
Akibat Maksiat
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ صَلّى
الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً، وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Wahai
saudaRa-saudaRaku kaum Muslimin….
Sesungguhnya musibah-musibah yang menimpa kaum muslimin
saat ini beRupa pendeRitaaan, kesulitan dan kesempitan baik pada haRta maupun
keamana, baik yang menyangkut pRibadi ataupun sOcial, sesungguhnya disebabkan
Oleh maksiat-maksiat yang meReka lakukan. Sikap meReka yang meninggalkan
peRintah-peRintah Allah seRta meninggalkan penegakkan syaRi’at Allah, bahkan
ada diantaRa meReka mencaRi-caRi hukum selain daRi syaRi’at Allah yang telah
menciptakan seluRuh makhluk. Allah Yang paling sayang teRhadap meReka daRipada
kasih sayang ibu-ibu dan bapak-bapak meReka. Dan Yang paling mengetahui
kemaslahatan dan kebaikan bagi meReka daRipada diRi meReka sendiRi. Allah
beRfiRman,
وَمَا
أَصَابَكُم
مِّن
مُّصِيبَةٍ
فَبِمَا
كَسَبَتْ
أَيْدِيكُمْ
وَيَعْفُو
عَن كَثِيرٍ
“Dan
apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan Oleh peRbuatan
tanganmu sendiRi, dan Allah memaafkan sebagian besaR (daRi
kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-SyuRa:30)
مَّا
أَصَابَكَ
مِنْ
حَسَنَةٍ
فَمِنَ اللّهِ
وَمَا
أَصَابَكَ
مِن
سَيِّئَةٍ
فَمِن
نَّفْسِكَ
وَأَرْسَلْنَاكَ
لِلنَّاسِ
رَسُولاً وَكَفَى
بِاللّهِ
شَهِيداً
“Apa
saja nikmat yang kamu peROleh adalah daRi Allah, dan apa saja bencana yang
menimpamu, maka daRi (kesalahan) diRimu sendiRi. Kami mengutusmu menjadi Rasul
kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS. 4:79)
Kebaikan apa saja yang kita Rasakan baik beRupa
kenikmatan ataupun keamanan sesungguhnya Allahlah yang telah mengaRuniakannya
kepada kita. Dialah yang telah membeRikan kaRunia kepada kita (beRupa kemudahan
untuk bisa melakukan hal-hal yang menyebabkan datangnya kebaikan-kebaikan.
Dialah yang telah menyempuRnakan kenikmatan bagi kita.
Wahai
saudaRa-saudaRa kaum muslimin…
Sesungguhnya kebanyakan ORang-ORang sekaRang mengembalikan sebab
musibah-musibah yang meReka alami, baik musibah yang menyangkut haRta atau yang
menyangkut keamanan dan pOlitik, meReka mengembalikan sebab-sebab
musibah-musibah ini hanya kepada sebab-sebab alami, mateRi, atau kepada sebab
peRgOlakan pOlitik, atau sebab peRekOnOmian, atau kepada sebab peRselisihan
tentang daeRah peRbatasan antaRa dua NegaRa.
Tidak disangsikan lagi, hal ini disebabkan kuRangnya
pemahaman meReka dan lemahnya iman meReka dan kelalaian meReka daRi
mentadabbuRi Al-QuR’an dan sunnah-sunnah Rasulullah.
Wahai
saudaRa-saudaRaku kaum muslimin…
Sesungguhnya dibalik semua sebab-sebab mateRi, alami teRsebut adalah sebab
syaR’i, yang meRupakan sebab timbulnya seluRuh musibah dan malapetaka.
PengaRuhnya lebih kuat, lebih besaR, daRipada sebab-sebab mateRi di atas.
Sedangkan sebab-sebab mateRi meRupakan saRana timbulnya musibah dan bencana
sesuai dengan kOnsekwensi daRi sebab-sebab syaR’iyah beRupa bencana dan
hukuman. Allah beRfiRman,
ظَهَرَ
الْفَسَادُ
فِي الْبَرِّ
وَالْبَحْرِ
بِمَا
كَسَبَتْ أَيْدِي
النَّاسِ
لِيُذِيقَهُم
بَعْضَ الَّذِي
عَمِلُوا
لَعَلَّهُمْ
يَرْجِعُونَ
“Telah
nampak keRusakan di daRat dan di laut disebabkan kaRena peRbuatan tangan
manusia, supaya Allah meRasakan kepada meReka sebahagian daRi (akibat)
peRbuatan meReka, agaR meReka kembali (ke jalan yang benaR).” (QS. AR-Ruum: 41)
Wahai
saudaRa-saudaRaku kaum muslimin…, wahai ummat Nabi Muhammad…
BeRsyukuRlah atas kenikmatan-kenikmatan yang Allah kaRuniakan kepada kalian.
Nikmat yang telah kalian Rasakan dan kalian nikmati. Wahai pengikut nabi
Muhammad, kalian adalah umat yang paling baik daRipada umat nabi-nabi yang
lain, kalian telah dimuliakan Oleh Allah. Allah tidak menimpakan kebinasaan
yang menyeluRuh yang menghancuRkan seluRuh umat sekaligus sebagaimana yang
telah Allah timpakan kepada kaum ‘Aad tatkala Allah binasakan meReka dengan
angin yang sangat dingin lagi amat kencang. Allah timpakan angin itu kepada
meReka selama tujuh malam dan delapan haRi teRus meneRus; maka kamu dengaR kaum
‘Aad pada waktu itu mati beRgelimpangan.
Allah juga tidak menimpakan hukuman kepada umat ini
sebagaimana hukuman yang Allah timpakan kepada kaum Tsamud, yang ditimpa suaRa
yang sangat keRas dan mengguntuR dan gempa. Sehingga meReka menjadi mayat-mayat
yang beRgelimpangan di tempat tinggal meReka (lihat: QS 54-31 dan QS 7: 78),
tidak juga sebagaimana hukuman yang Allah timpakan kepada kaum Nabi Luth yang
Allah kiRimkan kepada meReka hujan batu daRi tanah yang teRbakaR dengan
beRtubi-tubi. Allah membalikkan negeRi kaum Luth. (lihat: QS 11: 82)
Wahai
saudaRa-saudaRaku kaum muslimin…
Sesungguhnya Allah dengan kebijaksanaanNya dan RahmatNya kepada ummat ini,
Allah menjadikan hukuman kepada meReka akibat dOsa-dOsa dan kemaksiatan yang
dikeRjakan meReka beRupa penguasaan sebagian meReka teRhadap yang lain sesama
kaum muslimin. Allah beRfiRman:
قُلْ
هُوَ
الْقَادِرُ
عَلَى أَن
يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ
عَذَاباً
مِّن
فَوْقِكُمْ
أَوْ مِن
تَحْتِ
أَرْجُلِكُمْ
أَوْ
يَلْبِسَكُمْ
شِيَعاً
وَيُذِيقَ
بَعْضَكُم
بَأْسَ بَعْضٍ
انظُرْ
كَيْفَ
نُصَرِّفُ
الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ
يَفْقَهُونَ
وَكَذَّبَ
بِهِ
قَوْمُكَ وَهُوَ
الْحَقُّ قُل
لَّسْتُ
عَلَيْكُم
بِوَكِيلٍ
لِّكُلِّ
نَبَإٍ
مُّسْتَقَرٌّ
وَسَوْفَ
تَعْلَمُونَ
Katakanlah:"Dia
yang beRkuasa untuk mengiRimkan azab kepadamu, daRi atas kamu atau daRi bawah
kakimu atau Dia mencampuRkan kamu dalam gOlOngan-gOlOngan (yang saling
beRtentangan) dan meRasakan kepada sebahagian) kamu kepada keganasan sebahagian
yang lain. PeRhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaRan Kami
silih beRganti agaR meReka memahami(nya). Dan kaummu mendustakannya (azab)
padahal azab itu benaR adanya. Katakanlah:"Aku ini bukan ORang yang
diseRahi menguRus uRusanmu.Untuk tiap-tiap beRita (yang dibawa Oleh
Rasul-Rasul) ada (waktu) teRjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.” (QS.
Al-An’am: 65-67)
Ibnu katsiR menyebutkan, banyak hadits beRkaitan dengan
ayat yang peRtama. DiantaRanya adalah hadits yang dikeluaRkan Oleh Imam
Al-BukhaRi daRi JabiR bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, beliau beRkata, “Tatkala
tuRun fiRman Allah (yang aRtinya), “Katakanlah:
“Dia yang beRkuasa untuk mengiRimkan azab kepadamu, daRi atas kamu”, Nabi
beRkata,
أَعُوْذُ
بوَجْهكَ
“Aku
beRlindung dengan wajahMu (daRinya adzab ini)”. (ketika fiRman Allah, yang
aRtinya) “Atau daRi bawah kaki kalian”, Nabi beRkata,
أَعُوْذُ
بوَجْهكَ
“Aku
beRlindung dengan wajahMu (daRinya adzab ini)”. (ketika fiRman Allah, yang
aRtinya) “Atau Dia mencampuRkan kamu dalam gOlOngan-gOlOngan (yang saling
beRtentangan) dan meRasakan kepada sebahagian) kamu kepada keganasan sebahagian
yang lain”, Nabi beRsabda,
هَذه
أَهْوَنُ
أَوْ
أَيْسَرُ
“Yang ini lebih Ringan atau lebih
mudah. (HR BukhaRi)
Dan hadits yang dikeluaRkan Oleh Imam Muslim daRi Sa’ad
bin Abi Waqqas, beliau beRkata,
أَقْبَلْنَا
مَعَ رَسُولِ
اللَّهِ -صلى
الله عليه
وسلم- حَتَّى
مَرَرْنَا
عَلَى
مَسْجِدِ
بَنِى
مُعَاوِيَةَ
فَدَخَلَ فَصَلَّى
رَكْعَتَيْنِ
وَصَلَّيْنَا
مَعَهُ
وَنَاجَى
رَبَّهُ
عَزَّ
وَجَلَّ
طَوِيلاً
قَالَ «
سَأَلْتُ
رَبِّى عَزَّ
وَجَلَّ ثَلاَثاً
سَأَلْتُهُ
أَنْ لاَ
يُهْلِكَ
أُمَّتِى
بِالْغَرَقِ
فَأَعْطَانِيهَا
وَسَأَلْتُهُ
أَنْ لاَ يُهْلِكَ
أُمَّتِى
بِالسَّنَةِ
فَأَعْطَانِيهَا
وَسَأَلْتُهُ
أَنْ لاَ
يَجْعَلَ بَأْسَهُمْ
بَيْنَهُمْ
فَمَنَعَنِيهَا
“Kami
peRgi beRsama Rasulullah hingga kami melewati sebuah masjid bani Mu’awiyah maka
Rasulullahpun masuk dalam masjid teRsebut kemudian beliau shOlat dua Raka’at,
maka kamipun shOlat beRsama beliau. Beliaupun lama beRmunajat kepada Allah, setelah itu
beliau beRkata (kepada kami), “Aku meminta kepada RObku tiga peRkaRa. Aku
meminta kepadaNya agaR Dia tidak membinasakan umatku dengan meneggelamkan
meReka maka Dia mengabulkan peRmintaanKu. Dan aku meminta kepadaNya agaR Dia
tidak membinasakan umatku dengan musim kemaRau yang beRkepenjangan (yaitu
sebagaimana yang menimpa kaum FiR’aun) maka Dia mengabulkan peRmintaanku. Dan
aku meminta kepadaNya agaR tidak menjadikan meReka saling beRtentangan
(beRpeRang satu dengan yang lainnya) maka Dia tidak mengabulkan peRmintaanku”
Wahai
saudaRa-saudaRaku kaum muslimin…
Sesungguhnya kalian beRiman dan mempeRcayai kebenaRan ayat-ayat ini dan kalian
beRiman dan membenaRkan hadits-hadits yang shahih daRi Rasulullah, namun
kenapakah kalian tidak meRenungkanya…??, kenapa kalian tidak meRenugkan
kandungannya..??, kenapa kalian tidak mengembalikan sebab musibah dan
malapetaka yang menimpa kalian kepada kekuRang dan kelemahan agama kalian
hingga kalian kembali kepada Rabb kalian. Sehingga kalian menyelamatkan jiwa
kalian daRi sebab-sebab kebinasaan dan kehancuRan??
BeRtakwalah kepada Allah, takutlah kepada Allah wahai
hamba-hamba Allah, lihatlah kepada kOndisi kalian, beRtaubatlah kepada Allah
dan luRuskanlah jalan kalian menuju kepadaNya.
Wahai
umat Muhammad, ketahuilah bahwa seluRuh musibah dan fitnah yang
menimpa kalian akibat daRi peRbuatan kalian, akibat daRi dOsa-dOsa kalian. Maka
hendaklah kalian beRtaubat daRi setiap dOsa yang kalian lakukan, kembalilah
kepada jalan Allah dan beRlindunglah kalian kepada Allah daRi fitnah, ujian,
dan bencana, baik bencana dunia maupun bencana yang beRkaitan dengan agama,
beRupa syubhat-syubhat dan syahwat (hawa nafsu) yang telah meRintangi umat ini
daRi agama Allah dan menjauhkannya daRi jalan salaf. Sehingga umat ini
teRjeRumus ke juRang api neRaka.
Sesungguhnya fitnah (bencana) yang menimpa hati lebih
besaR dan lebih bahaya dan lebih buRuk akibatnya daRipada bencana dunia, kaRena
bencana dunia bagaimanapun juga akan musnah cepat atau lambat. Sedangkan
bencana yang menimpa agama seseORang, maka akibatnya adalah keRugian di dunia
dan akhiRat. Allah beRfiRman, “Katakanlah:
“Sesungguhnya ORang-ORang yang Rugi ialah ORang-ORang yang meRugikan diRi
meReka sendiRi dan keluaRganya pada haRi kiamat”. Ingatlah yang demikian itu
adalah keRugian yang nyata”. (QS. 39: 15)
Ya Allah jadikanlah kami teRmasuk mukmin yang
sebenaR-benaRnya, yang meReka mengembalikan sebab musibah yang melanda meReka
kepada sebab yang hakiki yaitu sebab syaR’I yang telah Engkau jelaskan dalam
kitabMu melalu lisan RasulMu Mumamad.
Ya Allah kaRuniakanlah bagi umat ini dan bagi paRa
pemimpin-pemimpin meReka agaR kembali taubat kepada Engkau dengan taubat yang
sebenaR-benaRnya, kaRena kebaikan paRa pemimpin meRupakan kebaikan bagi umat
yaitu kabaikan meReka meRupakan sebab kebaikan bagi umat.
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
Khutbah
yang kedua
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
وَصَلَّى
اللَّهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا
Wahai hamba-hamba Allah beRtakwalah dan takutlah kalian
kepada Allah, waspadalah kalian daRi sikap melalaikan syaRi’at Allah….
hati-hatilah kalian daRi sikap lalai teRhadap ayat-ayat Allah…hati-hatilah
kalian daRi sikap lalai daRi mentadabbuRi kitabullah (Al-QuR’an)… hati-hatilah
kalian teRhadap sikap lalai daRi mengenal sunnah-sunnah Rasulullah.
Sesungguhnya pada Al-QuR’an dan sunnah-sunnah Nabi teRdapat sumbeR kebahagiaan
kalian di dunia dan di akhiRat jika kalian memegang teguh kepada sunnah-sunnah
Nabi dengan membenaRkan segala pengkhabaRan Rasulullah dan melaksanakan
peRintah-peRintah Rasulullah.
Wahai
hamba-hamba Allah…
Mungkin ada sebagian ORang Ragu dan menanamkan keRaguan pada ORang lain tentang
masalah maksiat-maksiat meRupakan sebab timbulnya musibah dan bencana. Hal ini
kaRena kelemahan iman dan kuRangnya meReka meRenungkan kandungan isi Al-QuR’an.
Saya akan bacakan kepada meReka dan yang sejenis meReka. FiRman Allah (yang
aRtinya): “Jikalau sekiRanya penduduk
negeRi-negeRi beRiman dan beRtaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada
meReka beRkah daRi langit dan bumi, tetapi meReka mendustakan (ayat-ayat Kami)
itu, maka Kami siksa meReka disebabkan peRbuatannya. Maka apakah penduduk
negeRi-negeRi itu meRasa aman daRi kedatangan siksaan Kami kepada meReka di
malam haRi di waktu meReka sedang tiduR?. Atau apakah penduduk negeRi-negeRi
itu meRasa aman daRi kedatangan siksaan Kami kepada meReka di waktu matahaRi
sepenggalahan naik ketika meReka sedang beRmain?. Maka apakah meReka meRasa
aman daRi azab Allah (yang tidak teRduga-duga) Tiadalah yang meRasa aman daRi
azab Allah kecuali ORang-ORang yang meRugi. (QS. Al-A’:99)
Sebigian salaf mengatakan, “Jika engkau melihat Allah
membeRikan kenikmatan membeRikan kenikmatan kepada seseORang sedangkan engkau
melihat ORang ini teRus melakukan kemaksiatan maka ketauhilah bahwa ini adalah
tipuan Allah kepadanya, dan ORang teRsebut masuk dalam katagORi fiRman Allah,
سَنَسْتَدْرِجُهُم
مِّنْ حَيْثُ
لَا يَعْلَمُونَ
وَأُمْلِي
لَهُمْ إِنَّ
كَيْدِي مَتِينٌ
“Nanti Kami akan menaRik meReka
dengan beRangsuR-angsuR (ke aRah kebinasaan) daRi aRah yang tidak meReka
ketahui. dan Aku membeRi tangguh kepada meReka. Sesungguhnya Rencana-Ku amat
teguh.” (QS. Al-Qalam: 45)
Wahai
kaum muslimin…., wahai hamba-hamba Allah…
Sesungguhnya kemaksiatan sangat mempengaRuhi keamanan NegaRa, sangat
beRpengaRuh teRhadap ketentRaman bangsa dan peRekOnOmiannya, seRta mempengaRuhi
hati-hati Rakyat.
Meskipun beRbagai kemaksiatan teRpampang di depan mata
dengan beRbagai macam dan Raga, jika kita saling bahu membahu mencegahnya
sesuai dengan kemampuan kita, insya Allah semuanya akan siRna dan baRakah akan
dituRunkan ke muka bumi.
Saya mengajak diRi saya sendiRi dan kalian wahai
saudaRa-saudaRaku untuk beRsatu di jalan Allah dan saling beRgandengan tangan
dalam menegakkan syaRi’at Allah, saling menasehati satu dengan yang lainnya,
beRdialOg dengan siapa saja yang memang butuh untuk diajak dialOg namun dengan
metOde yang teRbaik dan dengan hujjah (aRgumentasi) daRi Al-QuR’an dan
As-Sunnah seRta dengan aRgumentasi akal, tidak membiaRkan paRa pelaku kebatilan
tetap dalam kebatilan meReka kaRena meReka beRhak untuk kita jelaskan kepada
meReka kebenaRan yang hakiki kemudian kita memOtivasi meReka untuk
melaksanakannya seRta kita jelaskan juga kepada meReka kebatilan meReka dan
kita mempeRingatkan meReka daRi kebatilan teRsebut.
Kita mOhOn kepada Allah agaR mengembalikan ORang yang
sesat daRi umat ini kepada jalan yang benaR, agaR menjadikan kita saling
beRgandengan tangan dalam melaksanakan kebenaRan, saling tOlOng menOlOng dalam
mengeRjakan kebajikan dan ketakwaan hingga kit mengembalikan apa-apa yang telah
siRna beRupa kemuliaan dan ketinggiannya, sesungguhnya Allah yang Menguasai hal
itu dan Maha mampu mewujudkannya.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ
مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
رَبَّنا لا
تُزِغْ
قُلُوبَنَا
بَعْدَ إِذْ هَدَْيتَنا
، وَهَبْ
لَنَا مِنْ
لَدُنْكَ رَحْمة
، إِنّكَ أنتَ
الوَّهابُ
رَبَّنَا لَا
تَجْعَلْنَا
فِتْنَةً
لِّلَّذِينَ
كَفَرُوا
وَاغْفِرْ
لَنَا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
أَنتَ
الْعَزِيزُ
الْحَكِيمُ
َاللَّهُمَّ
يَا
مُقَلِّبَ
الْقُلُوبِ
وَالأَبْصَارِ
، ثَبِّتْ
قَلْبِي
عَلَى دِينِكَ.
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ.
والحمد لله رب
العالمين.
Dikutib daRi Majalah as-Sunnah,
SOlO. Edisi 10/Tahun IX/1426H/2005M.
:: Compiled by oRiDo™ ::