
Hakikat KesabaRan
Oleh: Waznin Mahfud
KHUTBAH PERTAMA:
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ صَلّى
الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً، وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
HadiRin Rahimakumullah wa
A'azzakumullah!
Takwa adalah
anugeRah yang paling agung setelah hidayah iman yang telah dimasukkan Oleh
Allah Ta’ala ke dalam kalbu.
Dengan beRsyukuR yang sebenaR-benaRnya, Allah Ta’ala akan
meningkatkan kenikmatan yang agung itu, insya Allah. Dia hujamkan keimanan ke
dalam hati kita dan mengangkat tinggi deRajat ketakwaan kita. Amin, Allahumma,
amin…
HadiRin
Rahimakumullah!
Jika keimanan itu laksana buRung, maka jiwa kita akan
teRbang menuju ke hadiRat Allah Ta’ala dengan dua sayap yang kOkOh, yaitu sayap
syukuR dan sayap sabaR.
Hakikat sabaR adalah teguh dan kOkOh mempeRtahankan jiwa
untuk selalu beRada pada ketentuan syaRi'at Allah, dengan tetap menjalankan
ketaatan dan menahan diRi daRi laRangan seRta beRlapang dada pada setiap ketentuan
ujian daRi Allah Ta’ala.
Maka ORang yang beRsabaR akan senantiasa teguh dan selalu
menambah kekuatan tenaga jasmani dan ROhaninya untuk meningkatkan amal
ketaatan, teRus mengOkOhkan dan menambah tekun amal ibadah dan amal shalih
meReka. Allah Ta’ala beRfiRman,
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُواْ
اصْبِرُواْ
وَصَابِرُواْ
وَرَابِطُواْ
وَاتَّقُواْ
اللّهَ
لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُونَ
"Hai
ORang-ORang yang beRiman, beRsabaRlah kamu dan kuatkanlah kesabaRanmu dan
tetaplah beRsiap siaga (di peRbatasan negeRimu) dan beRtakwalah kepada Allah
supaya kamu beRuntung." (Ali ImRan: 200).
MeReka juga beRsabaR di dalam menahan pendeRitaan dengan
tetap melaksanakan ketaatan, sehingga Allah Ta’ala amat memuji dan menyanjung
meReka.
Dengan beRsabaR, seseORang akan menyadaRi dan Ridha bahkan cinta teRhadap
ketentuan ujian pendeRitaan yang telah ditakdiRkan Oleh Allah pada diRinya.
Allah Ta’ala beRfiRman,
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ
بِشَيْءٍ
مِّنَ الْخَوفْ
وَالْجُوعِ
وَنَقْصٍ
مِّنَ
الأَمَوَالِ
وَالأنفُسِ
وَالثَّمَرَاتِ
وَبَشِّرِ
الصَّابِرِينَ
"Dan sungguh
akan Kami beRikan cObaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelapaRan,
kekuRangan haRta, jiwa, dan buah-buahan. Dan beRikanlah beRita gembiRa kepada
ORang-ORang yang sabaR." (Al-BaqaRah: 155).
Bagaimana
tidak, padahal ORang-ORang kafiR, ORang-ORang musyRik dan ORang-ORang atheis
mampu beRtahan dengan pendeRitaan-pendeRitaan yang menimpa meReka, maka ORang
beRiman pasti lebih kOkOh, tahan dan Ridha, bahkan cinta pada ketentuan takdiR
itu, kemudian dengan kekuatan jiwa dan imannya, ORang-ORang yang beRiman
mencaRi kebaikan di dunia dan di akhiRat daRi pendeRitaan itu dengan beRistiRja
hanya kepada Allah. IstiRja maksudnya, meyakini, mengakui, menyadaRi sepenuhnya
seRta menye-Rahkan segenap kebaikan uRusannya hanya kepada Allah, sehingga
Allah Ta’ala beRkenan membalasnya dengan yang lebih indah. Allah Ta’ala
beRfiRman,
لَّذِينَ
إِذَا
أَصَابَتْهُم
مُّصِيبَةٌ قَالُواْ
إِنَّا
لِلّهِ
وَإِنَّـا
إِلَيْهِ
رَاجِعونَ
"(Yaitu)
ORang-ORang yang apabila ditimpa musibah, meReka mengucapkan, 'Inna lillahi wa
inna ilaihi Raji'un'." (Al-BaqaRah: 156).
HadiRin
Rahimakumullah wa A'azzakumullah!
Itulah hakikat kesabaRan yang intinya adalah teguh
beRtahan sekOkOh-kOkOhnya dalam mempeRkuat jiwa, kemudian mempeRjuangkan
segenap kemampuan jiwanya itu dalam menempuh keRidhaan Allah, dengan
melaksanakan peRintah dan menjauhi laRanganNya dalam kOndisi apa pun.
KesabaRan yang demikian itulah yang disediakan bagi
penyandangnya beRbagai kemuliaan, keagungan, ketinggian deRajat, kekuasaan,
bahkan beRbagai balasan yang dijanjikan Oleh Allah dalam FiRman-fiRmanNya,
MaRi kita simak bebeRapa pujian dan balasan yang
disediakan dan dibeRikan kepada ORang-ORang yang beRsabaR, yang kita kutip daRi
FiRman Allah Ta’ala,
·
Allah akan
mengantaRkannya menuju kepada kebeRuntungan dan kebahagiaan di dunia dan di
akhiRat. FiRman
Allah Ta’ala,
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُواْ
اصْبِرُواْ
وَصَابِرُواْ
وَرَابِطُواْ
وَاتَّقُواْ
اللّهَ
لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُونَ
"Hai ORang-ORang yang beRiman, beRsabaRlah
kamu dan kuatkanlah kesabaRanmu dan tetaplah beRsiap siaga (di peRbatasan
negeRimu) dan beRtakwalah kepada Allah supaya kamu beRuntung." (Ali
ImRan: 200).
·
Pahala
ORang-ORang yang beRsabaR akan dilipatgandakan dengan hitungan yang tanpa
batas. Sebagaimana
yang dipeRkuat Oleh FiRman Allah Ta’ala,
قُلْ
يَا عِبَادِ
الَّذِينَ
آمَنُوا
اتَّقُوا
رَبَّكُمْ
لِلَّذِينَ
أَحْسَنُوا
فِي هَذِهِ
الدُّنْيَا
حَسَنَةٌ
وَأَرْضُ اللَّهِ
وَاسِعَةٌ
إِنَّمَا
يُوَفَّى
الصَّابِرُونَ
أَجْرَهُم
بِغَيْرِ
حِسَابٍ
"Katakanlah, 'Hai hamba-hambaKu yang beRiman,
beRtakwalah kepada Rabbmu.'ORang-ORang yang beRbuat baik di dunia ini
mempeROleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya
ORang-ORang yang beRsabaRlah yang dicukupkan pahala tanpa batas."
(Az-ZumaR: 10).
·
Mencapai kejayaan dan kepemimpinan, sebab tanpa
kesabaRan, cita-cita yang sudah di depan mata dan sedikit lagi akan teRgapai
menjadi siRna dan hilang. CObalah peRhatikan pemimpin-pemimpin besaR dunia,
meReka adalah ORang-ORang yang gigih mempeRjuangkan cita-citanya, di samping
senjata utama yang tidak peRnah lekang daRi meReka yaitu kesabaRan menghadapi
beRbagai Rintangan yang menghadang meReka.
FiRman Allah Ta’ala,
وَجَعَلْنَا
مِنْهُمْ
أَئِمَّةً
يَهْدُونَ
بِأَمْرِنَا
لَمَّا
صَبَرُوا
وَكَانُوا
بِآيَاتِنَا
يُوقِنُونَ
"Dan Kami jadikan di antaRa meReka itu pemimpin-pemimpin yang membeRi
petunjuk dengan peRintah Kami ketika meReka sabaR. Dan
meReka meyakini ayat-ayat Kami."
(As-Sajadah: 24).
·
Dengan
kesabaRan, kekuatan akan selalu beRsanding beRsamanya, kemenangan akan selalu
hadiR di hadapannya, dan peRtOlOngan Allah akan selalu menyeRtainya. FiRman Allah Ta’ala,
وَأَطِيعُواْ
اللّهَ
وَرَسُولَهُ
وَلاَ تَنَازَعُواْ
فَتَفْشَلُواْ
وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ
وَاصْبِرُواْ
إِنَّ اللّهَ
مَعَ الصَّابِرِينَ
"Dan taatlah kepada Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu
beRbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentaR dan hilang kekuatanmu.
Dan beRsabaRlah, sesungguhnya Allah beseRta ORang-ORang yang sabaR."
(Al-Anfal: 46).
·
KesabaRan meRupakan peRisai kOkOh dan tangguh,
yang dapat digunakan menangkal beRbagai makaR yang diluncuRkan musuh, bahkan
dengan kesabaRan itu, makaR-makaR musuh akan menjadi lemah dan tak mempunyai
daya seRang yang beRaRti.
FiRman Allah Ta’ala,
إِن
تَمْسَسْكُمْ
حَسَنَةٌ
تَسُؤْهُمْ
وَإِن
تُصِبْكُمْ
سَيِّئَةٌ
يَفْرَحُواْ
بِهَا وَإِن
تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ
لاَ
يَضُرُّكُمْ
كَيْدُهُمْ
شَيْئاً
إِنَّ اللّهَ
بِمَا
يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ"
“Jika kamu mempeROleh kebaikan, niscaya meReka beRsedih hati, tetapi
jika kamu mendapat bencana, meReka beRgembiRa kaRenanya. Jika kamu beRsabaR dan
beRtakwa, niscaya tipu daya meReka sedikitpun tidak mendatangkan kemudhaRatan
kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang meReka keRjakan."
(Ali ImRan: 120).
·
Sebagai
penghORmatan yang sangat istimewa bagi paRa penyabaR. DikaRenakan ketangguhan
meReka di dalam beRsabaR, maka paRa malaikat menyambut dan mengucapkan salam
kepada meReka.
FiRman Allah
Ta’ala,
سَلاَمٌ
عَلَيْكُم
بِمَا
صَبَرْتُمْ
فَنِعْمَ
عُقْبَى
الدَّارِ
"(Sambil mengucapkan), 'Salamun 'alaikum bima
shabaRtum.' Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (AR-Ra'd: 24).
·
Menjadi gOlOngan yang dicintai Allah meRupakan
cita-cita dan tujuan seORang mukmin, maka dengan kesabaRan, kecintaan Allah
Ta’ala dengan sendiRinya teRsandang kepadanya.
FiRman Allah Ta’ala,
وَكَأَيِّن
مِّن
نَّبِيٍّ
قَاتَلَ
مَعَهُ رِبِّيُّونَ
كَثِيرٌ
فَمَا
وَهَنُواْ
لِمَا
أَصَابَهُمْ
فِي سَبِيلِ
اللّهِ وَمَا
ضَعُفُواْ
وَمَا
اسْتَكَانُواْ
وَاللّهُ يُحِبُّ
الصَّابِرِينَ
"Dan beRapa banyak nabi yang beRpeRang, beRsama-sama meReka sejumlah
besaR daRi pengikut(nya) yang beRtakwa. MeReka tidak menjadi lemah kaRena
bencana yang menimpa meReka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula)
menyeRah (kepada musuh). Allah menyukai ORang-ORang yang sabaR." (Ali
ImRan: 146).
Dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang akan
dipeROleh Oleh seORang penyabaR, yang tidak memungkinkan bagi khatib untuk
menyebutkan satu peRsatu dan meRincinya dengan detil pada khutbah ini, tapi di
antaRa keutamaan-keutamaan itu adalah mencapai puncak deRajat teRtinggi dan kebaikan
yang paling agung di dunia maupun akhiRat, mendapat kejayaan dan kebeRuntungan,
jauh daRi keRugian dan penyesalan, diistimewakan Oleh Allah beRsama paRa
deRmawan yang penuh cinta kasih, dan dima-sukkan ke dalam gOlOngan Kanan (أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ),
seRta dapat mempeRkuat sendi-sendi keislamannya dengan kesabaRannya teRsebut.
HadiRin
Rahimakumullah wa A'azzakumullah!
Itulah beRbagai kemuliaan, keutamaan yang dikaRuniakan,
pahala yang tiada teRhitung, kemudian ampunan dan suRga yang pasti akan dipeROleh
ORang-ORang yang beRsabaR.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beRsabda,
مَا
يُصِيْبُ
الْمُسْلِمَ
مِنْ نَصَبٍ
وَلاَ وَصَبٍ
وَلاَ هَمٍّ
وَلاَ حُزْنٍ
وَلاَ أَذًى
وَلاَ غَمٍّ
حَتَّى
الشَّوْكَةِ
يُشَاكُهَا،
إِلاَّ
كَفَّرَ الله
بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ.
"Tidaklah
menimpa seORang Muslim daRi keletihan atau penyakit, kecemasan, kesedihan,
pendeRitaan, tidak pula duka cita, sampai pada duRi yang menusuknya, kecuali
Allah melebuRkan dengannya daRi dOsa-dOsanya." (HR. al-BukhaRi: 5641 –
5642; Muslim: 2573).
Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam meRiwayatkan
satu hadits Qudsi yang beliau Riwayatkan daRi Sang Maha PenyabaR, bahwa Allah
Ta’ala beRfiRman,
إِذَا
ابْتَلَيْتُ
عَبْدِيْ
بِحَبِيْبَتَيْهِ
فَصَبَرَ،
عَوَّضْتُهُ
مِنْهُمَا الْجَنَّةَ.
"Bila Aku
menguji hambaKu dengan kedua kekasihnya (matanya) kemudian beRsabaR, maka Aku
ganti baginya dengan suRga." (HR. al-BukhaRi : 5653).
HadiRin
Rahimakumullah wa A'azzakumullah!
Itulah keutamaan kesabaRan, maka maRilah kita memOhOn
taufik dan inayahNya, semOga Allah Ta’ala menjadikan kita semua sebagai
hambaNya yang penyabaR.
فَاسْتَبِقُواْ
الْخَيْرَاتِ
أَقُوْلُ قَوْلِي
هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ إِنّهُ
هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
Khutbah yang kedua
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
وَصَلَّى اللَّّهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا
HadiRin Rahimakumullah!
KesabaRan adalah kebahagiaan hidup yang sesungguhnya,
bebeRapa ORang sahabat O datang memOhOn sesuatu kepada Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam, beliau membeRinya, maka meReka datang memOhOn lagi, Rasul
Shallallahu ‘alaihi wasallam membeRi lagi, kemudian meReka datang lagi, beliau
Shallallahu ‘alaihi wasallam membeRi lagi, sampai akhiRnya beliau kehabisan
sesuatu untuk dibeRikan kepadanya, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam
beRsabda,
مَا
يَكُوْنُ
عِنْدِيْ
مِنْ خَيْرٍ
فَلَنْ أَدَّخِرَهُ
عَنْكُمْ،
وَمَنْ
يَسْتَعْفِفْ
يُعِفَّهُ
الله، وَمَنْ
يَسْتَغْنِ
يُغْنِهِ
الله، وَمَنْ
يَتَصَبَّرْ
يُصَبِّرْهُ
الله، وَمَا
أُعْطِيَ
أَحَدٌ
عَطَاءً خَيْرًا
وَأَوْسَعَ
مِنَ
الصَّبْرِ.
"Tidak ada suatu benda
beRhaRga pun yang aku sembunyikan daRi kalian semua, maka siapa yang menjaga
kehORmatan diRinya, maka Allah akan menjaganya. Siapa yang mencukupkan diRi
(daRi meminta-minta), maka Allah akan mencukupinya, dan siapa yang menyabaRkan
diRinya, maka Allah akan menjadikannya beRsabaR. Dan tidaklah seseORang
mendapat kaRunia yang lebih baik dan lebih luas melebihi daRi kesabaRan."
(HR. al-BukhaRi-Muslim daRi Abi Sa'id al-KhudRi).
KesabaRan itulah peRhiasan akhlak yang haRus kita
mOhOnkan kepada Allah, Sayyidina UmaR Radhiyallahu ‘anhu beRkata,
وَجَدْنَا
خَيْرَ
عَيْشِنَا
بِالصَّبْرِ.
"Kita temukan
sebaik-baik kehidupan kita adalah dengan kesabaRan."
Maka
maRilah kita memOhOn tambahan kOkOhnya kesabaRan itu dengan menambah ilmu
tentang keutamaan kesabaRan dan menambah kOkOhnya iman kita tentang sifat,
anugeRah dan janji-janji Allah seRta kehidupan dan balasan di akhiRat kelak.
وَاصْبِرْ
وَمَا
صَبْرُكَ
إِلاَّ
بِاللّهِ
وَلاَ
تَحْزَنْ
عَلَيْهِمْ
وَلاَ تَكُ فِي
ضَيْقٍ
مِّمَّا
يَمْكُرُونَ.
إِنَّ اللّهَ
مَعَ الَّذِينَ
اتَّقَواْ
وَّالَّذِينَ
هُم مُّحْسِنُونَ
"BeRsabaRlah (hai Muhammad), dan tiadalah
kesabaRanmu itu melainkan dengan peRtOlOngan Allah dan janganlah kamu beRsedih
hati teRhadap (kekafiRan) meReka dan janganlah kamu beRsempit dada teRhadap apa
yang meReka tipu dayakan. Sesungguhnya
Allah beseRta ORang-ORang yang beRtakwa dan ORang-ORang yang beRbuat kebaikan."
(An-Nahl: 127-128).
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً
لِّلَّذِينَ
آمَنُوا رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوفٌ
رَّحِيمٌ
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنفُسَنَا
وَإِن لَّمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ.
وَصَلىَّ
اللهُ عَلىَ
مُحَمَّدٍ
وَعَلىَ
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
تَسْلِيمًا
كَثِيرًا
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
اْلحَمْدُ
لِلهِ رَبِّ
اْلعَالمَِينَ.
(Dikutib daRi Buku
Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi ke-2, DaRul Haq JakaRta).
:: COmpiled by oRiDo™ ::