Mau Dibawa Kemana Masalah Umat Islam
Selasa, 10 Mei
11
Khutbah
Pertama
Amma
ba’du :
Ibadallah! Bertakwalah Kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
Karena takwa adalah rahasia kemenangan dan keberuntungan, kunci pertolongan dan
kesuksesan, dan jalan kebaikan dan keshalihan.
Saudara-saudara
seiman dan seakidah ! Allah Subhanahu Wata’ala mengutus Nabi Muhammad
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan membawa petunjuk dan agama yang benar. Lalu
beliau memberikan kabar gembira, menyampaikan peringatan, menyerukan,
memberitakan, menunjukkan, memperingatkan, menyampaikan risalah, menunaikan
amanah, menasehati umat, menyingkap mendung yang gelap dengan perintah Tuhannya
serta memberikan petunjuk yang jelas kepada umat manusia dengan izin Allah
menuju jalan mulia dan terpuji. Maka bumi pun bersinar terang setelah sebelumnya
gelap gulita dan umat pun bersatu padu setelah sebelumnya bercerai-berai.
Allah
Subhanahu Wata’ala memilih orang-orang yang siap mendukung perjuangan beliau.
Mereka adalah sahabat-sahabat yang mulia. Mereka adalah generasi terbaik
sepanjang masa. Mereka disepakati sebagai umat terbaik setelah Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. memiliki hati yang paling berbakti, ilmu yang
dalam, dan sikap yang paling jauh dari mengada-ada. Jika memimpin, mereka
adalah pemimpin yang baik hati dan berbakti. Jika berkuasa, mereka adalah
penguasa yang baik dan bijak. Bagaimana tidak, sedangkan Allah Subhanahu
Wata’ala telah memilih mereka untuk mendukung perjuangan NabiNya dan mengemban
syariatNya?! Sepeninggal Rasulullah merekalah yang mengangkat panji-panji
dakwah dan jihad. Maka mereka berhasil membuka banyak daerah dan memberikan
kebahagiaan hidup kepada manusia. Mereka membimbingnya ke arah yang terbaik
dalam urusan dunia dan Akhirat. Mereka membimbingnya ke arah yang terbaik dalam
urusan dunia dan Akhirat. Mereka menyebarkan Islam dibelahan timur dan barat.
Mereka mengangkat bendera tauhid, menghancurkan singgasana syirik, dan
menurunkan bendera jahiliyah. Mereka berhasil menempati posisi terdepan dan
menduduki kursi pimpinan kemanusiaan. Mereka berhasil memegang kendali pimpinan
manusia. Maka umat yang semula bekerja sebagai penggembala kambing berubah
menjadi pemimpin bangsa dan komandan umat. Mereka berhasil mewujudkan
kemakmuran dan kebahagiaan, memegang tongkat kepemimpinan, menempati posisi
terdepan, dan membuat bumi dipenuhi keadilan, serta mengisi hati dengan iman,
takwa dan ilmu pengetahuan. Sebuah pencapaian yang belum pernah ada
bandingannya sepanjang sejarah di seluruh dunia.
Wahai
umat Islam ! Tidak lama setelah tiga periode terbaik berakhir, beragam fitnah
muncul ke permukaan dan malapetaka merajalela. Lalu lahirlah generasi baru yang
berbeda-beda jalan, berpaling dari jalan para Rasul, dikuasai hawa nafsu,
berselisih pendapat, bermacam-macam madzhab, dan memiliki beragam selera dan
kepentingan.
فَتَقَطَّعُوا
أَمْرَهُم
بَيْنَهُمْ
زُبُرًا
كُلُّ حِزْبٍ
بِمَالَدَيْهِمْ
فَرِحُونَ
Kemudian
mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah
menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada
pada sisi mereka (masing-masing). (QS.
Almukminun :53)
Perselisihan
marak di antara mereka. Mereka dihancurkan oleh keangkuhan (egoisme). Mereka
bekerja untuk kepentingan pribadi. Maka umat pun tersesat jalan selama
berabad-abad. Mereka mengabaikan perintah Allah Subhanahu Wata’ala, maka
persatuan mereka pun berantakan saat berhadapan dengan musuh-musuh Allah yang
senantiasa berupaya memadamkan cahaya Allah.
يُرِيدُونَ
أَن
يُطْفِئُوا
نُورَ اللهِ
بِأَفْوَاهِهِمْ
وَيَأْبَى
اللهُ إِلاَّ
أَن يُّتِمَّ
نُورَهُ
وَلَوْ
كَرِهَ
الْكَافِرُونَ
Mareka
berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan)
mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun
orang-orang kafir tidak menyukai. (QS.
At-Taubah :32)
Akibat
dari sikap meninggalkan dasar-dasar akidah yang baku dan pilar-pilar yang kokoh
adalah keberhasilan musuh-musuh Islam menguasai umat Islam secara total. Mereka
berhasil menduduki wilayah kaum muslimin, mengubah pola pikirnya, dan
menginjak-injak kehormatannya. Maka umat Islam pun dihantam badai perpecahan
yang luar biasa. Pemahaman mereka banyak yang sesat dan jauh dari kebenaran.
Yang mengambil keuntungan dari keadaan semacam ini tidak lain adalah
musuh-musuh Islam. Karena merekalah yang tidak henti-hentinya menyerang umat
Islam dengan berbagai macam tantangan dan serangan. Rekayasa dan persekongkolan
mereka tidak terhitung banyaknya, dengan beraneka ragam tujuan dan kepentingan.
Sehingga generasi demi generasi umat ini dilanda krisis demi krisis. Wilayahnya
diduduki, pola pikirnya diubah, tempat-tempat sucinya dipermainkan,
kehormatannya dilecehkan, harga dirinya diinjak-injak, harta bendanya dirampas,
dan hal-hal yang mereka hargai dicampakkan. Kerajaan-kerajaan dan Negara-negara
yang dikuasai umat Islam selama berabad-abad tinggal kenangan.
Hingga
kini perang melawan Islam masih jelas dan terbuka. Masalah-masalah umat kita,
bencana-bencana masyarakat kita, dan luka-luka saudara kita masih terus
mengeluarkan darah di zaman saat ukuran dan timbangan terjungkir balik. Yang
tertindas menjadi penindas. Yang dituntut menjadi penuntut. Sementara badan-badan
dunia menutup mata dan organisasi-organisasi internasional enggan membela
hak-hak umat Islam. Sehingga rakyat pun terbius dan linglung. Dan orang yang
mengikuti perkembangan musibah yang menimpa umatnya dan bencana yang dialami
saudara-saudaranya nyaris kehilangan harapan. Bahkan ia pun merasa putus asa
dan menahan pedih. Sementara ia melihat dan mendengar masalah-masalah yang
menimpa umat Islam semakin lama semakin menumpuk. Letupan-letupan kondisi umat
Islam berubah menjadi pertarungan dan pertentangan. Perang yang dahsyat,
pertarungan yang hebat, rangkaian pembunuhan dan pengusiran semakin
menjadi-jadi. Yang lebih mengherankan adalah hal-hal semacam itu terjadi antar
saudara seiman. Seseorang menodongkan senjatanya ke dada saudaranya sendiri.
Ini adalah
kondisi yang memilukan dan mengenaskan. Hanya kepada Allahlah kita mengadu.
Hanya kepadaNya kita meminta pertolongan. Laa haula wala quata illa
billah !
Wahai
umat Islam ! masalah pertama kita yang tidak boleh dilupakan di tengah
munculnya pertarungan-pertarungan dan masalah-masalah baru ialah masalah
kiblat-kiblat kita yang pertama dan tanah suci kita yang ketiga. Masalah baitul
Maqdis ini harus tetap ada di dalam hati setiap muslim. Dan sampai kapanpun
tidak boleh ada kompromi tentang hal ini. Apa yang dilakukan oleh Zionisme
internasional sepanjang sejarah terlihat jelas oleh umat Islam. Bahkan tercatat
dengan tinta hitam pekat bagi kaum yang suka menyebar fitnah dan suka
berkhianat. Yaitu mereka yang sepanjang sejarah dikenal sebagai pelanggar perjanjian
dan selalu melukai perasaan umat Islam secara terang-terangan.
Kekejaman
orang-orang Serbia terhadap warga muslim seperti yang pernah terjadi di
Bosnia-Herzegovina adalah sesuatu yang mengguncang jiwa dan mengganggu
ketentraman hati.
Semoga
Allah berkenan menyelamatkan Sarajevo yang dihujani oleh para missionaris salib
yang menyimpan dendam dengan rudal-rudal caci maki dan dendam serta
mortir-mortir kekejian dan tipu daya terhadap masjid-masjid, sekolah-sekolah
dan rumah-rumah.
Sementara
disomalia, apa yang terjadi di sana ? Sampai di manakah berita-berita tentang
pertikaian antar fraksi yang ada di Somalia akan berakhir dalam rangka
mewujudkan keamanan negri mereka serta keselamatan rakyat dan anak-anak mereka
?
Apa yang
berlangsung di wilayah Afghanistan adalah perkara, musibah, dan bencana besar
yang membingungkan orang terpelajar sekalipun. Apa sesungguhnya inti dari
pertikaian demi pertikaian yang terus berlangsung di bumi Afghanistan ?
Siapakah yang mengambil keuntungan dari apa yang terjadi di sana ? Hanya kepada
Allahlah kita mengadu Apa yang terjadi di Afghanistan telah mencapai kondisi
yang tidak bisa diterima oleh orang yang berakal sehat dan terhormat.
Mungkinkah seseorang bersikap lebih keras terhadap saudaranya sendiri dibanding
sikapnya terhadap musuh yang nyata ? Apa gerangan rahasia di balik itu ? Apa
yang sesungguhnya terjadi ?
Rakyat
Afghanistan telah berhasil memerdekakan negrinya dari cengkeraman rezim komunis
merah secara gemilang dan menakjubkan. Kemerdekaan ini sangat dibanggakan oleh
umat Islam. Seluruh umat ini telah mengorbankan nyawa dan putra-putra terbaik
mereka, memberikan harta dan doa mereka untuk mendukung jihad di sana. Lalu
mengapa wibawa jihad menghilang dan kepahlawanan para pejuang dirusak
citranya.?
Wahai
para petinggi Afghanistan, bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wata’ala terhadap
diri anda sendiri, negri anda dan rakyat anda. Sungguh akan menjadi jaya bila
anda tunduk pada syari’at Allah dan merendam konflik dengan cara-cara yang
benar. Jangan sia-siakan harapan umat yang digantungkan dipundak anda. Jangan
menambah derita dan kesedihan umat dengan pertikaian anda. Mengapa
tangan-tangan jahil mendapat kesempatan untuk mengobok-obok negri anda dan
mengobarkan api pertikaian di antara anda sekalian ?! Dengarkalah suara akal
dan kebenaran. Lindungilah Negara dan penduduknya dari kerusakan dan
kehancuran.
Sesungguhnya
kami khawatir seruan-seruan yang dikumandangkan tidak ada gunanya, dan segala
upaya ke arah perdamaian dan kesepakatan tidak ada manfaatnya. Namun harapan
masih ada di benak kami. Dan semangat bercita-cita membisikkan kepada kami
tentang penghentian pertumpahan darah di sana. Kami berharap mudah-mudahan para
petinggi Afghanistan mau memenuhi ajakan ke arah perdamaian dan persatuan.
Mudah-mudahan mereka mau menyatukan hati mereka di atas akidah tauhid. Semoga
mereka mau merapatkan barisan dan menyatukan kata, serta menghindari
kepentingan pribadi dan hawa nafsu. Celakalah kepentingan pribadi! Dan persetan
dengan kepentingan individu! Bila hal itu menjadi penghalang terwujudnya
kepentingan umat dan keselamatan bersama. Masa bodoh dengan kursi dan jabatan!
Dan persetan dengan harapan dan gaji! Bila hal itu menyeret Negara dan rakyat
ke lembah kenistaan dan kehancuran.
Ayyuhal
ikhwah al-muslimun!
Kesedihan lain yang menimpa umat Islam masih banyak. Luka-luka yang dideritanya
tidak sedikit. Dan berita-berita tentang minoritas muslim tidak bisa
ditutup-tutupi oleh penyair berikut ini :
Jazirah
ditimpa bencana yang tidak bisa dihibur
Uhud runtuh dan gunung berapi memuntahkan lahar
Punyakah anda berita dari penduduk Andalusia
Karena para musafir telah membawa berita mereka
Hanifiyah putih menangis menahan sedih
Seperti orang yang berpisah dengan kekasih
Mereka mengisi negri yang semakin sepi dari Islam
Dan telah ramai dengan kekufuran
Bahkan menara yang keras pun ikut menangisinya
Dan mimbar kayu pun meratapi nasibnya
Betapa banyak orang yang tertindas meminta tolong kepada kita
Mereka terbunuh dan menjadi tawanan perang
Tetapi tak seorang pun tergetar hatinya
Hati pasti meleleh dan sedih karena hal ini
Bila di dalam hati ada setetes Islam dan iman
Wahai
para pemimpin umat Islam! Wahai orang-orang yang dikaruniai jabatan oleh Allah
Subhanahu Wata’ala dan diangkatNya sebagai pemimpin di muka bumi untuk
melaksanakan keadilan dan memberantas kezhaliman! Bertakwalah kepada Allah.
Tolonglah agama Allah dan bantulah rakyat anda untuk menegakkan syari’ah Allah
dan dukunglah urusan-urusan yang dialami umat Islam.
Wahai
para ulama! Wahai orang-orang yang dipercaya menerima warisan para Nabi! Wahai
orang-orang yang terikat perjanjian untuk memberikan penjelasan kepada
masyarakat dan tidak menyembunyikan ilmu! Laksanakanlah tugas anda dalam
memberikan pengajaran dan pengarahan. Jangan merasa berat hati saat
melaksanakan tugas anda. Berbuat baiklah kepada Allah, kitab SuciNya, RasulNya,
pemimpin-pemimpin umat dan masyarakat awam.
Wahai
para muballigh dan da’i! Satukanlah hati anda pada jalan yang dianut oleh
generasi Sahabat yang shalih. Singkirkan fanatisme golongan yang sempit dan
kepentingan pribadi. Bantulah para pemimpin kita dalam mewujudkan kebaikan bagi
seluruh umat. Sesungguhnya kerjasama antara rakyat dan pemimpin adalah inti
kemaslahatan umat. Sedangkan pembangkangan, perpecahan dan keluar dari jama’ah
akan menyeret umat kepada bencana dan bahaya besar. Salah satu anugerah yang
diberikan Allah Subhanahu Wata’ala kepada negri (Makkah) ini ialah bahwa Allah
membuka dada dan mengulurkan tangan pejabat pemerintah maupun ulama untuk
mengurus persoalan-persoalan yang dihadapi oleh umat Islam dan berusaha
mendamaikan pihak-pihak yang berseteru. Ini bukan hal yang aneh bagi kota
Makkah. Karena tempat ini adalah pusat perhatian umat Islam dan tambatan hati
mereka. Maka hendaklah umat ini mengulurkan tangan tangannya kepada kota suci
ini untuk memudahkan kepentingan-kepentingan umat Islam dan menghindarkan
mereka dari kerusakan dan mara bahaya.
Umat
Islam harus menelaah kembali tahapan-tahapan kerja, cara pengajaran dan
penanaman akidah secara mendasar. Karena kata-kata dan peringatan tidak lagi
berguna. Sesungguhnya tanggung jawab untuk memperbaiki kondisi umat dan
mengeluarkan mereka dari segala kesulitan berada di pundak seluruh umat Islam.
Ini harus dilakukan dalam langkah-langkah yang berkesinambungan dalam segi
akidah, ilmu pengetahuan, akal (intelektualitas) dan hikmah (kebijaksanaan dan
kearifan). Supaya janji Allah yang tidak pernah meleset dapat diwujudkan oleh
umat. Sesungguhnya kita berharap agar musibah-musibah yang menimpa umat Islam hanyalah
mendung di musim panas yang akan hilang dalam sekejap. Karena kemenangan adalah
milik Islam dan umatnya. Maka tenteramlah hati anda, wahai umat Islam. Sebab
hanya dari Allahlah kita dapat mengambil kemenangan dan kejayaan.
وَعَدَ اللهُ
الَّذِينَ ءَامَنُوا
مِنكُمْ
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ
فِي اْلأَرْضِ
كَمَااسْتَخْلَفَ
الَّذِينَ
مِن قَبْلِهِمْ
وَلَيُمَكِّنَنَّ
لَهُمْ
دِينَهُمُ الَّذِي
ارْتَضَى
لَهُمْ
وَلَيُبَدِّلَنَّهُم
مِّن بَعْدِ
خَوْفِهِمْ
أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي
لاَيُشْرِكُونَ
بِي شَيْئًا
وَمَن كَفَرَ
بَعْدَ
ذَلِكَ فَأُوْلاَئِكَ
هُمُ
الْفَاسِقُونَ
Dan
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan
mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan
mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang
telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan)
mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.Mereka
tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.Dan
barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang
yang fasik. (QS.
An-Nuur :55)
Terkadang
seseorang terbelenggu kesulitan yang luar biasa
Tetapi dia menemukan jalan keluarnya di sisi Allah
Saat lingkaran kesulitan terikat kuat
Tiba-tiba ikatan itu terbuka
Padahal semula aku mengira tak akan terbuka
بارَكَ الله
لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
الْآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هذا
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ
وَلَكُمْ
Khutbah
Kedua
Amma
ba’du :
Ayyuhal
ikhwah fillah! Salah
satu dasar yang tidak bisa ditawar ialah bahwa masalah Masjidl Aqsha adalah
masalah umat Islam yang mengakar dan insya’allah akan tetap seperti itu
sampai hari kiamat. Jadi, tidak ada tawar menawar untuk tempat-tempat suci kita.
Dan tidak ada kompromi sedikit pun untuk hal-hal yang mendasar. Masalah
Masjidil Aqsha adalah masalah pokok dan terbesar bagi umat Islam. Karena
Masjidil Aqsha adalah kiblat pertama kita, tempat suci ketiga setelah Masjidil
Haram dan Masjid Nabawi, dan tempat Isro’ Nabi kita, ia memiliki kedudukan yang
kuat di dalam akar sejarah kita. Dan kini, ia tengah mengalami tragedi yang
memilukan hati akibat ulah saudara-saudara kera dan babi, la’natullahi
alaihim. Mereka ingin menghancurkan bangunannya, mengubah jati dirinya dan
menggantinya dengan apa yang mereka sebut sebagai Haikal. Semoga keinginan
mereka tidak tercapai.
Ibadallah! Saudara-saudara Anda di bumi paletina yang
tengah berjihad. Mereka sedang bangkit dan bergolak untuk mempertahankan
Masjidil Aqsha dan tanah suci. Jadi, umat Islam wajib mendukung perjuangan
mereka, dan berpihak kepada mereka dalam melawan orang-orang Yahudi yang jahat.
Sehingga Allah Subhanahu Wata’ala berkenan menyejukkan mata kita dengan
kemenangan dan kejayaan. Dan itu tidaklah sulit bagi Allah Subhanahu Wata’ala.
اللهم صَلِّ
عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اللهم
بَارِكْ عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ،
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اللهم
اغْـفِـرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْـفِـرْ
لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ،
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
اللهم إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الْهُدَى
وَالتُّقَى
وَالْعَفَافَ
وَالْغِنَى.
اللهم إِنَّا
نَعُوْذُ بِكَ
مِنْ زَوَالِ
نِعْمَتِكَ
وَتَحَوُّلِ
عَافِيَتِكَ
وَفُجَاءَةِ
نِقْمَتِكَ
وَجَمِيْعِ
سَخَطِكَ. وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلى الله
عَلَى نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
وَسَلَّمَ
Dikutip
dari buku :
[Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi pertama, ElBA Al-Fitrah,
Surabaya .Diposting oleh Yusuf Al-Lomboky]