SAYANGILAH WANITA
Rabu,
06 April 11
Khutbah
Pertama
Amma
ba’du :
Wahai
kaum muslimin dan muslimat ! bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wata’ala, dan
bersyukurlah kepadaNya Yang telah menunjukkan anda kepada agama Islam dan
menganugerahkan nikmat dan karuniaNya kepada anda semua.
Wahai
para hamba Allah, Ibadallah ! Salah satu kelebihan agama Islam dan
keistimewaan syari’at kita ialah lengkap dan menyeluruh. Tidak ada satupun
aspek kehidupan yang tidak ditentukan peraturan dan hukumnya. Allah Maha
Bijaksana dalam menciptakan dan memilih segala sesuatu.
أَلاَيَعْلَمُ
مَنْ خَلَقَ
وَهُوَ
اللَّطِيفُ
الْخَبِير
Apakah
Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan
rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui (QS. Al-Mulk :14)
Ayyuhal
muslimun ! Salah satu aspek utama yang mendapat
perhatian besar dari Islam, bahkan dikelilingi dengan pagar yang kokoh dan
dibuatkan tata cara yang jelas karena kedudukannya yang sangat peting ialah
aspek yang berhubungan dengan wanita, tanggung jawabnya di dalam umat,
kedudukannya di masyarakat, serta hak dan kewajibannya. Hal itu tidak lain
karena wanita merupakan batu bata dan bibit pertama yang menjadi pondasi
bangunan keluarga. Kemudian menjadi pondasi kebangkitan umat dan pembangunan
peradabannya. Di samping itu, wanita adalah ibu yang penuh kasih dan sayang,
pendidik yang terhormat, pasangan hidup yang setia dan meneteramkan jiwa, adik
yang pemurah dan menyenangkan, putri yang lembut dan berbakti, bahkan merupakan
lembaga pendidikan yang sesungguhnya untuk menyiapkan generasi dan mencetak
pemimpin-pemimpin masa depan.
Saudara-saudara
seiman dan seakidah! Islam datang tatkala wanita terampas hak-haknya, patah
sayap-sayapnya, tercabut kehormatan-kehormatannya, dilecehkan dan diremehkan,
dianggap sebagai biang keladi kesialan, diperlakukan secara buruk, disejajarkan
dengan barang murahan, dihargai serendah-rendahnya, bisa dijual belikan, bisa
dihibahkan dan disewakan semaunya, tidak punya hak milik dan hak waris, bahkan
boleh dibunuh atau dikubur hidup-hidup tanpa kesalahan dan dosa apapun. Ketika
Islam datang dengan kebijaksanaan dan keadilannya, langsung mengangkat martabat
wanita, menaikkan kedudukannya, mengembalikan kehormatannya, memperlakukannya
secara proporsional, melenyapkan prilaku jahiliyah terhadapnya dan
menganggapnya sebagai pasangan hidup laki-laki dan saudara kandungnya.
Allah
Subhanahu Wata’ala menyebut wanita di dalam kitab suciNya bersama-sama dengan
laki-laki dalam banyak tempat. Allah berfirman :
فَاسْتَجَابَ
لَهُمْ
رَبُّهُمْ
أَنِّى لآَأُضِيعُ
عَمَلَ
عَامِلٍ
مِّنكُم مِّن
ذَكَرٍ وَأُنثَى
Maka
Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman):"Sesungguhnya
Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik
laki-laki atau perempuan. ( (QS.
Ali Imron :195)
Allah
juga berfirman :
مَنْ عَمِلَ
صَالِحًا
مِّن ذَكَرٍ
أَوْ أُنثَى
وَهُوَ
مُؤْمِنٌ
فَلَنُحْيِيَنَّهُ
حَيَاةً
طَيِّبَةً
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ
أَجْرَهُمْ
بِأَحْسَنِ
مَاكَانُوا
يَعْمَلُونَ
Barangsiapa
yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan
beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan
sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih
baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS.
An-Nahl :97)
Dan
Allah berfirman :
يَآأَيُّهَا
النَّاسُ
إِنَّا
خَلَقْنَاكُم
مِّن ذَكَرٍ
وأُنثَى
Hai
manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan (QS. Al-Hujurat :13)
Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berpesan agar umatnya memperlakukan wanita dengan
baik. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
“
Perlakukanlah kaum wanita dengan baik.” (Shahih
Al-Bukhari, 5186 dan Shahih Muslim, 1468 )
Sementara
Ahmad, Abu daud dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah Radiyallahu
‘anhu bahwa Rasulullah bersabda :
“ Orang
mukmin yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling baik akhlaknya. Dan
orang yang paling baik di antara kamu ialah orang yang paling baik kepada
istri-istrinya.”
(Al-Musnad, 2/472, Sunan Abi Daud, 4682, Jami’ At-Tirmidzi, 1162 dan Shahih
Ibnu Hibban, 4176 )
Islam
juga menjamin hak-hak wanita untuk memperoleh kehormatan, kemanusiaan,
kebebasan (yang syar’i), dan amal-amal Islam yang sesuai dengan karakter
kewanitaannya, sepanjang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Juga tidak berlawanan dengan kaidah-kaidah atau tujuan-tujuan pokok syari’at
Islam, serta dilaksanakan di dalam lingkungan wanita yang terlindung. Islam bahkan
memberikan hak yang sama antara laki-laki dan wanita dalam sejumlah bidang.
Hanya, kesamaan hak ini bertumpu pada ukuran syari’ah dan berpijak pada dasar
nash yang shahih dan akal yang sehat.
Sesungguhnya
Allah telah membekali laki-laki dan wanita dengan kekuasaan, keistimewaan dan
piranti tertentu yang berbeda satu sama lain. Dan Islam menyiapkan laki-laki
dan wanita untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu yang sesuai denga kodrat
masing-masing di dalam hidup ini. Allah memberikan fisik yang kuat kepada
laki-laki agar dapat berusaha dan bekerja keras. Sedangkan wanita di karuniai
kelembutan dan kasih sayang agar dapat mendidik anak-anak, membesarkan generasi
dan membangun keluarga muslim dengan baik.
Wahai
umat Islam ! Apa lagi yang di inginkan wanita setelah mendapatkan kemuliaan ini
? Apa lagi yang diidam-idamkan oleh kaum hawa setelah memperoleh perlindungan
dan perhatian semulia ini ? Apakah mereka ingin mengganti sesuatu yang baik
dengan sesuatu yang buruk ? Apakah mereka lebih suka berpenampilan seronok,
membuka aurat, merendahkan martabat sendiri, dan bergaul bebas daripada
menjalani hidup yang suci, terpelihara dan terhormat ? Apakah mereka hendak
membuang nash-nash Al-Qur’an dan Hadist yang berisi perintah menutup aurat dan
menjaga kehormatan diri ke tempat sampah. Kemudian memilih terpedaya dengan
bunga-bunga yang menjebak, suara-suara yang keras, propaganda-propaganda yang
menyesatkan, dan kata-kata bernada menipu yang menghampiri kita dari waktu ke
waktu ? Akankah mereka meninggalkan kewajiban meneladani para Ummul mukminin
yang suci dan tokoh-tokoh muslimah terkemuka yang shalihah seperti ibu Aisyah,
Khadijah, Fatimah, Sumayyah, Nusaibah dan lain-lain. Kemudian memilih mengikuti
jejak wanita-wanita jalang dan meniru gaya hidup wanita-wanita pendosa ? Wal
iyadzu billah !
Saudaraku,
wanita muslimah ! Anda tidak akan dapat menggapai kesempurnaan yang anda
inginkan, mengembalikan kejayaan yang hilang, dan meraih kedudukan yang tinggi
kecuali dengan mengikuti ajaran Islam dan mematuhi hukum-hukum syari’at. Karena
ia dapat menanamkan rasa cinta kepada keutamaan dan kemauan untuk membersihkan
diri dari kenistaan. Pertahankan kedudukan anda maka anda pasti dipuji !
Tinggallah di rumah, maka anda pasti bahagia ! Jagalah aurat, maka anda akan
menjadi wanita shalihah ! Dan peliharalah kehormatan diri, maka anda akan bebas
dari masalah.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :
وَقَرْنَ فِي
بُيُوتِكُنَّ
وَلاَتَبَرَّجْنَ
تَبَرُّجَ
الْجَاهِلِيَّةِ
اْلأُوْلَى
Dan
hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku
seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu. (QS.
Al-Ahzab :33)
يَآأَيُّهَا
النَّبِيُّ
قُل
لأَزْوَاجِكَ
وَبَنَاتِكَ
وَنِسَآءِ
الْمُؤْمِنِينَ
يُدْنِينَ
عَلَيْهِنَّ
مِن
جَلاَبِيبِهِنَّ
Hai Nabi
katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri
orang mu'min:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka".
(QSAl-Ahzab :59)
Wahai
wanita ! Di dalam Islam, anda adalah mutiara yang dilindungi dan permata yang
dijaga. Sedangkan di tempat lain, anda adalah boneka di tangan orang yang
jahat, mainan dan dagangan yang bisa diperjual-belikan, bahkan dipermainkan
oleh serigala berkepala manusia. Mereka mengabaikan kehormatan dan
kemuliaannya. Kemudian mereka menyebutnya seperti biji dan membuangnya seperti
daki.
Jadi, manakala wanita melanggar etika-etika Islam, mengabaikan auratnya dan
memamerkannya kepada laki-laki, bergaul bebas dengannya dan memakai parfum yang
wangi, air mukanya pasti akan kering, rasa malunya berkurang, dan wibawanya menghilang.
Lalu malapetaka besar akan menimpanya, keburukan dan penderitaan akan
menderanya.
Wahai
wanita muslimah yang bangga dengan keislamannya ! Wahai wanita merdeka yang
terjaga dan terpelihara ! Anda adalah pusaka terbaik yang diwariskan oleh
generasi terbaik. Berpeganglah pada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah.
Waspadalah terhadap tangan-tangan yang jahil, mata-mata usil, dan jiwa-jiwa
kotor lagi jahat yang hendak menurunkan anda dari singgasana kemuliaan,
menjatuhkan anda dari langit kejayaan, dan mengusir anda dari istana
kebahagiaan. Awas, jangan sekali-kali terpedaya dan takluk di depan perang
terbuka antara serba tertutup dan serba terbuka, antara serba terjaga dan serba
boleh. Betapa tidak, fakta telah membuktikan secara nyata bahwa berpakaian seronok
dan membuka aurat adalah kendaraan dan jalan menuju kerusakan dan kebejatan
moral.
Sesungguhnya
musuh-musuh Islam itu merasa gusar dan sakit hati melihat kehormatan dan
kemuliaan yang disandang wanita muslimah. Maka mereka pun berusaha memasang perangkap
dan menjebaknya, lalu menembaknya dengan tombak dan anak panah. Anehnya, ada
orang-orang tertentu yang sebangsa dan sebahasa dengan kita rela memperjuangkan
cita-cita mereka, bergabung dengan mereka, dan berusaha menyebarkan ide-ide
mereka. Mereka melancarkan perang pemikiran yang sangat dahsyat terhadap
saudara-saudara kita, kaum muslimah melalui judul-judul yang menipu dan
kata-kata yang menyihir di sana dan sini. Mereka mengaku sebagai pembebas
wanita. Mereka menuntut agar wanita bekerja di luar rumah. Mereka menyebarkan
isu-isu yang provokatif dan syubhat-syubhat yang batil. Terhadap masyarakat
muslim yang memegang teguh ajaran agamanya. Mereka mengatakan: “Masyarakat itu
mati separuh. Ia bernafas hanya dengan satu paru. Bagaimana mungkin wanita
dibiarkan terkurung dan terpenjara di dalam rumah ? Dan banyak lagi bualan dan
ungkapan menyesatkan yang mereka lontarkan. Apa yang mereka inginkan ? Apa
target mereka ? Ya, target mereka adalah melepaskan wanita dari
akhlak-akhlaknya, adab-adabnya, aturan-aturannya, nilai-nilainya dan
dasar-dasarnya, serta menjerumuskannya dalam keburukan dan kerusakan. Mereka
menginginkan agar wanita menjadi model (peragawati) dan komodoti yang
diperjual-belikan oleh orang-orang idiot dan tolol. Lalu, siapa yang akan mengurus
rumah tangga, membahagiakan keluarga dan mendidik anak-anak ?
Demi
Tuhan, katakan pada saya : Malapetaka apa yang akan terjadi ketika hijab
diinjak-injak, jilbab di tinggalkan, dan wanita menjadi mangsa
serigala-serigala berkepala manusia akibat pakaian mini dan pergaulan bebas
yang ada di kantor-kantor, sekolah-sekolah dan pasar-pasar ? Tidak cukupkah apa
yang terjadi pada masyarakat-masyarakat yang melanggar ajaran Islam itu sebagai
pelajaran dan pengekang. Mereka terjerumus ke dalam kubangan nista, jurang
keburukan dan Lumpur kerusakan tatkala mereka mengabaikan urusan wanita.
Sehingga banyak sekali teriakan dan tuntunan yang meminta agar wanita kembali
kepada benteng dan posnya seperti sediakala. Apakah orang yang punya sedikit
rasa cemburu dan kejantanan rela membiarkan istrinya atau putrinya menjadi
santapan mata orang-orang fasik, atau menjadi hidangan terbuka dan makanan
empuk di depan mata orang-orang yang tidak bermoral dan sakit jiwa ?
Fakta
yang berkembang di lapangan menunjukkan bahwa keluarnya wanita dari rumah
adalah tanda kerusakan dan kehancuran, tanda-tanda kekacauan dan kerusakan, dan
lambang putusnya jalinan keakraban, cinta kasih dan keutamaan, serta sinyal
merebaknya kerusakan akhlak di tengah masyarakat.
Kepada
saudara-saudara kami kaum muslimah di dunia Islam, seruan ini kita tujukan
kepada setengah dari tanah suci ini. Teruslah berpegang teguh kepada Kitab
Allah, menggigit Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan gigi geraham,
serta mengikuti ajaran-ajaran dan etika-etika Islam.
Kepada
organisasi-organisasi wanita di mana saja kami serukan agar anda waspada
terhadap dampak dari pelanggaran kaum wanita terhadap petunjuk Islam dan hanyut
di dalam simbol-simbol yang mengkilat serta propaganda-propaganda beracun yang
menyesatkan dan menghantam akhlak-akhlak, nilai-nilai dan adab-adab wanita.
Kepada
orang-orang yang bertanggung jawab atas pendidikan, pembinaan dan pengawasan
terhadap remaja-remaja putri. Di samping tertuju kepada sisi-sisi keimanan,
pendidikan dan akhlak, kita juga harus membuat garis batas yang tegas dan
tembok yang kokoh untuk membendung mengatasi hantaman air bah kejadian-kejadian
yang memalukan, pemandangan-pemandangan mesum, film-film porno, foto-foto atau
gambar-gambar telanjang atau semi telanjang yang bisa membunuh rasa cemburu dan
akhlak, serta menimbulkan kedunguan dan ketololan. Dan kami juga mengingatkan
kepada para suami dan para orang tua agar senantiasa melaksanakan tugasnya
dengan baik dalam memimpin wanita. Hal ini dalam rangka melaksanakan firman
Allah Subhanahu Wata’ala.
الرِّجَالُ
قَوَّامُونَ
عَلَى
النِّسَآءِ
Kaum
laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. (QS. An-Nisa’ :34)
Mereka
harus bertakwa kepada Allah dan menjaga dirinya, istrinya dan anak-anaknya dari
adzab Allah Subhanahu Wata’ala. Yaitu dengan cara mendidik dan membiasakan
mereka dengan ajaran-ajaran Islam. Jangan pernah membiarkan mereka tanpa
kontrol dan pengawasan yang memadai. Kita bener-bener berharap agar mereka
tetap mempertahankan rasa cemburu mereka terhadap wanita dalam rangka menjaga
kehormatan mereka, lebih-lebih agama dan akhlak mereka.
Wahai
orang-orang yang berakal sehat ! Ambillah pelajaran, waspadalah dan jangan
terlena ! Karena orang yang berbahagia adalah orang yang mau mengambil
pelajaran dari orang lain. Ketahuilah bahwa keterpurukan masyarakat umat
sekarang ini dan kemorosotan akhlaknya tidak terjadi kecuali setelah mengalami
keterpurukan system keluarganya dan rusaknya pola pendidikan kaum wanitanya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda :
“
Tidaklah aku meninggalkan fitnah sesudah kematianku yang lebih berbahaya bagi
laki-laki selain (fitnah yang dipicu oleh) wanita.” (HR. Al-Bukhari,5096 dan Muslim, 2740 )
Dan
beliau juga bersabda :
“ Maka
takutlah akan dunia dan takutlah akan wanita, karena fitnah (malapetaka) pertama
bagi bani Israil dahulu adalah masalah wanita.” (HR. Muslim, 2742 )
بارَكَ الله
لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
الْآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هذا
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ،
Khutbah
Kedua
Amma
ba’du :
Wahai
kaum muslimin dan muslimat , Bertakwalah kepada Allah. Berpegang teguhlah pada
Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah, karena petunjuk yang terbaik ialah petunjuk Muhammad
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan perkara yang paling buruk ialah perkara
(bid’ah) yang diada-adakan.
Ayyuhal
ikhwah wal akhawat fillah ! Isu
wanita merupakan isu yang sangat penting dan pelik, serta perlu diangkat secara
terus-menerus dan focus. Karena isu ini telah dijadikan sebagai kendaraan dan
target oleh musuh-musuh Islam. Melalui isu inilah mereka menyebarkan syubhat
(keragu-raguan), kebatilan dan racun manakala banyak umat Islam yang lengah.
Oleh karena itu supaya orang-orang awam tidak terpedaya oleh tipu daya mereka,
maka setiap muslim sesuai dengan bidangnya masing-masing harus peduli pada isu
ini dan harus bisa menjelaskan bagaimana jalan Islam dalam masalah ini. Hal itu
untuk membuktikan kepada seluruh dunia bahwa alhamdulillah kita masih
memahami urusan agama kita dengan baik. Dan juga untuk menunjukkan kepada
mereka bahwa gadis-gadis kita yang terpelihara masih bangga dengan
keislamannya, masih memegang teguh agamanya, dan tidak dipusingkan dengan
bualan orang-orang yang memusuhi akhlak-akhlak, nilai-nilai dan prinsip-prinsip
yang luhur. Lebih-lebih bagi kita yang hidup di tanah suci, di mana kaum wanita
masih memegang teguh jalan Islam yang benar. Bahkan kaum wanita di sini menjadi
prihal yang sitimewa, lain dari pada yang lain, dan memiliki peradaban yang
sangat mencolok di saat wanita pada umumnya tengah menghadapi gelombang fitnah
yang datang bertubi-tubi. Hal itu tidak lain karena para pemimpinnya masih
memegang teguh ajaran-ajaran Islam dan mendukung pelarangan terhadap hal-hal yang
bertentangan dengan syariat Islam. Seperti berpakaian seronok, membuka aurat,
bergaul bebas dengan lawan jenis dan lain-lain. Alhamdulillah
Disini
ada satu hal penting yang perlu diingatkan, bahwa wanita muslimah yang datang
ke rumah Allah terutama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi harus bisa menjadi
contoh dan teladan dalam menjaga kehormatan diri, sopan santun, menutup aurat
dan memakai hijab syar’i yang menutupi wajah dan seluruh badannya. Ini dalam
rangka mengamalkan nahs-nash yang shahih dan sharih dari
Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ia juga harus menghindari berdesak-desakan dengan
laki-laki dan tidak mengganggu mereka dengan aroma parfum yang harum, pakaian
yang indah dan perhiasan yang mewah, agar ia mendapatkan pahala dari Allah
Subhanahu Wata’ala.
Apakah
kata-kata ini akan sampai kepada telinga yang mau mendengarkan dan hati yang
mau menampung ? Itulah yang kita harapkan dan kita inginkan.
إِنْ أُرِيدُ
إِلاَّ
اْلإِصْلاَحَ
مَااسْتَطَعْتُ
وَمَاتَوْفِيقِي
إِلاَّ
بِاللهِ
عَلَيْهِ
تَوَكَّلْتُ
وَإِلَيْهِ
أُنِيبُ
Aku
tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih
berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan)
Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali. (QS. Huud :88)
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَآأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا
Sesungguhnya
Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang
beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan
kepadanya. (QS. Al-Ahzab :56)
اللهم صَلِّ
عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اللهم
بَارِكْ عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ،
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اللهم
اغْـفِـرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْـفِـرْ
لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ،
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
اللهم إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الْهُدَى
وَالتُّقَى
وَالْعَفَافَ
وَالْغِنَى.
اللهم إِنَّا
نَعُوْذُ
بِكَ مِنْ
زَوَالِ نِعْمَتِكَ
وَتَحَوُّلِ
عَافِيَتِكَ
وَفُجَاءَةِ
نِقْمَتِكَ
وَجَمِيْعِ
سَخَطِكَ.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلى الله
عَلَى
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
وَسَلَّمَ
Dikutip dari buku : [Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi
pertama, ElBA Al-Fitrah, Surabaya .Diposting oleh Yusuf Al-Lomboky]