Meraih Keutamaan Bulan Ramadhan
Rabu, 12
Agustus 09
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ صَلّى
الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً، وَكُلّ
ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Khutbah yang Pertama
Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah
Pada
kesempatan khutbah kali ini, khatib tidak pernah bosan-bosannya untuk
menghimbau diri khatib secara pribadi dan para jama’ah sekalian untuk
senantiasa bertaqwa kepada Allah di mana saja kita berada dengan berupaya
semaksimal mungkin mengerjakan perintah-perintahNya dan menjauhi
laranga-laranganNya. Karena tidak ada bekal terbaik di hari kiamat kelak yang
membuat kita Mulia di sisiNya melainkan dengan taqwa. Karena tidak ada yang
mampu menjadi tameng kita dari adzab dan api nerakaNya melainkan adalah taqwa
yang kita miliki.
Allah Ta’ala berfirman,
وَتَزَوَّدُوا
فَإِنَّ
خَيْرَ
الزَّادِ التَّقْوَى
(البقرة:197)
“Berbekallah,
dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai
orang-orang yang berakal.” (QS.
al-Baqarah:197)
Dan
Rasulullah bersabda,
اِتَّقِ
اللهَ
حَيْثمُاَ
كُنْتَ
وَأَتبِْعِ
السَّيِّئَةَ
اْلحَسَنَةَ
تَمْحُهَا وَخَالِقِ
النَّاسَ
بِخُلقٍُ
حَسَنٍ (رَوَاهُ
التِّرْمِذِي)
“Bertakwalah
kamu di mana saja kamu berada, dan sertakanlah olehmu kejahatan dengan kebaikan
niscaya ia akan menghapuskannya (kejahatan tersebut), serta pergaulilah manusia
dengan akhlak yang baik”. (HR. at-Tirmidzi, dengan sanad hasan shahih).
Ma’asyirol
Muslimin yang dirahmati Allah
Ada
sebuah Ungkapan atau kalau boleh ia disebut motto hidup yang cukup sederhana,
“Tidak akan Pernah Kembali Hari-hari yang Telah Berlalu”. Kenapa kita katakan
sederhana?? sebab ungkapan ini cukup familiar di telinga kita, bahkan ia
terkadang bagaikan angin yang lalu begitu saja, atau ungkapan picisan kuno yang
tak ada arti bagi sebagian orang, bahkan anak-anak kecil saja tahu dan mengerti
kalau hari-hari yang telah dilewatinya tidak akan pernah terulang dan kembali
lagi. Tentunya tidak bagi para pemerhati kehidupan atau orang-orang yang selalu
merenungi dan menghayati hidup yang dijalani, juga tidak bagi orang yang selalu
mengevaluasi diri dan ingin hari-harinya yang sekarang dan yang nanti lebih
baik dari hari-harinya yang telah lalu. Karena baginya hari-hari yang telah
lalu adalah sejarah sekaligus pelajaran untuk menatap dan manata hidup di masa
depan yang lebih gemilang, pelajaran mahal yang tak bisa di hargai dengan
lembaran-lembaran kertas yang kini telah berubah menjadi sembahan, hari-hari
yang telah berlalu terus akan menyisakan kenangan dan kenikmatan bagi siapa
saja yang menghabiskannya untuk sesuatu yang indah dan penuh makna.. dan selalu
akan meninggalkan penyesalan dan kesedihan yang mungkin tak terlupakan bagi
siapa saja yang menjalaninya untuk sesuatu yang sia-sia dan penuh dosa.
Ma’asyirol
Muslimin yang dirahmati Allah
Tentunya
bagi seorang mukmin hari-hari adalah sebuah kesempatan yang berharga untuk
beramal dan berinvestasi sebanyak-banyaknya yang tidak akan pernah ia
sia-siakan begitu saja. Sehingga ia selalu berupaya untuk mengisi
lembaran-lembaran hidupnya dengan sesuatu yang mendatangkan keridhaan dan
kecintaan Allah Ta’ala. Sebagaimana dia tahu Rasulullah bersabda,
مِنْ
حُسْنِ
إِسْلاَمِ
اْلمَرْءِ
تَرْكُهُ مَا
لاَ
يَعْنِيْهِ
(رواه الترمذي)
“Diantara
kesempurnaan (kebaikan) Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak
berguna bagi dirinya.” (HR.
at-Timidzi, dishahihkan oleh al-Albany)
Ma’asyirol
Muslimin yang dirahmati Allah
Kalau
hari-hari yang biasa dijalani oleh seorang mukmin begitu ia manfaatkan sebaik
mungkin, apalagi jika ia berada di hari-hari yang di dalamnya terdapat
bonus-bonus dan ‘seabrek’ keistimewaan yang disediakan dan begitu menjanjikan,
tentunya betul-betul tidak sedikitpun ia akan sisakan hari dan waktunya kecuali
untuk mengejar dan meraih semua bonus-bonus dan keistimewaan nan menggiurkan.
Dia akan tampak agresif dan kompetitif dan siap bersaing serta berupaya
mengungguli rival-rivalnya demi sebuah prestasi yang akan diraih. Allah Ta’ala
berfirman,
فَاسْتبَقُِوا
اْلخَيْرَاتِ
أَيْنَ مَا
تَكُونوُا
يَأْتِ
بِكُمُ اللهُ
جَمِيعًا
إِنَّ اللهَ
عَلىَ كُلِّ
شَئٍ قَدِيرٌ
(البقرة: 148)
“…Maka
berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti
Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Seungguhnya Allah
Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS.
Al-Baqarah:148)
Ma’asyirol
Muslimin yang dirahmati Allah
Hari-hari
yang indah dan didambakan itu kini hampir datang kepada kita, hari-hari yang
terdapat pada bulan yang sangat istimewa di mata Sang Pemiliknya dan bagi
siapapun yang mengetahui keistimewaannya, tamu nan agung yang selalu
dinanti-nanti oleh semua orang yang merindukannya, dia adalah bulan ramadhan
bulan rahmah, bulan maghfirah, bulan berkah, bulan sabar, bulan Qur’an, bulan
shadaqah, bulan pendidikan dan madrasah orang-orang yang beriman, bulan
dilipat-gandakan pahala dari setiap amalan yang dikerjakan di dalamnya dan
masih banyak lagi nama-nama yang indah untuknya yang belum disebutkan, sesuai
dengan banyaknya kebaikan dan keutamaan di dalamnya.
Allah Ta’ala berfirman,
شَهْرُ
رَمَضَانَ
اَّلذِي
أُنْزِلَ
فِيهِ اْلقُرْآنُ
هُدىً
لِلنَّاسِ
وَبَيِّنَاتٍ
مِنَ
اْلهُدَى
وَاْلفُرْقَانِ
(البقرة: 185)
“(Beberapa
hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan
yang bathil).” (QS. 2:
185)
Dan
diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah bersabda,
كَانَ
رَسُولُ
اللهِ يُبَشِّرُ
أَصْحَابَهُ
يَقُولُ: قَدْ
جَاءَكُمْ شَهْرُ
رَمَضَانَ,
شَهْرٌ
مُبَارَكٌ,
كَتَبَ اللهُ
عَليَْكُمْ
صِيَامَهُ,
فِيهِ تُفْتَحُ
أَبْوَابُ
اْلجَنَّةِ,
وَتُغْلَقُ
فِيهِ
أَبْوَابُ
اْلجَحِيمِ,
وَتُغَلُّ
فِيهِ الشَّيَاطِينُ,
فِيهِ
لَيْلَةٌ
خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ
شَهْرٍ, مَنْ
حُرِمَ
خَيْرَهَا
فَقَدْ
حُرِمَ (رواه
أحمد
والنسائي)
“Rasulullah
shallallahu'alaihiwasallam biasanya memberi kabar gembira kepada para
shahabatnya dengan bersabda,'Telah datang kepada kalian bulan suci Ramadhan,
bulan yang penuh berkah, Allah telah mewajibkan kalian berpuasa Ramadhan, Pada
bulan ini pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu jahannam ditutup,
tangan-tangan syetan dibelunggu, dan di dalamnya terdapat satu malam yang lebih
baik daripada seribu bulan, maka barangsiapa yang dijauhkan (diharamkan) dari
kebaikannya, maka benar-benar telah dijauhkan.” (HR. an-Nasa’i)
Ma’asyirol
Muslimin yang dirahmati Allah
Dan
wahai hamba-hamba Allah yang haus akan pengabdian dan ketaatan kepadaNya,
jangan biarkan ia berlalu dan lewat begitu saja di depan mata, cukuplah
ramadhan yang lalu menjadi pelajaran dan sekaligus penyesalan yang nyata,
karena telah menyia-nyiakan kesempatan yang ada, yang telah Allah anugerahkan
kepada kita, dengan hanya membawa sedikit dari sekian banyak dan berlimpah
ruahnya kebaikan-kebaikanNya yang tersedia. Atau boleh jadi tidak sedikitpun
pahala yang terbawa, karena banyak amalan utama yang tak terjaga, dan hilang
dengan sia-sia. Allah Ta’ala berfirman,
ياأيهاالَّذِينَ
ءَامَنُوااتَّقُوااللهَ
وَلْتَنْظُرْ
نَفْسٌ مَا
قَدَّمَتْ لِغَدٍ
وَاتَّقُوااللهَ
إِنَّ اللهَ
خَبِيرٌ
بِمَا
تَعْمَلُونَ.
وَلاَ
تَكُونُوا
كَالَّذِينَ
نَسُوااللهَ
فَأَنْسَاهُمْ
أَنْفُسَهُمْ
أُولَئِكَ
هُمُ
الْفَاسِقُونَ
(الحشر: 18-19)
“Hai
orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri
memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan
bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan.Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu
Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.Mereka itulah
orang-orang yang fasik.” (QS.
Al-Hasyr:18-19)
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذا
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمِ
Khutbah
yang Kedua
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ اللهُ
وَأَشْهَدُ أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
وبعد,
Ma’asyirol
Muslimin yang dirahmati Allah
Pernahkah
kita berpikir kalau ramadhan ini adalah ramadhan terakhir yang Allah taqdirkan
buat kita, maka apa yang kita akan perbuat di dalamnya?
Seseorang yang tahu kalau hidupnya akan berakhir saat itu, pastinya dia akan
menyiapkan segala bekalnya dengan sebaik dan sesempurna mungkin. Maka dia akan
menjadikan ramadhannya kali ini menjadi ramadhan terbaik dan berkualitas dari
sebelum-sebelumnya.
Ma’asyirol
Muslimin yang dirahmati Allah
Tentunya
untuk menjadikan ramadhan lebih baik dan berkualitas, dibutuhkan persiapan yang
ekstra serius dan sungguh-sungguh. Khususnya yang lebih diprioritaskan adalah
menyiapkan ilmu-ilmu syar’I seputar ramadhan itu sendiri. Sehingga dengan bekal
tersebut betul-betul seseorang akan menjalani ramadhannya dengan Iman dan
ihtisab (hanya mengharap pahala dan ridha Allah semata), Rasulullah bersabda,
مَنْ
صَامَ
رَمَضَانَ
إِيمَانًا
وَاحْتِسَابًا
عُفِرَ لَهُ
مَا
تَقَدَّمَ
مِنْ ذَنْبِهِ
(متفق عليه)
“Barangsiapa
berpuasa Ramadhan karena iman dan hanya mengharap pahala dari Allah (ihtisab),
niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (Muttafaq’alaih).
Dalam
hadits yang lain,
مَنْ
قَامَ
رَمَضَانَ
إِيمَانًا
وَاحْتِسَابًا
عُفِرَ لَهُ
مَا
تَقَدَّمَ
مِنْ
ذَنْبِهِ
(متفق عليه)
“Barangsiapa
mendirikan shalat malam Ramadhan (tarawih) karena iman dan hanya mengharap
pahala dari Allah (ihtisab), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (Muttafaq’alaih)
Ma’asyirol
Muslimin yang dirahmati Allah
Hanya
dengan bekal ilmu syar’I yang cukuplah, insya Allah ibadah yang dijalani selama
sebulan penuh menjadi ibadah yang maqbulah (diterima oleh Allah Ta’ala) karena
semata-mata melaksanakan perintah Allah melalui tuntunan Rasul-Nya
shallallahu’alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
مَنْ
عَمِلَ
عَمَلاً
لَيْسَ
عَلَيْهِ
أَمْرُنَا
فَهُوَ رَدٌّ
(رواه مسلم)
“Barangsiapa
yang beramal (beribadah) yang tidak ada perintah dari kami, maka ibadahnya
tertolak”. (HR.
Muslim)
Ma’asyirol
Muslimin yang dirahmati Allah
Bukan
hanya itu saja yang akan diterima olehnya, Allah akan memasukkannya ke dalam
hamba-hambaNya yang bertakwa (al-Muttaqun), karena tujuan disyariatkannya puasa
Ramadhan itu sendiri adalah agar-agar orang yang melaksanakan ibadah di dalamnya,
menjadi hamba-hamba Allah yang bertakwa yang tidak ada balasannya kecuali
dipersiapkan surga untuknya. Amin.
Sebagaimana firmanNya,
يَأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
كُتِبَ عَلَيْكُمُ
الصِّيَامُ
كَمَا كُتِبَ
عَلىَ الَّذِينَ
مِنْ
قَبْلِكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ
(البقرة: 183)
“Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”. (QS. Al-Baqarah:183)
Allah
Ta’ala berfirman,
وَسَارِعُوا
إِلَى
مَغْفِرَةٍ
مِنْ رَبِّكُمْ
وَجَنَّةٍ
عَرْضُهَا
السَّمَاوَاتُ
وَاْلأَرْضُ
أُعِدَّتْ
لِلْمُتَّقِينَ
(ال عمران: 133)
“Dan
bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Ali Imran:133)
Ma’asyirol
Muslimin yang dirahmati Allah
Demikianlah,
semoga khutbah yang singkat ini bisa menjadi renungan dan motivasi bagi kita
semua untuk menjadikan ramadhan kali ini menjadi lebih berarti dan penuh berkah
ilahi. Amin.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا
لاَتُؤَاخِذْ
نَا إِنْ
نَسِيْنَا أَوْ
أَخْطَأْنَا
رَبّنَا
وَلاَ
تَحْمِلْ عَلَيْنَا
إِصْرًا
كَمَا
حَمَلْتَهُ
عَلََى اّلذِيْنَ
مِنْ
قَبْلِنَا
رَبّنَا
وَلاَ تًحَمّلْنَا
مَالاَ
طَاقَةَ
لَنَا بِهِ
وَاعْفُ
عَنّا
وَاغْفِرْ
لَنَا
وَارْحَمْنَا
أَنْتَ
مَوْلاَنَا
فَانْصُرْنَا
عَلَى الْقَوْمِ
الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النّارِ.
والحمد لله رب
العالمين.
(oleh: Abu Nabiel Muhammad Ruliyandi)