beRat beban
hidup.
Lihatlah Muhammad saw. di saat kRisis mengepung, ia
diusiR, paRa sahabatnya meninggalkan tempat kelahiRannya. Namun Muhammad saw.
masih membeRi kabaR gembiRa kepada Khabab bin Al ARts:
والله
لَيُتِمَّنَّ
هذا الأمر حتى
يسير الراكب
من صنعاء إلى
حضرموت لا
يخاف إلا الله
والذئب على
غنمه
“Demi
Allah, Sungguh uRusan agama ini akan disempuRnakan dan dimenangkan,sehingga
seORang pengendaRa beRjalan antaRa Shan’a dan HadRamaut, tidak takut kecuali
hanya pada Allah, dan sRigala atas dOmbanya.”
Bukankah Allah swt beRfiRman:
وَلاَ
تَهِنُوا
وَلاَ
تَحْزَنُوا
وَأَنْتُمُ
الأَعْلَوْنَ
إِنْ
كُنْتُمْ
مُؤْمِنِينَ
“Jangan
meRasa hinda dan beRsedih…”
Wahai ahli tauhid,
SadaRlah sesadaR-sadaRnya, bahwa setiap cObaan menambah Islam ketegaRan dan
kekuatan, dan menambah umat Islam semakin kuat. Akan keluaR daRi baRisan
ORang-ORang beRiman, yaitu ORang-ORang yang di hatinya ada sifat nifaq. Inilah
pROses alamiyah caRa Allah swt menyeleksi hamba-hamba-Nya.
DiRiwayatkan Oleh Imam Muslim daRi Shuhaib, Raslullah saw
beRsabda:
عجباً
لأمر المؤمن
إن أمره كله
له خير، وليس
ذلك إلا
للمؤمن، إن
إصابته
سَّراء شكر،
فكان خيراً له
وإن أصابته
ضراء صبر فكان
خيراً له
“Sungguh
menakjubkan uRusan seORang mukmin, semua uRusannya baik baginya, yang demikian
tidak teRdapat kecuali pada diRi seORang mukmin. Jika ia mendapatkan kebaikan
ia beRsyukuR, dan syukuRnya itu baik baginya. Jika ia sedang mendapatkan
cObaan, ia beRsabaR, dan sabaRnya itu baik baginya.”
Dalam hadits yang diRiwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, dan
Al Hakim, di sahihkan Oleh Imam Al Albani, bahwa Rasulullah saw. BeRsabda:
ليبلغن
هذا الأمر ما
بلغ الليل
والنهار ولا يترُكُ
الله بيت
مَدَرٍ ولا
وَبَرٍ إلا
أدخله الله
هذا الدين،
بعزٍ عزيز أو
بذل ذليل،
عزاً يعز الله
به الإسلام،
وذلاً يذل
الله به الكفر
“Sungguh
uRusan agama ini akan sampai melampaui siang dan malam, dan Allah tidak
melewatkan sebuah Rumah di pelOsOk-pelOsOk, kecuali Allah memasukkan agama ini,
dengan kemulyaan ORang yang kuat dan dengan kehinaan ORang yang hina. Mulya
kaRena Allah memulyakan dengan agama Islam, dan hina yang Allah hinakan kaRena kekafiRan.”
MenaRik untuk disampaikan di sini ungkapan seORang
pemikiR :
“PeRadaban beRputaR laksana bumi
beRputaR, jika peRadaban tenggelam di sini, maka peRadaban pengganti akan
muncul di sana. Dan peRadaban hampiR meRekah dengan sabaik-baik bentuk. Itulah
peRadaban Islam, peRadaban yang diRinya sendiRi mempunyai pOtensi kekuatan
paling kuat. POtensi Ruhani suci yang mendunia.”
Ayyuhal muwahhidun,
Demi Allah, demi Allah, umat ini tinggal melangkah dan menapaki deRajat agama
ini, dan agaR umat ini mengetahui kadaR kenikmatan ini, nikmat yang dihadiRkan
buat kita Oleh Tuhan semesta alam.
Telah saya sebutkan sebelumnya, bahwa apa yang teRjadi
pada umat ini adalah sesuai dengan sunnah Rabbaniyyah, tidak akan beRubah dan
beRganti. Dan umat ini tidak akan kembali mulya dan jaya kecuali sesuai dengan
sunnah ini. Jika demikian, tidak ada caRa lain lagi agaR Allah swt menOlOng
umat ini daRi kRisis, hina, menyia-nyiakan agamanya kecuali dengan iman yang
benaR, kembali pada Islam yang sebenaRnya. Bahkan hendaknya umat ini menOlOng
agama Allah, agaR Allah swt memenangkan meReka.
Bukankah Allah beRfiRman:
وَلَيَنْصُرَنَّ
اللَّهُ مَنْ
يَنْصُرُهُ
إِنَّ
اللَّهَ
لَقَوِيٌّ
عَزِيزٌ
“Dan sungguh Allah menOlOng ORang
yang menOlOng-Nya. Dan sungguh Allah maha PeRkasa lagi Maha Tinggi.” (QS.
al-Hajj:40)
Bukankah Allah beRfiRman:
إِنَّا
لَنَنْصُرُ
رُسُلَنَا
وَالَّذِينَ
ءَامَنُوا
فِي
الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
وَيَوْمَ
يَقُومُ
الأَشْهَادُ
“Sungguh
Kami akan menOlOng Rasul-Rasul Kami dan ORang-ORang yang beRiman di kehidupan
ini dan pada haRi peRsaksian kelak.” (QS. GhafiR:51)
Bukankah Allah swt beRfiRman:
وَكَانَ
حَقًّا
عَلَيْنَا
نَصْرُ
الْمُؤْمِنِينَ
“Dan
menjadi kewajiban Kami menOlOng ORang-ORang yang beRiman.” (QS. aR-Rum:48)
Bukankah Allah beRfiRman:
وَعَدَ
اللَّهُ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
مِنْكُمْ
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ
فِي الأَرْضِ
كَمَا اسْتَخْلَفَ
الَّذِينَ
مِنْ
قَبْلِهِمْ
وَلَيُمَكِّنَنَّ
لَهُمْ
دِينَهُمُ
الَّذِي ارْتَضَى
لَهُمْ
وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ
مِنْ بَعْدِ
خَوْفِهِمْ
أَمْنًا
يَعْبُدُونَنِي
لاَ
يُشْرِكُونَ
بِي شَيْئًا
وَمَنْ
كَفَرَ بَعْدَ
ذَلِكَ
فَأُولَئِكَ
هُمُ
الْفَاسِقُونَ
“Allah
beRjanji kepada ORang-ORang yang beRiman di antaRa kalian dan ORang-ORang yang
beRamal shaleh, pasti Allah akan menjadikan meReka khalifah di muka bumi
sebagaimana ORang-ORang sebelum meReka mempeROleh khilafah, dan Allah akan
meneguhkan bagi meReka agama meReka yang diRidhai, dan Allah akan menggantikan
ketakutan sebelumnya menjadi Rasa aman. MeReka menyembah-Ku, tidak menyekutukan-Ku
dengan sesuatu apapun. Dan baRangsiapa yang kafiR setelah itu, sungguh meReka
adalah ORang-ORang fasik.” (QS. an-NuR:55)
Dalam peRingatan Kebangkitan NasiOnal (20 Mei) yang lalu,
ada sebagian putRa-putRa IndOnesia, anak-anak bangsa besaR ini yang mencanangkan
IndOnesia Emas Tahun 2015, atau 2020, atau 2025, ya… itu semua bukanlah mimpi
kOsOng, bukan cita tanpa Realita… Itulah wujud Optimisme hidup seORang muslim.
Optimisme yang dilandasi iman yang benaR, peRcaya pada peRtOlOngan Allah,
sekaligus bangga menunjukkan identitas ke-Islaman. Islam yang yang damai,
sejuk, menebaR cinta dan kasih sayang, wasathiyah dan Rahmatan lil ‘alamin.
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
Khutbah
yang kedua
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ وَلِيُّ
الصَّالِحِينَ
وَأَشْهَدُ
أَنّ مُحَمّدًا
خَاتَمُ
الأَنْْْبِيَاءِ
وَالْمُرْسَلِينَ
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.,
أَمَّابعد,
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ
مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا
لاَتُؤَاخِذْ
نَا إِنْ
نَسِيْنَا أَوْ
أَخْطَأْنَا
رَبّنَا
وَلاَ
تَحْمِلْ
عَلَيْنَا
إِصْرًا
كَمَا
حَمَلْتَهُ
عَلََى اّلذِيْنَ
مِنْ
قَبْلِنَا
رَبّنَا
وَلاَ تًحَمّلْنَا
مَالاَ
طَاقَةَ
لَنَا بِهِ
وَاعْفُ
عَنّا
وَاغْفِرْ
لَنَا
وَارْحَمْنَا
أَنْتَ
مَوْلاَنَا
فَانْصُرْنَا
عَلَى الْقَوْمِ
الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ.
والحمد لله رب
العالمين.
SumbeR:
http://www.dakwatuna.cOm/2008/islam-kembali-datang/
Oleh: Ulis TOfa, Lc
::
Compiled by oRiDo™ ::