Surat Untuk Para Cendikiawan Oleh: Dr. Husain
bin Abdul 'Aziz Aalu Syaikh
Rabu, 12
Februari 14
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا
اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا
اللهَ وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ
صَلّى الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ
اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً،
وَكُلّ ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Kaum Muslimin rahimakumullah
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا اللهَ
حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ إِلاَّ
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
"Wahai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa
kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan
beragama islam".
(Ali-Imran: 102)
Marilah senantiasa menjaga ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala
agar Dia selalu menjaga kita dari seluruh keburukan dan kesempitan hidup, dan
semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan jalan keluar terbaik
bagi kita dari semua permasalahan yang kita hadapi.
Kaum Muslimin rahimakumullah
Setiap yang berakal sehat sepakat bahwa persatuan dan kerukunan adalah tuntutan
yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh umat yang mengharap kejayaan dan
kebaikan. Oleh karena itu, Islam datang untuk menguatkan persatuan barisan,
memperhatikan tolong menolong dalam kebaikan, kerukunan serta persaudaraan
dalam rangka meraih kebaikan dan menangkal kerusakan.
Kaum Muslimin rahimakumullah
Sesungguhnya derita yang menimpa umat islam saat ini diberbagai belahan dunia
yang diakibatkan oleh berbagai peristiwa, mengharuskan setiap Muslim,
bagaimanapun martabat dan tingkat keilmuannya, untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu
wa Ta'ala. Dan hendaknya semua sikap bertolak dari dasar yang menyatukan,
bukan memisahkan, merukunkan, bukan mencerai beraikan, selama itu bisa
dilakukan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاعْتَصِمُوا
بِحَبْلِ
اللهِ
جَمِيعًا وَلاَ
تَفَرَّقُوا
وَاذْكُرُوا
نِعْمَتَ اللهِ
عَلَيْكُمْ
إِذْ كُنتُمْ
أَعْدَآءً فَأَلَّفَ
بَيْنَ
قُلُوبِكُمْ
فَأَصْبَحْتُم
بِنِعْمَتِهِ
إِخْوَانًا
"Dan
berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu
(masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara." (Ali Imran: 103)
Sungguh, seharusnya pada saat ada gerakan-gerakan yang menuntut perubahan besar
seperti saat ini yang masih berlangsung diberbagai negara, maka wajib bagi para
ulama dan pemimpin untuk mengasihi dan memelihara umat, rakyat, serta negara
mereka dari kesengsaraan perpecahan dan bergolong golongan. Karena kebahagiaan
itu sebenarnya terletak pada persatuan kalimat; kebaikan itu terletak pada
kesatuan barisan; dan kemakmuran terletak pada persatuan masyarakat muslim.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلَوْ
شَآءَ
رَبُّكَ
لَجَعَلَ
النَّاسَ أُمَّةً
وَاحِدَةً
وَلاَيَزَالُونَ
مُخْتَلِفِينَ
{118} إِلاَّمَن
رَّحِمَ
رَبُّكَ وَلِذَلِكَ
خَلَقَهُمْ
"Jikalau
Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka
senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh
Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka." (Huud:118-119)
Dalam memahami ayat ini para Ulama Salaf mengatakan bahwa orang-orang yang
dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak akan berselisih dengan
perselisihan yang membahayakan mereka. Ketika perselisihan membawa kepada
perpecahan dan pertentangan, maka ini akan menyebabkan mereka dijauhkan dari
rahmat Allah di dunia dan akhirat.
Kaum Muslimin rahimakumullah
Dalam agama Islam, perselisihan bukanlah menjadi penyebab perpecahan dan
permusuhan. Dia bukan hal yang mengancam persatuan, bukan pula yang melumpuhkan
gerakan masyarakat dan kehidupan. Namun perselisihan, tatkala terpaksa,
merupakan sebuah fenomena yang sah-sah saja, yang menuntut ada upaya untuk
memilih pendapat terbaik yang bisa mendatangkan kemaslahatan dan menolak
keburukan. Dengan ini, keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala akan
terealisasi buat masyarakat yang mendatangkan persatuan dan kerukunan serta
dijauhkannya perpecahan dan pertikaian.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إن الله
يرضى لكم
ثلاثا
"Sesungguhnya
Allah meridhai bagi kalian tiga hal".
Diantara yang beliau sebutkan:
وأن
تعتصموا بحبل
الله جميعا
ولا تفرقوا
"Dan
kalian berpegang teguh dengan tali Allah dan kalian tidak berpecah belah". (HR. Imam Muslim)
Kaum Muslimin rahimakumullah
Barakah di negara-negara Muslim dan kebaikan buat masyarakatnya tidak akan bisa
diraih kecuali dengan mengalah dan tidak mempertahankan pendapat sendiri demi
kepentingan persatuan dan kesatuan. Benarlah apa yang diriwayatkan dari
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :
البركة
في ثلاثة
"Barakah
ada pada tiga hal".
Diantara yang beliau shallallahu 'alaihi wasallam sebutkan adalah:
الجماعة
"Al-Jama'ah". (HR. Thabrani dan Baihaqi; dihasankan
al-Albani)
Hindarilah perpecahan dan perbantahan serta jauhilah sikap
berkelompok-kelompok. Rabbuna Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:
وَأَطِيعُوا
اللهَ
وَرَسُولَهُ
وَلاَتَنَازَعُوا
فَتَفْشَلُوا
وَتَذْهَبَ
رِيحُكُمْ
وَاصْبِرُوا
إِنَّ اللهَ
مَعَ الصَّابِرِينَ
"Dan
taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang
menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Al-Anfal: 46)
Wahai orang-orang yang memandang ijtihadnya yang benar! Semoga Allah membalas
usaha kalian ! namun tatkala pendapat kalian itu bertentangan dengan pendapat
jama'ah (orang banyak), maka utamakanlah kemaslahatan umum. Karena kemaslahatan
serta manfaat persatuan jauh mengungguli kerusakan yang disebabkan oleh
perpecahan dan perselisihan akibat berpegang dengan pendapat sendiri.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, dan beliau hidup
dimasa perselisihan dan perpecahan ummat, "Apabila sebuah kaum berpecah
belah niscaya mereka akan rusak serta binasa dan jika mereka bersatu niscaya
mereka akan baik dan berkuasa, karena sesungguhnya persatuan adalah rahmat, dan
perpecahan adalah azab".
بارك
الله لي ولكم
فيما سمعنا،
أقول هذا القول،
وأستفغفر
الله لي ولكم
ولسائر
المسلمين من
كل ذنب،
فاستغفروه،
إنه هو الغفور
الرحيم.
Khutbah Kedua
أحمد
ربي وأشكره،
وأشهد أن لا
إله إلا الله
وحده لا شريك
له، وأشهد أن
نبينا محمدا
عبده ورسوله.
Kaum
Muslimin, rahimakumullah
Dalam rangka menjaga persatuan, maka hendaklah kaum muslimin mewaspadai dan
menjauhi sikap yang meremehkan kedudukan orang yang diridhai oleh kaum muslimin
sebagai pemimpin. Karena sikap itu bisa menimbulkan banyak keburukan dan
kerusakan besar. Alangkah besar dosanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala
dan alangkah buruknya di mata syariat, apabila perselisihan dalam perkara dunia
menyebabkan jiwa melayang, korban luka-luka, serta kerusakan harta benda dan
kedudukan.
Bukankah kita memiliki al-Qur'an yang bisa membimbing langkah-langkah kita ?!
bukankah kita memiliki Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang
menjelaskan kepada kita semua yang bisa memperbaiki keadaan kita di dunia dan
akhirat?! Semua metode yang keluar dari jalur al-Qur'an dan as-Sunnah merupakan
cara-cara syaithan dan jalan permusuhan yang tidak diakui oleh syari'at, serta
tidak sejalan dengan peradaban dan masyarakat yang luhur nan tinggi!
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
لا
ترجعوا بعدي
كفارا يضرب
بعضكو رقاب
بعض
"Janganlah
kalian kembali kufur dengan saling membunuh satu sama lain". (HR. Bukhari dan Muslim)
Dimanakah perhatian ummat ini terhadap wejangan yang agung ini?
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kaum Muslimin kuat berpegang
teguh dengan al-Qur'an dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman salaful ummah!
Menjadikan mereka termasuk orang-orang segera menyadari kesalahan-kesalahan
yang dilakukannya jika terjebak dalam kesalahan lalu beristighfar memohon
ampunan kepada Allah!
إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً
لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوفٌ
رَّحِيمٌ
اللهم
افتح بيننا
وبين قومنا
بالحق وأنت
خير الفاتحين.
اللهم
إنا نسألك
علما نافعا
ورزقا طيبا
وعملا متقبلا
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ
وصلى
الله على
نبينا محمد
وعلى آله
وصحبه و َمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ
Sumber Majalah As-Sunnah edisi 05/Thn
XII/Syawwal 1434H/September 2013M