
HaRi AkhiR &
Bekalnya
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ
اللهِ،
وَخَيْرَ الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ
صَلّى الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ
اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً،
وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Ma’asyiROl
muslimin Rahimani wa Rahimukumullah!!!
MaRilah kita meningkatkan taqwa kepada AllOh dengan
menjalankan segala peRintah AllOh sesuai dengan kemampuan kita, dan
meninggalkan segala yang dilaRangNya, dan hendaklah kita takut kepada haRi
akhiR yang pasti datang. Pada haRi itu, ORang tua tidak bisa membantu anaknya.
Begitu juga sebaliknya, anak tidak bisa membantu ORang tuanya. Masing-masing
akan mempeRtanggungjawabkan amalnya di hadapan AllOh subhanahu wata’ala.
Ma’asyiROl
muslimin Rahimani wa Rahimukumullah!!!
hendaklah kita menyadaRi, bahwa kehidupan di dunia ini
hanyalah sementaRa. Kita hanya menumpang lewat. Dunia adalah waktu dan tempat
beRamal. Janganlah teRepesOna Oleh kehidupan dunia, sehingga membuat kita lalai
daRi hakikatnya seRta melalaikan kewajiban kepada AllOh subahanahu wata’ala
yang menciptakan kita. Betapa banyak peRingatan daRi AllOh subhanahu wata’ala
dan RasulNya tentang hinanya kehidupan dunia.
Ma’asyiROl muslimin Rahimani wa
Rahimukumullah!!!
Ingatlah, kematian pasti menjemput kita. Ingatlah
peRistiwa yang akan menyusulnya, saat semua manusia dikumpulkan pada satu
tempat. Hendaklah kita menyadaRi bagaimana keadaan kita saat ajal menjemput.
Saat haRus meniggalkan kediaman kita, haRus beRpisah dengan keluaRga, dan akan
menyendiRi di kubuR yang sempit, hanya amal yang menjadi teman. Sudahkah kita
menyiapkan amal yang menemani kita? Inagatlah, saat kita haRus beRangkat menuju
akhiRat yang teRpampang di depan mata, sementaRa dunia melambaikan tangan di
belakang kita.
Ma’asyiROl muslimin Rahimani wa
Rahimukumullah!!!
Kematian pasti akan dialami Oleh sumua yang beRnyawa, tak
satupun akan mampu mengelak. Allah subhanahu wata’la beRfiRman,
كُلُّ
نَفْسٍ
ذَآئِقَةُ
الْمَوْتِ
وَإِنَّمَا
تُوَفَّوْنَ
أُجُورَكُمْ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ
فَمَن
زُحْزِحَ
عَنِ
النَّارِ وَأُدْخِلَ
الْجَنَّةَ
فَقَدْ فَازَ
وَما
الْحَيَاةُ
الدُّنْيَا
إِلاَّ
مَتَاعُ
الْغُرُورِ
(آل عمران: 185)
“Tiap-tiap yang beRjiwa akan
meRasakan mati. dan Sesungguhnya pada haRi kiamat sajalah disempuRnakan
pahalamu. BaRangsiapa dijauhkan daRi neRaka dan dimasukkan ke dalam syuRga,
Maka sungguh ia telah beRuntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah
kesenangan yang mempeRdayakan.” (QS. Ali ImRan: 185)
Saat sakaRatul maut, saat manusia dicabut nyawanya, ada
yang dicabut nyawanya dalam keadaan baik, dan ada yang dicabut dalam keadaan
sedang menzhalimi diRi meReka sendiRi. Allah beRfiRman,
إِنَّ
الَّذِينَ
قَالُوا
رَبُّنَا
اللَّهُ
ثُمَّ
اسْتَقَامُوا
تَتَنَزَّلُ
عَلَيْهِمُ
الْمَلَائِكَةُ
أَلَّا
تَخَافُوا وَلَا
تَحْزَنُوا
وَأَبْشِرُوا
بِالْجَنَّةِ
الَّتِي
كُنتُمْ
تُوعَدُونَ(فصلت:
30)
“Sesungguhnya
ORang-ORang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian meReka
meneguhkan pendiRian meReka, Maka Malaikat akan tuRun kepada meReka dengan
mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah meRasa sedih; dan
gembiRakanlah meReka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS.
Fushilat: 30)[P]Pencabutan nyawa ORang shalih dilakukan dengan lembut,
dan nyawapun akan keluaR dengan mudah. Setelah itu, Ruh yang sudah dikeluaRkan
daRi jasad itu dibeRi wewangian daRi syuRga. PaRa malaikat membawa Ruh itu ke
hadapan RabbNya. Saat itu paRa pengahuni langit yang dilewati, semuanya memuji
Ruh ini dan memanggil dengan nama yang teRbaik, sebagaimana diceRitakan panjang
lebaR dalam hadits BaRa’ bin ‘Azib.
Sedang ORang yang dicabut nyawanya dalam keadaan menzhalimi diRinya, maka
keadaannya sebagaimana Allah telah menceRitakan dalam al-QuR’an,
وَلَوْ
تَرَى إِذْ
يَتَوَفَّى
الَّذِينَ كَفَرُواْ
الْمَلآئِكَةُ
يَضْرِبُونَ
وُجُوهَهُمْ
وَأَدْبَارَهُمْ
وَذُوقُواْ
عَذَابَ
الْحَرِيقِ
(الأنفال: 50)
“Kalau
kamu melihat ketika PaRa Malaikat mencabut jiwa ORang-ORang yang kafiR seRaya
memukul muka dan belakang meReka (dan beRkata): "Rasakanlah Olehmu siksa
neRaka yang membakaR", (tentulah kamu akan meRasa ngeRi).” (QS. al-Anfal:
50)
وَلَوْ
تَرَى إِذِ
الظَّالِمُونَ
فِي
غَمَرَاتِ
الْمَوْتِ
وَالْمَلآئِكَةُ
بَاسِطُواْ
أَيْدِيهِمْ
أَخْرِجُواْ
أَنفُسَكُمُ
الْيَوْمَ
تُجْزَوْنَ عَذَابَ
الْهُونِ
بِمَا
كُنتُمْ
تَقُولُونَ
عَلَى اللّهِ
غَيْرَ
الْحَقِّ
وَكُنتُمْ عَنْ
آيَاتِهِ
تَسْتَكْبِرُونَ
(الأنعام: 93)
“Alangkah dahsyatnya SekiRanya kamu
melihat di waktu ORang-ORang yang zalim beRada dalam tekanan sakRatul maut,
sedang PaRa Malaikat memukul dengan tangannya, (sambil beRkata):
"KeluaRkanlah nyawamu" di haRi ini kamu dibalas dengan siksa yang
sangat menghinakan, kaRena kamu selalu mengatakan teRhadap Allah (peRkataan)
yang tidak benaR dan (kaRena) kamu selalu menyOmbOngkan diRi teRhadap
ayat-ayatNya.” (QS. al-An’am: 93).
Ma’asyiROl
muslimin Rahimani wa Rahimukumullah!!!
Ingatlah saatnya nanti kita dipikul di atas pundak dan
akan ditinggalkan sendiRi tanpa ada yang menemani dan tanpa membawa haRta.
Allah beRfiRman,
وَلَقَدْ
جِئْتُمُونَا
فُرَادَى
كَمَا خَلَقْنَاكُمْ
أَوَّلَ
مَرَّةٍ
وَتَرَكْتُم
مَّا
خَوَّلْنَاكُمْ
وَرَاء
ظُهُورِكُمْ
وَمَا نَرَى
مَعَكُمْ
شُفَعَاءكُمُ
الَّذِينَ
زَعَمْتُمْ
أَنَّهُمْ
فِيكُمْ
شُرَكَاء
لَقَد
تَّقَطَّعَ
بَيْنَكُمْ
وَضَلَّ عَنكُم
مَّا كُنتُمْ
تَزْعُمُونَ
(الأنعام: 94)
“Dan
Sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiRi-sendiRi sebagaimana kamu Kami
ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang
telah Kami kaRuniakan kepadamu.” (QS. al-An’am: 94)
Saat itu, yang menjadi penentu adalah amal kita dalam
kehidupan. Jika amal kita baik, maka kebaikanlah yang akan kita Rasakan sampai
haRi kiamat datang. Sebaliknya, jika amal seseORang penuh dengan catatan hitam,
maka pendeRitaan dan kepedihan akan mendeRa tanpa putus. Begitulah penyesalan
sudah tiada beRguna. KaRenanya, hendaklah kita menyadaRi sebelum teRlambat.
Ma’asyiROl muslimin Rahimani wa Rahimukumullah!!!
Hendaklah kita mengingat peRistiwa saat sangkakala ditiup
peRtama kali, sehingga semua makhluk yang ada di langit meninggal dunia,kecuali
yang dikehendaki Oleh Allah. kemudian ditiup lagi untuk kedua kalinya,
tiba-tiba semua manusia bangkit, mulai daRi manusia peRtama sampai manusia
teRakhiR. Dengan tanpa beRalas kaki, tanpa busana dan dalam keadaan utuh
sebagaimana saat diciptakan, manusia seluRuhnya beRjalan menuju Rabb sang
penguasa. Saat itu, masing-masing sibuk dengan diRi sendiRi, tak mempunyai
kesempatan untuk mempeRhatikan ORang lain. Allah subhanahu wat’ala beRfiRman,
لِكُلِّ
امْرِئٍ
مِّنْهُمْ
يَوْمَئِذٍ
شَأْنٌ
يُغْنِيهِ
(عبس: 37)
“Setiap
ORang daRi meReka pada haRi itu mempunyai uRusan yang cukup menyibukkannya.”
(QS. ‘Abasa: 37)
يَوْمَ
تَرَوْنَهَا
تَذْهَلُ
كُلُّ
مُرْضِعَةٍ عَمَّا
أَرْضَعَتْ
وَتَضَعُ
كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ
حَمْلَهَا
وَتَرَى
النَّاسَ
سُكَارَى
وَمَا هُم
بِسُكَارَى
وَلَكِنَّ
عَذَابَ
اللَّهِ
شَدِيدٌ
(الحج: 2)
“(ingatlah) pada haRi (ketika) kamu
melihat kegOncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya daRi anak
yang disusuinya dan guguRlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu Lihat
manusia dalam Keadaan mabuk, Padahal sebenaRnya meReka tidak mabuk, akan tetapi
azab Allah itu sangat keRas.” (QS. al-Hajj: 2)
Ma’asyiROl muslimin Rahimani wa
Rahimukumullah!!!
Hendaklah kita meRenungi haRi yang dahsyat ini, saat
seluRuh manusia dikumpulkan di satu tempat untuk mempeRtanggungjawabkan amalnya
di hadapan AllOh subhanahu wata’ala, satu haRi yang menyebabkan langit hancuR
beRantakan, anak-anak yang baRu lahiR menjadi beRuban. Janji AllOh subhanahu
wata’ala pasti akan teRlaksana.
Ingatlah haRi yang dinamai juga dengan haRi taghabun (haRi dinampakkannya
kesalahan-kesalahan). HaRi ini meRupakan penyingkanpan yang hakiki, kaRena pada
haRi manusia dikumpulkan sesuai dengan amal peRbuatannya. Di antaRa manusia ada
yang beRtaqwa kepada AllOh subhanahu wata’ala. dan di antaRa manusia ada yang
penuh beRlumuR dOsa. MeReka akan digiRing menuju neRaka jahannam dalam menahan
haus yang menyiksa. Panas api neRaka menipu pandangan meReka, teRgambaR di
pelupuk mata bahwa meReka dibawa menuju mata aiR yang akan menghilangakan Rasa
haus, tetapi kenyataan beRkata lain. Yang ditemuinya teRnyata api yang menyala
menungggu kedatangan meReka. Iyadzan billah.
Allah menggambaRkan kepada kita tentang dahsyatnya haRi itu dalam banyak ayat.
Begitu juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah beRfiRman,
وَيَوْمَ
تَقُومُ
السَّاعَةُ
يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ.
فَأَمَّا
الَّذِينَ
آمَنُوا
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
فَهُمْ فِي
رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ.
وَأَمَّا
الَّذِينَ
كَفَرُوا وَكَذَّبُوا
بِآيَاتِنَا
وَلِقَاء
الْآخِرَةِ
فَأُوْلَئِكَ
فِي
الْعَذَابِ
مُحْضَرُونَ (
الروم: 14-16)
“Dan
pada haRi teRjadinya kiamat, di haRi itu meReka (manusia) beRgOlOng-gOlOngan.
Adapun ORang-ORang yang beRiman dan mengeRjakan amal saleh, Maka meReka di
dalam taman (suRga) beRgembiRa. Adapun ORang-ORang yang kafiR dan mendustakan
ayat-ayat Kami (Al QuRan) seRta (mendustakan) menemui haRi akhiRat, Maka meReka
tetap beRada di dalam siksaan (neRaka).” (QS. aR-Rum: 14-16)
Itulah bebeRapa gambaRan tentang haRi kiamat yang pasti
akan kita alami. Maka haendaknya kita beRlOmba untuk melakukan amal akhiRat.
Senatiasa beRdOa, semOga AllOh membeRikan kebaikan di dunia dan akhiRat. Janganlah
sekali-kali kita menjual akhiRat dengan dunia yang singkat ini. BaRangsiapa
yang menukaR akhiRat dengan dunia, maka dia pasti akan menyesal dan akan
meRasakan keRugian tiada taRa.
Sebagai penutup khutbah yang peRtama ini, maRilah kita meRenungi fiRman AllOh,
فَإِذَا
جَاءتِ
الطَّامَّةُ
الْكُبْرَى يَوْمَ
يَتَذَكَّرُ
الْإِنسَانُ
مَا سَعَى. وَبُرِّزَتِ
الْجَحِيمُ
لِمَن يَرَى.
فَأَمَّا مَن
طَغَى.
وَآثَرَ
الْحَيَاةَ
الدُّنْيَا.
فَإِنَّ
الْجَحِيمَ
هِيَ
الْمَأْوَى. وَأَمَّا
مَنْ خَافَ
مَقَامَ
رَبِّهِ وَنَهَى
النَّفْسَ
عَنِ
الْهَوَى.
فَإِنَّ
الْجَنَّةَ
هِيَ
الْمَأْوَى.
“Maka
apabila malapetaka yang sangat besaR (haRi kiamat) telah datang. Pada haRi
(ketika) manusia teRingat akan apa yang telah dikeRjakannya. Dan dipeRlihatkan
neRaka dengan jelas kepada Setiap ORang yang melihat. Adapun ORang yang
melampaui batas,38. Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia. Maka Sesungguhnya
neRakalah tempat tinggal(nya). Dan Adapun ORang-ORang yang takut kepada
kebesaRan Tuhannya dan menahan diRi daRi keinginan hawa nafsunya. Maka
Sesungguhnya syuRgalah tempat tinggal(nya).” (QS. an-Nazi’at: 34-41)
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
Khutbah
yang kedua
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ وَأَشْهَدُ
أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
وبعد,
Ma’asyiROl muslimin Rahimani
wa Rahimukumullah!!!
Pada khutbah yang peRtama, kita sudah membahas sedikit
gambaRan dahsyatnya haRi akhiR yang pasti akan datang. Tidak seORangpun yang
mampu menghindaRinya. Tiada seORangpun yang mampu menyembunyikan kesalahan yang
peRnah dipeRbuat. Saat itu yang menjadi saksi adalah anggOta tubuh kita sendiRi
yang senatiasa mendampingi kita saat beRamal. AllOh beRfiRman yang
aRtinya,“Pada haRi ini Kami tutup mulut meReka; dan beRkatalah kepada Kami
tangan meReka dan membeRi kesaksianlah kaki meReka teRhadap apa yang dahulu
meReka usahakan.” (QS. Yasin: 65).
Ma’asyiROl muslimin Rahimani
wa Rahimukumullah!!!
Jika sudah mengetahui hal ini, maka sebagai seORang yang
dikaRunia akal pikiRan Oleh Allah subhanahu wata’ala, maka sehaRusnya kita
memanfaatkan kesempatan yang dibeRikan Allah subhanahu wata’ala untuk
menyiapkan bekal sebanyak mungkin. Kita jangan menunda-nunda, kaRena kita tidak
mengetahui beRapa lama lagi hidup kita di dunia ini. SekaRang kita sehat, belum
tentu besOk masih sehat. Saat ini kita masih hidup, belum tentu nanti sORe
masih menghiRup udaRa. Betapa banyak kita dengaR dan kita saksikan, kematian
yang secaRa tiba-tiba menghampiRi seseORang, sehingga kadang sebagian ORang
tidak peRcaya.
Manfaatkanlah kesempatan untuk beRbuat baik, peRgunakan semaksimal mungkin.
Jauhi sikap meRemehkan peRbuatan baik. Meskipun kecil di mata manusia, tapi
bisa jadi beRnilai besaR di hadapan Allah subhanahu wata’ala kaRena keikhlasan
si pelaku.
Kaitannya dengan pemanfaatan waktu, dalam sebuah Riwayat diceRitakan:
عَنْ
مُجَاهِدٍ
عَنِ ابْنِ
عُمَرَ قَالَ
أَخَذَ
رَسُولُ
اللهِ صَلَّى
اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
بِبَعْضِ
جَسَدِي
فَقَالَ كُنْ فِي
الدُّنْيَا
كَأَنَّكَ
غَرِيبُ أَوْ
عَابِرِ
سَبِيلٍ
وَعُدَّ
نَفْسَكَ فِي
أَهْلِ
اْلقُبُورِ
فَقَالَ لِي
اْبنُ عُمَرَ
إِذَا
أَصْبَحْتَ
فَلاَ
تُحَدِّثْ َنفْسََكَ
بِالْمَسَاءِ
وَإِذَا
أَمْسَيْتَ
فَلاَ
تُحَدِّثْ
نَفْسَكَ
بِالصَّبَاحِ
وَخُذْ مِنْ
صِحَّتِكَ
قَبْلَ
سَقَمِكَ وَمِنْ
حَيَاتِكَ
قَبْلَ
مَوْتِكَ
فَإِنَّكَ
لاَ تَدْرِي
يَا عَبْدَ
اللهِ مَا
اسْمُكَ
غَدًا
“DiRiwayatkan
daRi mujahid daRi Ibnu UmaR, dia beRceRita Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam memegang sebagian anggOta badanku dan beRsabda, “Jadilah kamu di dunia
sepeRti ORang asing atau penyebRang jalan. Dan anggaplah diRimu teRmasuk
penghuni kubuR.” Kemudian Ibnu UmaR Radhiyallahu’anhu beRkata, “Kepadaku
(Mujahid): “Jika kamu beRada di waktu pagi, maka janganlah kamu menunggu siang.
Dan jika kamu beRada di waktu siang, maka janganlah kamu menunggu pagi.
Manfaatkanlah sehatmu.sebelum datang sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu.
KaRena kamu tidak tahu apa namamu besOk, wahai hamba Allah subhanahu wata’ala.”
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ
مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا
لاَتُؤَاخِذْ
نَا إِنْ
نَسِيْنَا أَوْ
أَخْطَأْنَا
رَبّنَا
وَلاَ
تَحْمِلْ عَلَيْنَا
إِصْرًا
كَمَا
حَمَلْتَهُ
عَلََى
اّلذِيْنَ
مِنْ
قَبْلِنَا
رَبّنَا وَلاَ
تًحَمّلْنَا
مَالاَ
طَاقَةَ
لَنَا بِهِ
وَاعْفُ
عَنّا
وَاغْفِرْ
لَنَا
وَارْحَمْنَا
أَنْتَ
مَوْلاَنَا
فَانْصُرْنَا
عَلَى الْقَوْمِ
الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ.
والحمد لله رب
العالمين.
Dikutib daRi Majalah as-Sunnah, SOlO. Edisi 03/IX/1426H/2005M.
:: Compiled by oRiDo™ ::