
Akibat Maksiat
Suatu NegeRi
Kaum
muslimin Rahimakumullah
Taqwa adalah bekal seORang hamba ketika ia menghadap
kepada Sang Pencipta, bekal yang kelak menjadi hujah baginya di hadapan Tuhannya,
bahwa kehidupannya dialam dunia telah dipeRgunakan sebaik-baiknya. Untuk itulah
wahai kaum Muslimin sekalian, maRilah kita peRbaiki dan satukan niat seRta
tekad, untuk meRaih pRedikat gOlOngan mahluk Allah yang muttaqin yang selalu
meninggalkan apa-apa yang dilaRang Oleh Allah dan RasulNya, untuk dapat
mengambil apa-apa yang telah dijanjikan, beRupa kehidupan yang baik di dunia
dan SuRga yang abadi kelak di akhiRat.
“BeRbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik
bekal adalah taqwa”. (Al-baqaRah: 197).
“Sesungguhnya ORang-ORang beRtaqwa itu
beRada dalam SuRga (taman-taman) dan (didekat) mata aiR-mata aiR yang mengaliR”.
(Al-HijR: 45).
Kaum muslimin Rahimakumullah
Allah ciptakan mahluk dan Allah seRtakan beRsama meReka nabi-nabi dan
Rasul-Rasul sebagai utusan yang meneRangkan dan menjelaskan kOnsep tatanan
hidup selama beRada di alam yang seRba cepat dan fana ini, Allah tuRunkan pula
kitab-kitab-NyabeRsama paRa utusan-utusan itu, sebagai atuRan main di dalam
dunia, baik hubungan sesama mahluk, lebih-lebih hubungan mahluk dengan
penciptanya. Di antaRa kitab-kitab yang Allah tuRunkan ialah Al-QuR'an,
mu’jizat nabi mulia yang menjelaskan tuntunan Allah, atuRan teRakhiR penutup
paRa nabi dan Rasul.
“Sesungguhnya kami telah pengutusmu
(muhammad) dengan kebenaRan sebagai pembawa beRita gembiRa dan pembeRi
peRingatan”. (Al-BaqaRah: 119).
Allah tuRunkan Al-QuR’an untuk menyelesaikan masalah-masalah di antaRa meReka
dan juga untuk mengingatkan meReka akan yaumul mii’aad yaitu haRi pembalasan
teRhadap apa-apa yang telah dilakukan Oleh paRa penghuni alam dunia.
“Dan Kami tuRunkan kepadamu Al-QuR’an
agaR kamu meneRangkan kepada umat manusia apa yang telah dituRunkan kepada
meReka dan supaya meReka memikiRkan”. (An-Nalh: 44).
Kaum muslimin Rahimakumullah
Akan tetapi di balik semua itu, Realita yang teRjadi, kita seRing dan
teRamat seRing dikejutkan dan dibuat pRihatin dengan musibah yang acap kali
menimpa negeRi ini. Masih teRngiang ditelinga kita peRistiwa gempa bumi yang
teRjadi bebeRapa waktu yang lalu, yang memakan kORban manusia dan memaksa
mengungsi daRi tempat-tempat meReka, banjiR yang beRulang kali teRjadi di
bebeRapa tempat, padahal baRu kemaRin kita meRasakan beRatnya kemaRau panjang,
gunung di bebeRapa tempat sudah mulai aktif dan memuntahkan isi kandungannya,
huRu-haRa teRjadi dibeRbagai kOta diiRingi hancuRnya tempat-tempat tinggal dan
pusat-pusat keRamaian dengan kObaRan api yang melalap baik mateRi maupun
sOsOk-sOsOk jiwa sebagai pelengkapnya, pembantaian yang telah dan teRus
beRlangsung secaRa biadab teRjadi di bebeRapa tempat dan entah beRapa tempat
lagi yang akan teRjadi di belahan negeRi ini, busung lapaR anak manusia negeRi
ini seRing kita dengaR meskipun katanya kita beRada di negeRi subuR nan tROpis,
dengan disusul jatuhnya nilai Rupiah yang mengakibatkan kRisis mOneteR yang
beRdampak kemiskinan, pengangguRan dan kelapaRan masih saja kita Rasakan,
penyakit-peRnyakit aneh dan kOtOR mulai meRebak dan meng-geROgOti penduduk
negeRi ini dan beRbagai musibah yang telah menghadang di hadapan mata, teRmasuk
di dalam hancuRnya geneRasi-geneRasi muda peneRus bangsa ini disebabkan
teRha-nyut dan tenggelam beRsama Obat-Obat setan yang teRlaRang.
Apakah adzab telah mengintai negeRi ini, sebagaimana yang teRsuRat di dalam
Al-QuR’an suRat Ash-Shaffat ayat 25, kaum Nuh yang Allah tenggelamkan
dikaRenakan mendustakan seORang Rasul, atau kaum Tsamud yang disebabkan tak
beRiman, membusungkan dada dan menantang datangnya adzab, Allah jadikan meReka
mayat-mayat yang beRgelimpangan dengan gempa yang mengguncang meReka, atau
sepeRti kaum Luth yang dikaRenakan peRzinaan sesama jenis, hOmOsexsual, Allah
hujani meReka dengan batu, atau sepeRti kaum Madyan yang Allah jadikan meReka
mayat-mayat yang beRgelimpangan disebabkan cuRang dalam takaRan dan timbangan
seRta membuat keRusakan dimuka bumi dan menghalangi ORang untuk beRiman, atau
sepeRti kaum ‘Aad yang disebabkan tidak memuRnikan tauhid dan beRsujud
kepadaNya, Allah kiRim kepada meReka angin yang sangat panas yang memusnahkan
meReka.
Kaum-kaum teRdahulu Allah hancuRkan dan luluh lantahkan disebabkan satu dua
kemungkaRan yang dikepalai kesyiRikan, sekaRang bagaiman dengan kita, apa yang
kita saksikan dan alami sekaRang ini, apa yang teRjadi ditempat kita,
lingkungan kita, dikOta kita, dan bahkan di seanteRO negeRi kita?, maksiat
teRjadi dimana-mana, peRgaulan lawan jenis dan peRzinaan yang keluaR daRi
nORma-nORma agama semakin menggila, ditambah lagi media-media masa visual dan
nOn-visual ikut melengkapi ajang syaitan ini dengan dalih seni dan hak-hak
manusia, padahal Allah dan RasulNya telah jelas-jelas menghaRamkan hal
teRsebut. FiRman Allah.
“Dan janganlah kamu mendekati zina,
sesungguhnya zina itu adalah suatu peRbuatan yang keji dan jalan yang buRuk”
(Al-IsRa’: 32).
Dan dalam sebuah hadits shahih Rasul beRsabda:
مَنْ
وَجَدْتُمُوْهُ
يَعْمَلُ
عَمَلَ قَوْمِ
لُوْطٍ
فَاقْتُلُوا
الْفَاعِلَ
وَالْمَفْعُوْلَ
بِهِ.
“BaRangsiapa di antaRa
kalian yang menemui meReka yang melakukan peRbuatan kaum Luth (hOmOsexsual)
maka bunuhlah kedua pelakunya”. (Riwayat Abu dawud dan At-TiRmidzi).
Kemana hak Allah dan RasulNya?. KecuRangan dalam peRniagaan yang teRjadi pada
kaum Madyan pun teRjadi sekaRang, kecuRangan bukan hanya cuRang dalam timbangan
secaRa zhahiR, tetapi penindasan, tipu muslihat, sampai kepada sOgOk menyOgOk
dan Riba pun seakan suatu yang haRus dilakukan, kemana fiRman Allah:
“Kecelakaan besaRlah bagi ORang-ORang
yang cuRang”. (Al-Muthaffifin:1).
Dan Rasulpun melaknat ORang yang menyOgOk dan yang disOgOk, sebagaimana hadis
shahih yang diRiwayatkan Oleh At-TiRmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Imam
Ahmad.
BeRbagai bentuk peRjudian pun digelaR, pembunuhan yang tanpa mempeRhitungkan
nilai kemanusiaan dan agama pun teRus teRjadi silih beRganti, padahal Rasul
Shalallaahu alaihi wasalam telah mempeRingatkan untuk meninggalkan tujuh hal
yang menghancuRkan.
اِجْتَنِبُوا
السَّبْعَ
الْمُوْبِقَاتِ.
قِيْلَ: يَا
رَسُوْلَ
اللهِ وَمَا
هُنَّ؟ قَالَ:
الشِّرْكُ
بِاللهِ
وَقَتْلُ
النَّفْسِ
الَّتِيْ
حَرَّمَ
اللهُ إِلاَّ
بِالْحَقِّ
وَالسِّحْرُ
وَأَكْلُ
الرِّبَا
وَأَكْلُ
مَالِ
الْيَتِيْمِ
وَالتَّوَلِّيْ
يَوْمَ
الزَّحْفِ
وَقَذْفُ
الْمُحْصَنَاتِ
الْغَافِلاَتِ
الْمُؤْمِنَاتِ.
Yang aRtinya: “Jauhilah
tujuh hal yang menghancuRkan (membina-sakan)”. BeRtanya paRa sahabat, apa
itu yang Rasulullah?, beRsabda beliau: “SyiRik
(menyekutukan Allah), membunuh jiwa yang Allah haRamkan, kecuali yang
dibenaRkan syaRi’at, sihiR (tenung dan santet), memakan Riba, memakan
(menyelewengkan) haRta anak yatim, laRi daRi peRtempuRan (kaRena takut),
menuduh wanita baik-baik beRzina”. (Ash-Shahihain).
Akan tetapi semua ini beRlaku, peRbuatan syiRik yang meRupakan biang malapetaka
dunia dan akhiRat kini seOlah telah menjadi sesuatu kebutuhan, beRapa banyak
kita dapati media masa yang menjajakan kesyiRikan, ulama-ulama sesat menyeRu
umat kepada peRbuatan syiRik dengan membungkus sedemikian Rupa untuk menipu
umat, dan kini meReka telah menancapkan kaki-kaki meReka.
Kaum Muslimin
Segala sesuatunya kini telah teRbalik, yang hak dikatakan dan dianggap batil,
yang batil dipeRtahankan, dan tidak malu-malu di hadapan yang hak.
Siapakah yang beRtanggung jawab akan hal ini?, yang jelas kita semua
beRtanggung jawab, kita sebagai umaRa’, ulama maupun pRibadi-pRibadi muslim.“Jikalau sekiRanya penduduk-penduduk negeRi
beRiman dan beRtakwa, pastilah Kami limpahkan kepada meReka beRkah daRi langit
dan bumi, tetapi meReka mendustakan (ayat-ayat) itu, maka Kami siksa meReka
disebabkan peRbuatannya”. (Al-A’Raf: 96).
Kaum Muslimin jamaah shalat Jum’at yang
mulia.
Islam adalah satu-satunya ajaRan yang menjamin ketenteRaman dan kesejahteRaan
hidup, tidak saja di dunia, tetapi bahkan di akhiRat, sebab ajaRan ini adalah
ajaRan daRi Dzat yang maha membeRikan jaminan bagi kebutuhan insan.
Kaum Muslimin
Untuk menyelamatkan negeRi dan umat ini tidak lain adalah kita kembali
memuRnikan dan menegakkan ajaRan Allah pencipta kita, ketika umat semakin jauh
daRi ajaRannya semakin gencaR pula azab yang akan diteRima dan ditimpahkan,
Oleh kaRena itu ada baiknya kita menilik kembali peRkataan Syaikh Ali Hasan
Al-AtsaRi bahwa tidak ada jalan lain dalam mengembalikan umat dan mempeRbaiki
umat ini kecuali dengan tashfiyah dan taRbiyah sebagaimana yang disebutkan di
dalam kitabnya “At-Tashfiah wat TaRbiyah”, “Bahwa
kOndisi yang buRuk yang menimpa kaum muslimin dewasa ini adalah akibat teRlalu
jauhnya meReka daRi kitab Allah dan sunnah RasulNya “. Kenapa hal itu bisa
teRjadi, Syaikh AbduRRahman Ibnu Yahya Al-Muallimi Al-Yamani tOkOh ulama salaf
abad XIV H yang dinukil dalam buku At-Tashfiah wat TaRbiyah hal 19-20 bahwa hal
itu teRpulang pada tiga peRsOalan.
أَقُولُ
قَوْ لِي
هَذَا
وَاسْتَغْفِرُوا
اللهَ ِليْ وَ
لَكُمْ إِنَّهُ
هُوَ
الْغَفُورُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah
Kedua
إِنَّ
الْحَمْدَ
لله
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهْ
وَنَعُوذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ
هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ
أَنَّ لاَ
إِلَهَ
إِلاَّ الله
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
رَسُوْلُ اللهِ.
أَمَّا
بَعْدُ؛
Kaum muslimin jamaah shalat
Jum’at yang dimuliakan Oleh Allah
Pada khutbah kedua ini, Syaikh Ali Hasan Al-AtsaRi melanjutkan dalam kitabnya
bahwa ada tiga hal pOkOk yang mendasaR dalam mengatuR sistem taRbiyah
(pembinaan) yang meRupakan Rangkaian daRi tashfiyah.
Kaum
Muslimin Rahimakumullah
Yang teRakhiR. Apakah keadaan dan kenyataan yang menimpa kita selama ini tidak
menjadikan kita beRfikiR dan beRbenah diRi untuk hidup yang akan datang,
kehidupan abadi yang menentukan sengsaRa atau bahagia.
“Maka apakah penduduk negeRi itu meRasa
aman daRi kedatangan siksaan Kami kepada meReka di malam haRi di waktu meReka
sedang tiduR”. (Al-A’Raf: 97).
“Maka apakah meReka meRasa aman daRi
adzab Allah (yang tidak teRduga-duga)? Tidaklah meRasa aman daRi adzab Allah
kecuali ORang-ORang yang meRugi”. (Al-A’Raf: 99).
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ. رَبَّنَا
اغْفِرْ لَنَا
وَلإِخْوَانِنَا
الَّذِيْنَ
سَبَقُوْنَا
بِاْلإِيْمَانِ
وَلاَ
تَجْعَلْ
فِيْ قُلُوْبِنَا
غِلاًّ
لِّلَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَءُوْفٌ
رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَّمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ
مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِوَالِدَيْنَا
وَارْحَمْهُمَا
كَمَا
رَبَّيَانَا
صِغَارًا.
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
الآخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
عِبَادَ
اللهِ، إِنَّ
اللهَ
يَأْمُرُكُمْ
بِالْعَدْلِ
وَاْلإِحْسَانِ
وَإِيتَآئِ
ذِي
الْقُرْبَى
وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَآءِ
وَالْمُنكَرِ
وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا
اللهَ
الْعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ
وَاسْأَلُوْهُ
مِنْ
فَضْلِهِ
يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ
أَكْبَرُ.
Oleh:
SyafaRuddin
:: COmpiled by oRiDo™ ::