
Bisakah hal yang
Ghaib diketahui?
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ
إِلاّ اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا، أَمّا
بَعْدُ ...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ صَلّى
الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً، وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Jama’ah
Jum’at Rahimaniy wa RahimakumullOh …..
Alhamdulillah, Segala puji bagi AllOh TabaROka wa Ta’ala yang menciptakan alam,
mengatuRnya dan membeRi Rezeki kepada penghuninya.
ShOlawat
seRta salam senantiasa kita ucapkan kepada junjungan kita al-MushtOfa KhOtamil
Anbiya’ Muhammad shOllallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah mengeluaRkan kita
daRi gelapnya kebOdOhan menuju cahaya ilmu dan tauhid, yang telah mewasiatkan
kepada kita agaR beRpegang teguh dengan dua hal yang teRang yang tidak mungkin
seORang hamba teRsesat dengan keduanya. SeRta semOga RidhO Allah tetap
menyeRtai sahabatnya dan paRa pengikut meReka daRi kalangan ulama muslimin,
yang tanpa bantuan meReka tidak bisa memahami dengan benaR kedua cahaya yang
diwasiatkan tadi.
Jama’ah Jum’at Rahimaniy wa
RahimakumullOh …..
Di antaRa sifat seORang mukmin dan salah satu kaRakteR ORang yang beRtaqwa
adalah dia beRiman, beRkeyakinan tentang adanya hal-hal yang ghaib yaitu
membenaRkan segala apa yang dikhabaRkan Oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan
Rasul-Nya shOllallahu ‘alaihi wa sallam. Hal yang ghaib yang tidak dapat
dijangkau Oleh panca indeRa dan tidak bisa dicapai Oleh akal manusia, akan tetapi
hanya diketahui beRdasaRkan wahyu yang diteRima paRa Nabi dan Rasul.
Allah Subhanahu wa Ta’ala beRfiRman,
ARtinya: “Kitab (Al QuRan) ini tidak ada
keRaguan padanya; petunjuk bagi meReka yang beRtaqwa, (yaitu) meReka yang
beRiman kepada yang ghaib, yang mendiRikan shalat, dan menafkahkan sebahagian
Rezki yang Kami anugeRahkan kepada meReka.” (QS. alBaqaRah: 2-3).
Ahlus Sunah wal Jama’ah juga beRkeyakinan bahwa pengetahuan teRhadap yang ghaib
teRmasuk hal yang menjadi Rahasia Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sifat-Nya yang
paling khusus, yang tidak satu makhluk-pun dapat menyamai-Nya, sebagaimana
fiRman-Nya,
ARtinya : “Dan pada sisi Allah-lah
kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiRi,
dan Dia mengetahui apa yang di daRatan dan di lautan, dan tiada sehelai daun
pun yang guguR melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutiR
biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang keRing,
melainkan teRtulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)". (QS.
Al-An’am: 59).
Jama’ah Jum’at Rahimaniy wa
RahimakumullOh …..
BeRdasaRkan fiRman Allah di atas, maka baRangsiapa yang beRkeyakinan bahwa
diRinya atau ORang lain bOleh menguasai atau mengetahui peRkaRa ghaib beRaRti
ia telah kufuR, kaRena hal ini tidak peRnah dibeRitakan Oleh Allah Subhanahu wa
Ta’ala kepada siapa pun; tidak kepada paRa malaikat yang dekat dan tidak juga
kepada paRa Rasul yang diutus. Allah Subhanahu wa Ta’ala beRfiRman,
ARtinya: “Katakanlah: "Tidak ada
seORangpun di langit dan di bumi yang mengetahui peRkaRa yang ghaib, kecuali
Allah", dan meReka tidak mengetahui bila meReka akan dibangkitkan”.
(QS. An-Naml: 65)
Dan fiRman-Nya, aRtinya:
“Katakanlah: Aku tidak mengatakan
kepadamu, bahwa peRbendahaRaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku
mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku
seORang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.".
(QS. Al-An’am: 50).
Adapun peRkaRa-peRkaRa yang ghaib yang dikhabaRkan Oleh paRa Nabi dan Rasul,
sebagaimana Nabi Muhammad shOllallahu ‘alaihi wa sallam, mengkhabaRkan kepada
ummatnya tentang tanda-tanda haRi kiamat, tentang adanya suRga dan neRaka,
adanya adzab dan nikmat kubuR, seRta Rasulullah shOllallahu ‘alaihi wa sallam
peRnah memegang leheR jin IfRit ketika beliau diganggu Oleh Jin teRsebut di
dalam shalatnya sebagaimana diRiwayatkan Oleh Imam BukhaRi dan Imam Muslim, dan
hal-hal ghaib lainnya, maka yang demikian, tiada lain sebagai salah satu tanda
kenabian dan keistimewaan bagi beliau, dan meRupakan wahyu ilahi, sebab beliau
tidak beRtutuR kata melainkan beRdasaRkan wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala beRfiRman,
“(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang
ghaib, maka Dia tidak mempeRlihatkan kepada seORangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diRidhai-Nya, maka sesungguhnya
Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.”
(QS. Al-Jinn: 26-27)
Namun sangat disayangkan di antaRa kaum Muslimin masih banyak yang peRcaya
kepada ceRita-ceRita khuRafat, mistik, dan ceRita-ceRita syiRik jahiliyah.
Misalnya keyakinan bahwa ada di antaRa manusia yang dapat mengetahui peRkaRa
yang ghaib, bisa mengetahui nasib seseORang, mengetahui peRistiwa yang akan
datang, bisa melakukan peneRawangan dan bahkan mengaku bisa melihat
makhluk-makhluk ghaib sepeRti Jin. FenOmena demikian seRing kita dapati di
sekitaR kita dapati di sekitaR kita, apalagi dengan adanya sekian banyak bentuk
tayangan media cetak, ataupun elektROnik yang menggambaRkan demikian, dan hal
itu justRu mempeRpaRah dan seOlah-Olah telah melegitimasi bahwa yang demikian
adalah benaR, padahal justRu sebaliknya. Keyakinan-keyakinan yang ada meRupakan
keyakinan yang menyimpang yang sangat membahayakan aqidah seORang muslim.
Pada dasaRnya yang meReka lakukan itu hanyalah tipu daya jin dan pROpaganda
syaithan untuk menggiRing kaum muslimin agaR jauh daRi tuntunan al QuR’an dan
as-Sunnah, kemudian teRjeRumus ke lembah ke syiRikan dan teRkubuR ke dalam
lumpuR kekufuRan. KaRena hal ini meRupakan peRbuatan menyekutukan Allah
Subhanahu wa Ta’ala dengan selain-Nya dalam hal yang menjadi kekhususan Allah
Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui hal-hal ghaib.
Dengan demikian klaim seseORang yang mengaku mengetahui hal-hal ghaib telah
banyak meRusak sendi-sendi kehidupan masyaRakat, sehingga meReka menjalani
aktivitas hidupnya beRdasaRkan saRan-saRan yang disampaikan Oleh sang pendusta
tukang Ramal dan sebangsanya, padahal dia pada dasaRnya tidak dapat
mendatangkan manfaat dan mudhaRat kepada siapapun.
Allah Subhanahu wa Ta’ala beRfiRman,
ARtinya: Katakanlah: "Aku tidak
beRkuasa menaRik kemanfaatan bagi diRiku dan tidak (pula) menOlak kemudhaRatan
kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiRanya aku mengetahui yang ghaib,
tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa
kemudhaRatan." (Qs. Al-A’Raf: 188)
Jika nabi shOllallahu ‘alaihi wa sallam saja tidak mengetahui hal-hal yang
ghaib selain yang diwahyukan kepadanya, bahkan dengan teRus teRang beliau
menafikan yang demikian itu atas diRinya, maka bagaimana dengan ORang-ORang
selain beliau? Tentu meReka pasti lebih tidak tahu. KaRena Rasulullah
shOllallahu ‘alaihi wa sallam lebih beRhak daRipada meReka.
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
[Khutbah
Kedua]
اَلْحَمْدُ
لله رَبّ
الْعَالَمِيْنَ،
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ وَلِيّ الصّالِحِيْنَ،
وَأَشْهَدُ
أَنّ مُحَمّدًا
خَاتَمُ
اْلأنَبِْيَاءِ
وَاْلمُرْسَلْيْنَ،
اَلّلهُمّ
صَلّ عَلى
مُحَمّد
وَعَلى آلِ مُحَمّد
كَمَا
صَلّيْتَ
عَلى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
وَبَارِكْ
عَلى
مُحَمّدٍ
وَعَلى آلِ مُحَمّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
فِي
الْعَالَمِيْنَ
إِنّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ،
أَمّا بَعْدُ:
Jama’ah Jum’at
Rahimaniy wa RahimakumullOh …..
Rasulullah shOllallahu ‘alaihi wa sallam beRsabda,
“Bukan daRi gOlOngan kami, ORang yang
menentukan nasib sial dan mujuR beRdasaRkan tanda-tanda benda, buRung ( dan
lain-lainnya), yang beRtanya dan yang menyampaikannya atau yang beRtanya kepada
dukun dan yang mendukuninya, atau yang menyihiR dan meminta shiRi untuknya, dan
siapa yang mendatangi kahin (dukun dan sejenisnya) lalu membenaRkan apa yang
diucapkannya maka dia telah kufuR teRhadap apa yang dituRunkan kepada Muhammad
(muRtad daRi Islam).” (HR. Al-BazzaR dengan sanad yang bagus).
Di dalam hadits yang lain Rasulullah shOllallahu ‘alaihi wa sallam beRsabda,
“BaRangsiapa mendatangi ‘aRRaaf (tukang
tenung/peRamal) dan menanyakan sesuatu kepadanya maka tidak akan diteRima shalatnya
selama empat puluh haRi.” (HR. Muslim).
Dalam Redaksi yang lain beliau beRsabda,
“Siapa yang mendatangi ‘aRRaf (peRamal)
atau kahin (dukun) dan membenaRkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kufuR
teRhadap apa yang dituRunkan kepada Muhammad.” (HR. Sunan Empat, dan
dishahihkan Oleh al-Hakim).
DaRi hadits-hadits yang mulia ini, menunjukkan laRangan mendatangi kahin
(dukun), ‘aRRaf (peRamal) atau sejenisnya dalam bentuk apa pun ; LaRangan
beRtanya kepada meReka tentang hal-hal ghaib; LaRangan mempeRcayai dan
membenaRkan apa yang meReka katakan, seRta ancaman bagi meReka yang
melakukannya. Ini semua kaRena mengandung bahaya dan kemungkaRan yang
sangat besaR, dan beRakibat negatif yang sangat besaR pula, disebabkan meReka
telah melakukan kedustaan dan dOsa.
Jama’ah Jum’at Rahimaniy wa
RahimakumullOh …..
Oleh kaRena itu seORang muslim tidak dibenaRkan mendatangi meReka dan
menanyakan hal-hal yang beRkaitan dengan jOdOh, peRnikahan anak atau
saudaRanya, atau yang menyangkut hubungan suami istRi dan keluaRga, tentang
kecintaan dan kesetiaan, dan lain sebagainya. KaRena ini beRhubungan dengan
hal-hal ghaib yang tidak diketahui hakikatnya Oleh siapapun kecuali hanya Allah
Subhanahu wa Ta’ala.
Kita memOhOn kepada AllOh Subhanahu wa Ta’ala agaR kaum muslimin teRpelihaRa
daRi ‘tipu daya setan jin dan manusia dan semOga AllOh Subhanahu wa Ta’ala
selalu membeRikan peRtOlOngan kepada kaum Muslimin agaR beRhati-hati teRhadap
meReka, sehingga teRjaga daRi kejahatan meReka dan segala pRaktek keji yang
meReka lakukan.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ
مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا
لاَتُؤَاخِذْ
نَا إِنْ
نَسِيْنَا
أَوْ
أَخْطَأْنَا
رَبّنَا
وَلاَ
تَحْمِلْ عَلَيْنَا
إِصْرًا
كَمَا
حَمَلْتَهُ
عَلََى
اّلذِيْنَ
مِنْ
قَبْلِنَا
رَبّنَا وَلاَ
تًحَمّلْنَا
مَالاَ
طَاقَةَ
لَنَا بِهِ وَاعْفُ
عَنّا
وَاغْفِرْ
لَنَا
وَارْحَمْنَا
أَنْتَ
مَوْلاَنَا
فَانْصُرْنَا
عَلَى الْقَوْمِ
الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ.
والحمد لله رب
العالمين.
:: Compiled by oRiDo™
::