Perbuatan Dalam Waktu Singkat Namun Berdampak
Besar
Rabu, 05
Februari 14
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا
اللهَ وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ
صَلّى الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ
اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً،
وَكُلّ ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Kaum
Muslimin, rahimakumullah
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menganugerahkan kepada para hamba-Nya
agama yang sempurna. Barangsiapa berpegang teguh dengan agama ini, Allah Subhanahu
wa Ta'ala terangi hatinya dan didekatkan kepada-Nya. Sebaliknya,
barangsiapa menelantarkannya, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan
memberikan balasan setimpal. Allah mencintai dan memerintahkan ketaatan serta
membenci dan melarang kemaksiatan.
Kemaksiatan jiwa seperti racun bagi raga, diantaranya ada yang menyebabkan
pelakunya keluar dari martabat islam; ada juga yang menyebabkan keluar dari
islam.
Sebagaimana Allah juga memuliakan para hamba-Nya dengan menganugerahkan pahala
yang besar sebagai balasan dari perbuatan kecil maupun ringan, Allah Subhanahu
wa Ta'ala juga memberikan ancaman dosa yang besar akibat perbuatan yang
dilakukan dalam waktu singkat.
Lisan diantara anggota tubuh yang mudah digerakkan dan bisa menghasilkan pahala
ataupun dosa dalam waktu singkat. Perbuatan paling buruk yang dilakukan manusia
dengan lisannya adalah berdo'a kepada selain Allah, dan meminta hajat kepada
orang-orang yang sudah mati dan patung-patung. Karena berdo'a kepada selain
Allah Subhanahu wa Ta'ala tergolong perbuatan syirik yang bisa
menghapuskan pahala semua amal kebaikan dan menyebabkan kekal dalam neraka,
sementara yang diminta juga tak kunjung diraih. Allah Subhanahu wa Ta'ala
berfirman yang artinya: Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang
berdoa kepada selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari
Kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka. (QS. Al-Ahqaf: 5)
Diantara dosa besar yang dilakukan dengan lisan adalah mencela Allah,
agama-Nya, dan rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang
artinya: Katakanlah, "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya
kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir
sesudah beriman. (QS. at-Taubah: 65-66)
Barangsiapa yang bergegas melakukan kesyirikan, seperti thawaf di sekitar
kuburan, menyembelih untuknya, atau bernadzar untuknya, maka dia terancam tidak
diampuni dosanya. Karena pengaruh dosa ini sangat buruk pada aqidah seseorang,
maka mengancam dengan tidak memberikan ampunan terhadap pelakunya. Allah Subhanahu
wa Ta'ala berfirman yang artinya:
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni
segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
(QS. an-Nisa: 48)
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Ilmu ghaib disembunyikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala meskipun dari
para malaikat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya; Katakanlah,
"Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang
ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui kapankah mereka akan
dibangkitkan." (QS. an-Naml: 65)
Oleh karena itu, barangsiapa percaya kepada orang yang mengaku tahu hal yang
ghaib seperti para dukun atau orang pintar, berarti dia telah berbuat kufur.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
من أتى
كاهنا فصدقة
بما يقول فقد
كفر بما أنزل
على محمد صلى
الله عليه
وسلم
"Barangsiapa
mendatangi dukun, lalu mempercayai apa yang dikatakannya maka dia telah kafir
terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam
." (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Itulah diantara kekufuran yang banyak dilakukan orang dalam waktu singkat tapi
dampak negatifnya begitu besar dan berbahaya serta akan terasa dalam waktu yang
tidak singkat.
Jika seseorang selamat dari kekufuran, maka hendaklah dia bersyukur kepada
Allah Subhanahu wa Ta'ala karena semua itu merupakan karunia dari Allah Subhanahu
wa Ta'ala. Namun juga dia harus tetap waspada, karena setan akan terus
membujuk dan menjebaknya agar melakukan dosa besar. Setan akan membujuknya agar
memberikan kebebasan ke lisannya mengucapkan kata-kata yang diharamkan Allah Subhanahu
wa Ta'ala. Perkataan yang paling keji adalah perkataan yang menodai
kehormatan muslim. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang
ghibah (menggunjing) dan menyamakannya dengan memakan bangkai saudara yang
digunjingnya. Dan pada hari kiamat orang yang menghibahi memiliki kuku panjang
terbuat dari tembaga dan dia akan mencakar-cakar wajah dan dadanya sendiri
sebagai balasan atas perbuatan buruknya.
Seandainya perkataan orang yang menghibahi dicampur dengan air lautan, pasti
dia dapat mencermarinya. 'Aisyah radhiyallahu 'anhu berkata kepada Nabi,
"Cukuplah dirimu memuji-muji Shafiyah, sesungguhnya dia itu begini dan
begitu" yaitu tubuhnya kecil; lalu Nabi bersabda, "Sungguh kamu
telah mengatakan suatu perkataan, jika dicampur dengan air laut pasti dapat
mengeruhkannya." (HR. Abu Dawud)
Para Ulama salaf sangat ketat dalam menjaga lisan dari maksiat ini. Imam
Bukhari rahimahullah berkata, "Saya berharap menjumpai Allah dan
Dia tidak menghisabku karena aku mengghibahi orang lain."
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Orang yang suka memfitnah orang lain merupakan saudara dekat pelaku ghibah.
Hukuman dan adzabnya akan dirasakan sejak ada dalam kubur. Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallambersabda,
لا يدخل
الجنة قتات
Tidak
masuk surga orang yang suka mengadu domba.
(Muttafaqun 'alaih)
Sebagaimana Islam melarang mengghibahi orang Muslim yaitu mencelanya saat dia
tidak ada, Islam juga melarang mencelanya di hadapannya, Rasulullah bersabda:
سباب
المسلم فسوق
Mencela
Muslim adalah kefasikan
(Mutafaqun 'Alaih)
Beliau juga bersabda:
من قال
لأخيه يا كافر
فقد باء بها
أحدهما إن كان
كما قال وإلا
رجعت عليه
"Barangsiapa
berkata kepada saudaranya, 'Wahai kafir maka kekafiran itu bisa kembali kepada
salah seorang diantara keduanya, jika perkataannya benar, maka diterima, namun
jika salah maka dialah yang kafir."(HR.
Bukhari dan Muslim)
Dan masih banyak lagi dosa yang dilakukan oleh manusia dengan lisannya,
misalnya qodzaf (menuduhkan perbuatan zina kepada orang yang menjaga
kehormatan), suka melaknat kaum Muslimin, suka melakukan kebohongan,
meminta-minta padahal dia sudah berkecukupan dan lain sebagainya.
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Dosa tidak hanya dilakukan dengan lisan, tapi juga anggota tubuh lainnya. Oleh
karena itu, jika seorang muslim menjaga lisannya, maka dia juga harus menjaga
anggota badannya. Karena ada beberapa perbuatan yang bisa dilaksanakan
dalam waktu singkat tapi dosanya besar. diantara yang paling besar
adalah membunuh seorang Muslim. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
yang artinya, "Dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin dengan sengaja
maka balasannya ialah jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya,
dan mengutukinya serta menyediakan adzab yang besar baginya."
(An-Nisa: 93)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
لو أن
أهل السماء
وأهل الأرض
اشتركوا في دم
مؤمن لأكبهم
الله في النار
Seandainya
penduduk langit dan bumi berserikat untuk menghabisi nyawa seorang Mukmin,
pastilah Allah akan menyeret mereka semua ke dalam neraka. (HR. Tirmidzi)
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Dosa besar lainnya adalah zina. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang
artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu
adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."
(al-Isra: 32)
Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, "Dosa yang paling besar di sisi
Allah adalah syirik, kemudian membunuh, kemudian berzina." Karena buruknya
dosa zina, maka hukuman bagi pelaku zina yang sudah pernah menikah adalah
dirajam yaitu ditanam separuh badannya lalu dilempari oleh siapa saja yang
melewatinya sampai mati. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melindungi
kita dari perbuatan-perbuatan buruk yang bisa mendatangkan dosa-dosa besar ini.
أقول
ما تسمعون
وأستغفر الله
لي ولكم
ولسائر المسلمين
فاستغفروه
إنه هو الغفور
الرحيم
Khutbah
kedua
الحمد
لله وكفى
والصلاة
والسلام على
النبي المصطفى
وعلى آله
وصحبه ومن
والاه، أما
بعد:
Kaum
Muslimin, rahimakumullah
Disamping dosa-dosa yang telah disebutkan pada khutbah pertama, masih ada lagi
dosa-dosa yang berkaitan dengan harta, seperti riba. Riba walaupun sedikit bisa
mencemari harta yang banyak dan melenyapkan keberkahan harta. Allah Subhanahu
wa Ta'ala berfirman yang artinya: Allah memusnahkan riba dan menyuburkan
sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan
selalu berbuat dosa." (al-Baqarah: 276)
Dampak buruk lain dari riba yaitu Allah melaknat pemakan riba, dan menyatakan
perang terhadapnya. Barangsiapa diperangi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala
pasti dia akan celaka.
Dosa besar lainnya yang berkaitan dengan harta yaitu mencuri. Perbuatan buruk
ini diganjar laknat oleh Allah karena dia telah mengambil hak orang lain dengan
cara yang tidak benar.
Dosa lain yang berkaitan dengan harta yaitu merampas tanah orang lain, meminjam
harta dengan niat tidak mengembalikan, melakukan sogok, menghambur-hamburkan
harta dan masih banyak lagi yang lainnya.
Itulah diantara dosa-dosa yang sering dilakukan oleh manusia dengan anggota
badannya. Untuk melakukannya cukup waktu yang singkat tapi akibat dari perbuatan
itu akan dirasakan dalam waktu yang tidak terhitung lamanya. Tidakkah ini
membuat hati-hati kita menjadi sadar?.
Kewajiban kita adalah menjaga seluruh anggota badan kita agar tidak terjebak
dalam perbuatan dosa. Jika misalnya, wal'iyadzubillah sudah terjebak
dalam perbuatan dosa, maka hendaklah segera bertaubat dan jangan putus asa.
Semoga Allah memahami dosa-dosa itu lalu mendorong organ-organ yang lain untuk
menjauhinya.
إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا
تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
اللهم
افتح بيننا
وبين قومنا
بالحق وأنت
خير الفاتحين.
اللهم
إنا نسألك
علما نافعا
ورزقا طيبا
وعملا متقبلا
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ
وصلى
الله على
نبينا محمد
وعلى آله
وصحبه و َمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ
Sumber: Majalah As-Sunnah edisi 02/Thn
XVI/Rajab 1533H/Juni 2012M