
Fitnah Wanita
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ
اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ هَدْىُ
مُحَمّدٍ
صَلّى الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ
اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً،
وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Wahai sekalian manusia,
BeRtakwalah
kepada Allah. laksanakanlah apa yang telah Allah wajibkan atas kalian. Jagalah
diRi dan keluaRga kita daRi api neRaka. Allah telah beRfiRman:
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا قُوا
أَنفُسَكُمْ
وَأَهْلِيكُمْ
نَاراً
وَقُودُهَا
النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ
عَلَيْهَا
مَلَائِكَةٌ
غِلَاظٌ
شِدَادٌ لَا
يَعْصُونَ
اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ
وَيَفْعَلُونَ
مَا
يُؤْمَرُونَ
(التحريم:6)
“Hai
ORang-ORang yang beRiman, pelihaRalah diRimu dan keluaRgamu daRi api neRaka
yang bahan bakaRnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasaR, yang keRas, yang tidak menduRhakai Allah teRhadap apa ang
dipeRintahkan-Nya kepada meReka dan selalu mengeRjakan apa yang dipeRintahkan.”
(QS. At-TahRim: 6)
Jagalah diRi kita daRi neRaka, yaitu dengan selalu
melaksanakan peRintah-peRintah Allah dan menjauhi laRangan-laRanganNya.
Melaksanakan amanah yang telah Allah bebankan kepada kita, dengan membeRikan
pembinaan kepada keluaRga kita, khusus kepada wanita; kaRena wanita memeRlukan
pembinaan yang lebih, kaRena meReka kuRang akal dan kuRang agamanya, sebagaimana
yang dibeRitakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, seRta kenyataan yang
bisa disaksikan. MeReka pendek sisi pandangannya, dan ini meRupakan fitnah
meReka. Oleh kaRena itu, Allah menjadikan kepemimpinan di tangan laki-laki,
sebagaimana Allah telah beRfiRman:
الرِّجَالُ
قَوَّامُونَ
عَلَى
النِّسَاء بِمَا
فَضَّلَ
اللّهُ
بَعْضَهُمْ
عَلَى بَعْضٍ
وَبِمَا
أَنفَقُواْ
مِنْ
أَمْوَالِهِمْ
(النساء:34)
“Kaum
laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, Oleh kaRena Allah telah
melebihkan sebahagian meReka (laki-laki) atas sebahagian yang lain(wanita), dan
kaRena meReka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian daRi haRta meReka.” (QS.
an-Nisa’: 34)
Maka lakukalah kewajibanmu, wahai ibnu Adam, sebagai
pemimpin bagi wanita. Tunaikanlah hak-haknya dan jangan sampai meReka
mengalahkanmu. Binalah meReka dengan pendidikan yang disyaRi’atkan. Janganlah
engkau biaRkan syetan menjeRumuskan meReka ke lembah kenistaan.
Ikhwani
fiddin aRsyadakumullah,
Sungguh pada zaman sekaRang ini banyak wanita yang dipeRmainkan Oleh syetan
baik dalam masalah pemikiRan atau tingkah laku. Syetan menjauhkan meReka daRi
jalan petunjuk dan mengajak ke jalan hawa nafsu, seRta kehinaan. MeReka keluaR
Rumah tanpa ada kebutuhan dengan memakai pakaian seROnOk, memakai minyak wangi,
sehingga dapat memfitnah laki-laki. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam beRsabda:
اْلمَرْأَةُ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِالْمَجْلِسِ فَهِيَ كَذَا وَكَذَا - يَعْنِي : زَانِيَةً
“SeORang
wanita, apabila dia memakai minyak wangi dan melewati sekelOmpOk kaum
laki-laki, maka dia begini dan begitu, yaitu sepeRti pezina.” (HR. at-TiRmidzi
hadits hasan shahih).
Ada lagi di antaRa meReka yang keluaR dan beRjalan
layaknya seORang laki-laki seRta mengangkat suaRanya sebagaimana suaRa
laki-laki, kemudian ia beRcampuR dengan meReka, yang semuanya ini menyelisihi
petunjuk paRa salafush shalih.
BeRbeda dengan wanita paRa sahabat. Lihatlah!, meReka adalah wanita-wanita
pilihan yang beRsungguh-sungguh melaksanakan peRintah Allah. Ummul Mukminin
Aisyah beRkata, “SemOga Allah meRidhai wanita anshaR. Tidaklah aku melihat
wanita yang lebih utama dan yang paling membenaRkan Al-QuR’an selain meReka.
Sungguh Allah telah menuRunkan suRat an-NuR,
“Dan hendaknya meReka menutupkan kain
kudung ke dada meReka…”
Lalu kaum laki-laki pada masa peRgi membaca ayat ini
kepada paRa wanita. MeReka membacakannya kepada isteRi, anak-anak peRempuan,
saudaRa peRempuan, dan setiap keRabat peRempuan meReka. SeRta meRta,
beRsegeRalah paRa wanita mengambil kain-kain meReka dan memakainya, untuk
membenaRkan seRta mengimani yang telah dituRunkan Allah.
Wahai
sekalian kaum muslimin,
Sesungguhnya membeRikan kebebasan kepada wanita dan membiaRkan meReka keluaR
kapan saja, dan dengan caRa yang meReka inginkan dengan tanpa malu, meRupakan
sebab keRusakan yang paling besaR. Juga menjadi sebab hilangnya muRu’ah (haRga
diRi) dan akhlak, hancuRnya suatu negeRi seRta meRupakan sebab datangnya adzab
dan siksaan Allah. Allah beRfiRman:
وَإِذَا
أَرَدْنَا
أَن
نُّهْلِكَ
قَرْيَةً
أَمَرْنَا
مُتْرَفِيهَا
فَفَسَقُواْ
فِيهَا
فَحَقَّ
عَلَيْهَا
الْقَوْلُ
فَدَمَّرْنَاهَا
تَدْمِيراً
(الإسراء: 6)
“Dan
jika Kami hendak membinasakan suatu negeRi, maka Kami peRintahkan kepada
ORang-ORang yang hidup mewah di negeRi itu (suatu mentaati Allah) tetapi meReka
melakukan keduRhakaan dalam negeRi itu, maka sudah sepantasnya beRlaku
teRhadapnya peRkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancuRkan negeRi itu
sehancuR-hancuRnya.” (QS. al-IsRa’: 16)
وَاتَّقُواْ
فِتْنَةً
لاَّ
تُصِيبَنَّ
الَّذِينَ
ظَلَمُواْ
مِنكُمْ
خَآصَّةً
وَاعْلَمُواْ
أَنَّ اللّهَ
شَدِيدُ
الْعِقَابِ
(الأنفال: 25)
“Dan
pelihaRalah diRimu daRi pada siksaan yang tidak khusus menimpa ORang-ORang yang
zhalim saja diantaRa kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keRas siksaan-Nya.”
(QS. 8:25)
Ikhwani
Fiddin Rahimakumullah,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beRsabda,
اْلمَرْأَةُ
عَوْرَةٌ ،
فَإِذَا
خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا
الشَّيْطَانُ
“Sesungguhnya
wanita adalah auRat. Maka, apabila ia keluaR, syetan akan menghias-hiasinya di
mata laki-laki.” (HR. at-TiRmidzi, dishahihkan Oleh al-Albani).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga beRsabda:
مَا
تَرَكْتُ
بَعْدِي
فِتْنَةً
أَضَرَّ عَلَى
الرِّجَالِ
مِنَ
النِّسَاءِ .
“Tidaklah
aku tinggalkan satu fitnah yang lebih beRbahaya bagi laki-laki daRipada fitnah
wanita.” (Muttafaq ‘alaih).
Oleh kaRena itu, wahai kaum muslimin, beRtakwalah kepada
Allah. beRhati-hatilah dengan fitnah yang dipeRingatkan Oleh Rasulullah.
Jauhilah sebab-sebab yang bisa membawa kepada fitnah teRsebut, dan tutup
Rapat-Rapat daRipada fitnah teRsebut, dan tutup Rapat-Rapat pintu-pintunya,
agaR kita tidak masuk ke dalamnya dan dapat teRjauhkan daRinya.
Apabila ada seORang wanita yang keluaR sendiRian dengan pakaian yang ketat dan
tipis, atau tidak menutup auRat, kemudian ia memakai minyak wangi, maka tidaklah
heRan jika dia akan memfitnah pandangan laki-laki, dan akan menimbulkan
penyakit bagi ORang yang di hatinya ada penyakit/ niat-niat yang jelek teRhadap
wanita teRsebut. Allah beRfiRman:
فَلَا
تَخْضَعْنَ
بِالْقَوْلِ
فَيَطْمَعَ
الَّذِي فِي
قَلْبِهِ
مَرَضٌ
“Maka
janganlah kamu tunduk dalam beRbicaRa sehingga beRkeinginanlah ORang yang ada
penyakit dalam hatinya…” (QS. al-Ahzab: 32)
Ayat ini melaRang seORang wanita beRbicaRa dengan
dilemah-lembutkan di hadapan laki-laki, kaRena dikhawatiRkan ia akan beRbuat
keji kepadanya. Maka bagaimana dengan wanita yang beRpakaian akan tetapi
hakikatnya telanjang?
Jama’ah
Jum’at yang dimuliakan Allah,
PeRmasalahan wanita sangatlah kOmplek, yang haRus dibeRi peRhatian secaRa
khusus. Oleh kaRena itu, menjadi kewajiban bagi seORang pemimpin Rumah tangga
untuk mendidik isteRi dan anaknya dengan pendidikan yang dicOntOhkan
Rasulullah. Dan hendaknya ia selalu hati-hati dan waspada mengemban amanah yang
besaR ini. Pemimpin keluaRga yang baik tidak segan-segan mencegah atau bahkan
membeRikan peRingatan yang keRas kepada isteRi dan anaknya apabila keluaR Rumah
dengan tidak mengenakan jilbab atau memakai wewangian. Yang tentunya akan
memfitnah laki-laki.
Begitu pula menjadi kewajiban bagi pemeRintah untuk menutup segala saRana seRta
peRantaRa yang akan membawa kepada peRbuatan keji dan mungkaR. Juga wajib atas
semua kaum muslimin untuk bekeRja sama dengan pemeRintah sesuai kemampuan
meReka, untuk menutup semua pintu yang akan meRusak NegaRa.
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْمِينَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوهُ
إِنّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
Khutbah
yang kedua
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
وَصَلَّى
اللَّّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا
Jama’ah
Jum’at yang dimuliakan Allah,
Pada khutbah yang kedua ini, kami kembali wasiatkan untuk
diRi kami dan jama’ah jum’at. MaRilah kita lebih mendekatkan diRi kepada Allah,
yaitu dengan menjalankan semua peRintah-peRintahNya dan menjauhi segala
laRanganNya. TeRlebih pada zaman sekaRang ini; fitnah seRta keRusakan ada di
mana-mana. BeRtaqwalah kepada Allah, kaRena hanya dengan taqwa, Allah akan
membeRikan jalan keluaR bagi paRa hamba daRi segala fitnah dan
kesulitan-kesulitan. Allah beRfiRman, “BaRangsiapa yang beRtaqwa kepada Allah,
maka Allah akan membeRikan jalan keluaR baginya.
Kemudian, maRilah kita beRsabaR dengan kesabaRan yang sebenaR-benaRnya. SabaR
melaksanakan peRintah Allah, sabaR menjauhi laRanganNya, dan sabaR meneRima
cObaan-cObaan yang Allah beRikan kepada kita. AkhiRnya, maRilah kita memOhOn
kepada Allah, mudah-mudahan selalu membeRikan kemudahan kepada kita dalam
menjalani kehidupan di dunia ini dan dalam menggapai keRidhaanNya.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً
لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوفٌ
رَّحِيمٌ
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنفُسَنَا
وَإِن لَّمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ.
وَصَلىَّ
اللهُ عَلىَ
مُحَمَّدٍ
وَعَلىَ
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
تَسْلِيمًا كَثِيرًا
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ اْلحَمْدُ
لِلهِ رَبِّ
اْلعَالمَِينَ.
Dikutib daRi Majalah as-Sunnah, SOlO. Edisi 03/VIII/1425H/2004M.
:: Compiled by oRiDo™ ::