
AkhiRi Ramadhan
Dengan Amal Shalih
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ
إِلاّ اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ آمَنُوْا
اتّقُوا
اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ صَلّى
الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً، وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Jama’ah
sekalian yang dimuliakan Allah Ta’ala.
MaRilah kita beRtakwa kepada Allah Ta’ala dengan takwa yang sebenaRnya.
Ketahuilah! PeRgantian siang dan malam menandakan umuR seseORang semakin
beRtambah, namun pada waktu yang sama, semakin mendekatkannya dengan ajal.
Sungguh! Waktu adalah mOdal penting bagi setiap ORang. Maka, hendaklah kita
memanfaatkannya dengan baik dan efesien. Ambillah pelajaRan daRi peRjalanan
waktu. KaRena waktu adalah nafas seseORang yang teRus mendekatkan diRinya daRi
akhiR kehidupannya di dunia.
Ikhawani
Fiddin yang dimuliakan Oleh Allah Ta’ala
Sesungguhnya bulan suci Ramadhan yang diRindukan kedatangannya, sudah sekian
lama kita tunggu-tunggu, kini akan segeRa meninggalkan kita. Menjauh daRi
kesehaRian kita. Hendaklah kita melakukan intROspeksi diRi, apa yang telah ktia
lakukan di bulan yang penuh beRkah ini? Sudah ikhlaskah kita dalam beRibadah
pada bulan yang suci ini dengan maksimal?
MaRilah kita tanya diRi kita, apakah kita telah membawa
pahala atau kita meninggalkan bulan Ramadhan dengan tangan hampa tanpa pahala?
Atau bahkan sebaliknya kita tinggalkan bulan ini dengan beRlumuRan dOsa? Wal iyadzu billah.
BaRangsiapa yang telah banyak melakukan kebaikan, maka
hendaklah dia memuji Allah Ta’ala. Dan beRhaRap agaR Allah Ta’ala beRkenan
meneRima amal ibadah yang dia lakukan dan hendaklah dia istiqamah sampai ajal
tiba. Sedangkan ORang yang lalai, yang telah membiaRkan Ramadhan lewat begitu
saja tanpa kesungguhan dalam beRibadah di dalamnya, maka hendaklah dia
beRtaubat kepada Allah Ta’ala dengan taubat yang sungguh-sungguh.
BeRsegeRah untuk beRtaubat sebelum semuanya teRlambat!
Tutuplah lembaRan-lembaRan bulan Ramadhan ini dengan kebaikan dan amal shalih.
KaRena, amalan itu teRgantung dengan amalah penutupnya. PeRbanyaklah bekal
menuju akhiRat dengan takwa kepada Allah Ta’ala. AkhiRilah bulan yang mulia ini
dengan amalan-amalan shalih. Janganlah lalai, janganlah abaikan diRi-diRi
kalian! Janganlah kalian lupakan haRi akhiRat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wasallam beRsabda,
الكيس
من دان نفسه
وعمل لما بعد
الموت والعاجز
من أتبع نفسه
هواها وتمنى
على الله
“ORang yang ceRdas adalah insan yang
mengekang nafsunya dan beRamal untuk (bekal) setelah kematian. Sedangkan ORang
yang lemah adalah ORang yang mengikuti hawa nafsunya dan banyak
beRangan-angan.” (At-TiRmidzi dan Ibnu Majah, didha’ifkan Oleh al-Albani)
Jama’ah
shalat Jum’at yang dimuliakan Oleh Allah Ta’ala.
Meski Ramadhan akan segeRa beRlalu, bukan beRaRti kesempatan beRamal sudah
habis. Di akhiR Ramadhan, masih ada bebeRapa ibadah yang disyaRiatkan sebagai
penutup amalan seORang hamba yang mulia ini. Di antaRa syaRi’at itu adalah:
PeRtama: IstighfaR. hendaklah kita mempeRbanyak istighfaR
kepada Allah Ta’ala. IstighfaR menjadi penutup bagi segala amal kebaikan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam jika selesai melaksanakan shalat
faRdhu, beliau beRistighfaR dalam keadaan menghadap kiblat. Beliau beRistighfaR
tiga kali. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga beRistighfaR setiap
selesai melakukan shalat malam. Allah Ta’ala beRfiRman menceRitakan sifat-sifat
kaum mukminin:
وَالْمُسْتَغْفِرِينَ
بِالأَسْحَارِ
“Dan
yang memOhOn ampun di waktu sahuR.” (Qs Ali ImRan 3/17)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengakhiRi
hayatnya dengan istighfaR. Allah Ta’ala beRfiRman kepada Nabi-Nya:
إِذَا
جَاء نَصْرُ
اللَّهِ
وَالْفَتْحُ{1}
وَرَأَيْتَ
النَّاسَ
يَدْخُلُونَ
فِي دِينِ اللَّهِ
أَفْوَاجاً{2}
فَسَبِّحْ
بِحَمْدِ رَبِّكَ
وَاسْتَغْفِرْهُ
إِنَّهُ
كَانَ تَوَّاباً{3}
“Apabila telah datang peRtOlOngan
Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan
beRbOndOng-bOndOng, maka beRtasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mOhOnlah ampun
kepada-Nya.Sesungguhnya Dia adalah Maha PeneRima taubat.” (Qs an-NashR/110:1-3)
Hikmah mengakhiRi amal dan menutup usia dengan istighfaR
yaitu beRpeRan untuk menutupi kekuRangan seRta kesalahan dalam amalan sepanjang
usia. KaRena manusia tidak akan lepas daRi kekuRangan dan kesalahan.
Hikmah lainnya, agaR seORang muslim tidak teRtipu atau
silau dengan amal ibadah yang telah dilakukannya. Hendaklah seORang muslim
senantiasa menganggap diRinya kuRang maksimal dalam menunaikan hak-hak Allah
Ta’ala. sekalipun telah banyak amalan yang dia peRbuat. Oleh sebab itu,
disyaRiatkan beRistighfaR, memOhOn ampunan Allah Ta’ala atas kekuRangan ini.
SaudaRaku sesama muslim, jika yang melakukan amal shalih
saja sisyaRiatkan untuk beRistighfaR, lalu bagaimana dengan ORang yang
senantiasa melakukan peRbuatan dOsa dan maksiat, namun dia enggan
beRistighfaR?!
Jama’ah
Shalat Jum’at yang dimuliakan Oleh Allah Ta’ala
DiantaRa amal shalih yang bisa dijadikan sebagai penutup bulan yang penuh
baRakah ini yaitu zakat fithRi. Zakat fitRah meRupakan syiaR Islam dan
kewajiban yang agung. Allah Ta’ala mewajibkannya atas seluRuh kaum muslimin,
baik laki-laki maupun peRempuan, kecil maupun besaR, meRdeka maupun budak.
Zakat ini sebagai pembeRsih bagi ORang yang beRpuasa dan sebagai makanan bagi
ORang-ORang miskin, agaR meReka ikut seRta meRasakan kebahagiaan di haRi Raya
Idul FitRi. Zakat ini diambilkan daRi makanan pOkOk daeRah setempat. Allah
Ta’ala beRfiRman:
مِنْ
أَوْسَطِ مَا
تُطْعِمُونَ
أَهْلِيكُمْ
“Yaitu
daRi makananyang biasa kamu beRikan kepada keluaRgamu.” (Qs al-Maidah/5: 89)
Inilah jenis makanan yang bisa dijadikan sebagai zakat
fithRah. Namun jika ada yang menunaikan zakat fithRahnya dengan makanan yang
lebih bagus kuwalitasnya daRipada yang biasa dia kOnsumsi, maka itu lebih
utama. Sebaliknya, belum dikatakan menunaikan zakat, jika dia menggunakan
makanan yang jelek. Allah Ta’ala beRfiRman:
وَلاَ
تَيَمَّمُواْ
الْخَبِيثَ
مِنْهُ
تُنفِقُونَ
وَلَسْتُم
بِآخِذِيهِ
إِلاَّ أَن
تُغْمِضُواْ
فِيهِ
وَاعْلَمُواْ
أَنَّ اللّهَ
غَنِيٌّ
حَمِيدٌ
“Dan
janganlah kamu memilih yang buRuk-buRuk lalu kamu nafkahkan daRi padanya,
padahal kamu sendiRi tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata
teRhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha TeRpuji.” (Qs
al-BaqaRah/ 2:267)
Jama’ah
shalat Jum’at yang dimuliakan Oleh Allah Ta’ala
Atas dasaR itu, hendaklah kita mempeRhatikan amalan ini. Hendaklah kita
menunaikannya sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam .
janganlah kita menunaikan dengan wujud uang, kaRena Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam dan paRa sahabat tidak peRnah menunaikannya dengan uang,
padahal uang pada saat itu sudah ada. Tunaikanlah peRintah ini sebagaimana
mestinya agaR menjadi amalan yang diteRima dan beRmanfaat bagi si pelaku. Dan
semOga Allah Ta’ala menjadikan kita teRmasuk ORang-ORang yang diteRima
amalannya.
Ikhwani,
Rahimanillah wa iyyakum jami’an.
Amalan lain yang disyaRiatkan Oleh Allah Ta’ala di penghujung bulan ini
beRtakbiR, mengagungkan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala beRfiRman:
وَلِتُكَبِّرُواْ
اللّهَ عَلَى
مَا هَدَاكُمْ
وَلَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
“Dan hendaklah kamu mengagungkan
Allah atas petunjuk-Nya yang dibeRikan kepadamu, supaya kamu beRsyukuR.” (Qs
al-BaqaRah/ 2:185)
TakbiR disyaRiatkan apabila telah teRlihat hilal bulan
syawal sampai pelaksanaan shalat ied. TakbiR ini dilakukan di masjid-masjid,
Rumah-Rumah dan jalan-jalan sebagaimana yang dilakukan Oleh paRa sahabat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, guna menyebaRkan syiaR Islam dan
mengagungkan Allah Ta’ala atas segala kaRunia dan nikmat-Nya.
Itulah bebeRapa amalan yang Allah Ta’ala syaRiatkan di
akhiR bulan yang mulia ini.
SemOga Allah Ta’ala menjadikan kita teRmasuk ORang-ORang
yang beRgegas melakukan amal kebaikan yang Allah Ta’ala syaRi’atkan kepada
kita.
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
Khutbah
yang kedua
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ
وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ وَلِيُّ
الصَّالِحِينَ
وَأَشْهَدُ
أَنّ مُحَمّدًا
خَاتَمُ
الأَنْبِيَاءِ
وَالْمُرْسَلِينَ
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.,
أَمَّابعد,
Jama’ah
Jum’ah yang dimuliakan Oleh Allah Ta’ala
Wahai sekalian kaum muslimin! Wahai ORang-ORang yang sudah teRbiasa
melaksanakan amal ibadah pada bulan Ramadhan yang mulia ini, hendaklah kalian
selalu beRusaha menjaga amalan kalian. Jagalah amalan kalian sepanjang hidup
kalian! KaRena Allah Ta’ala senantiasa mengawasi kalian dalam segala waktu.
Meski Ramadhan telah usai, namun kesempatan dan amalan seORang muslim tidak
akan beRakhiR sampai meninggal. Allah Ta’ala beRfiRman:
وَاعْبُدْ
رَبَّكَ
حَتَّى يَأْتِيَكَ
الْيَقِينُ
“Dan
sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). (Qs al-HijR/15:
99)
Wahai ORang-ORang yang teRbiasa mendatangi masjid, duduk
beRibadah di sana. Lanjutkanlah amalan mulia ini. KaRena masjid-masjid itu
meRupakan Rumah-Rumah Allah Ta’ala yang dibangun untuk paRa hamba yang hendak
menunaikan ibadah.
Wahai
ORang yang teRbiasa membaca al-QuR`an, teRuslah membacanya. KaRena kalian
senantiasa membutuhkannya. Al-QuR`an adalah cahaya buat kalian, jalan menuju
suRga Allah Ta’ala. al-QuR`an adalah tali penghubung yang kuat dengan Allah.
Wahai
ORang-ORang yang teRbiasa melaksanakan shalat malam, yang teRbiasa beRsedekah,
lanjutkanlah amalan shalil kalian dan teRuslah beRistighfaR, memOhOn ampunan
kepada Allah Ta’ala.
TeRakhiR,
semOga Allah menjadikan kita semua teRmasuk ORang-ORang yang istiqamah di atas
ketentuan-ketentuan syaRiat ini dan semOga Allah Ta’ala menjadikan kita
teRmasuk ORang-ORang yang senantiasa beRgegas melaksanakan amalan shalih.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
رَبَّنا لا
تُزِغْ
قُلُوبَنَا
بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنا
، وَهَبْ
لَنَا مِنْ
لَدُنْكَ رَحْمة
، إِنّكَ أنتَ
الوَّهابُ
رَبَّنَا لَا
تَجْعَلْنَا
فِتْنَةً
لِّلَّذِينَ
كَفَرُوا
وَاغْفِرْ
لَنَا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
أَنتَ
الْعَزِيزُ
الْحَكِيمُ
اللَّهُمَّ
يَا
مُقَلِّبَ
الْقُلُوبِ
وَالأَبْصَارِ
، ثَبِّتْ
قَلْبِي
عَلَى دِينِكَ.
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النّارِ.
والحمد لله رب
العالمين.
SUMBER::
MAJALAH AS-SUNNAH, EDISI KHUSUS (06-07) TH.XII RAMADHAN-SYAWWAL 1429H
SEPTEMBER-OKTOBER 2008M.
:: Compiled by oRiDo™ ::