Valentine's Day Dalam Sorotan
Jumat, 08
Februari 13
Khutbah
Pertama
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ
اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ
صَلّى الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ
اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً،
وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Amma
ba’du:
Keinginan
untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut
menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari
sisi keyakinan dan pemikiran. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah,
ibadah, syi'ar dan kebiasaan. Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya,
"Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum
tersebut." (HR. At-Tirmidzi).
Valentines Day adalah salah satu contoh hari besar di luar Islam yang pada hari
itu sebagian kaum muslimin ikut memperingatinya, terutama kalangan ramaja dan
pemuda. Padahal Valentine -menurut salah satu versi sebuah ensiklopedi- adalah
nama pendeta St. Valentine yang dihukum mati karena menentang Kaisar Claudius
II yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu kiranya perlu
dijelaskan kepada kaum muslimin mengenai hukum merayakan hari Valentine atau
yang sering disebut sebagai hari kasih sayang.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, "Memberikan ucapan selamat terhadap acara
ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan
tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan
mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan sejenisnya. Bagi yang
mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu
merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan
mereka yang menyekutukan Allah subhanahu wata'ala. Bahkan perbuatan
tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah subhanahu wata'ala dan lebih
dimurkai daripada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.
Banyak orang yang terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya
perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas
perbuatan maksiat, bid'ah atau kekufuran. Padahal dengan itu ia telah
menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah subhanahu
wata'ala."
Abu Waqid meriwayatkan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik
orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka
menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Wahai Rasulullah,
buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu
Anwaath." Maka Rasulullah bersabda, "Maha Suci Allah, ini
seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana
mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh
kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian." (HR.
At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).
Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine's Day mengatakan,
"Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena alasan berikut:
Pertama; ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di
dalam syari'at Islam.
Kedua; ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan
seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih
(pendahulu kita) -semoga Allah meridhai mereka-. Maka tidak halal melakukan
ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian,
saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga
dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan
ikut-ikutan. Semoga Allah subhanahu wata'ala melindungi kaum muslimin
dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan
semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya."
Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk
melaksanakan wala' dan bara' (loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari
golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf
shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu'min dan membenci dan menyelisihi
orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.
Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan
ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk
lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka,
mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap
raka'at shalatnya telah membaca ayat,artinya,
"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah
Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan
bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (Al-Fatihah:6-7)
Bagaimana mungkin ia memohon kepada Allah subhanahu wata'ala agar
ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan
golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri justru menempuh jalan
sesat itu dengan sukarela.
Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan
membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati.
Allah subhanahu wata'ala telah berfirman, yang artinya,
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah
pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka
menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim."
(al-Maidah:51)
Di dalam ayat lainnya, artinya,
"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan
hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah
dan Rasul-Nya." (Al-Mujadilah: 22)
Ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya
saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka
citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.
Saudaraku!! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini
adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta
adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama
lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh
budaya dan gaya hidup mereka.
Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih
mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan
normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat
struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.
Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua,
sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa
dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa
mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian
pula untuk ayah, saudara, suami dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus
pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.
Semoga Allah subhanahu wata'ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh
dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk
ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi
orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan
orang-orang yang disebutkan dalam hadits qudsi, Allah subhanahu wata'ala
berfirman yang artinya,
"Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang
saling berkorban karena Aku dan yang saling mengunjungi karena Aku."
(HR. Ahmad).(fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)
بارَكَ الله
لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
الْآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هذا
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ
وَلَكُمْ
Khutbah
Kedua:
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
§ Seorang muslim dilarang untuk meniru-niru
kebiasan orang-orang di luar Islam, apalagi jika yang ditiru adalah sesuatu
yang berkaitan dengan keyakinan, pemikiran dan adat kebiasaan mereka.
§ Bahwa mengucapkan selamat terhadap acara
kekufuran adalah lebih besar dosanya dari pada mengucapkan selamat kepada
kemaksiatan seperti meminum minuman keras dan sebagainya.
§ Haram hukumnya umat Islam ikut merayakan Hari
Raya orang-orang di luar Islam.
§ Valentine's Day adalah Hari Raya di luar Islam
untuk memperingati pendeta St. Valentin yang dihukum mati karena menentang
Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu tidak boleh
ummat Islam memperingati hari Valentin's tersebut.
اللهم صَلِّ
عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ،
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اللهم
بَارِكْ عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ، كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اللهم
اغْـفِـرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْـفِـرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ،
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
اللهم إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الْهُدَى
وَالتُّقَى
وَالْعَفَافَ
وَالْغِنَى.
اللهم إِنَّا
نَعُوْذُ
بِكَ مِنْ
زَوَالِ
نِعْمَتِكَ
وَتَحَوُّلِ
عَافِيَتِكَ
وَفُجَاءَةِ
نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ
سَخَطِكَ.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلى الله
عَلَى
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَسَلَّمَ
[Sumber:
Ada Apa dengan Valentines Day? , Penerbit: Al-Sofwa, dengan beberapa
penambahan dari redaksi]