Kisah Kaum 'Aad
Rabu, 11
Desember 13
إِنّ
الْحَمْدَ
ِللهِ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إِلهَ
إِلاّ اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا
اللهَ وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ
الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ
صَلّى الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ
اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً،
وَكُلّ ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Kaum
Muslimin, rahimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu
wa Ta'ala dengan melaksanakan perintah-perintah Allah sesuai dengan
kemampuan dan menjauhi semua larangan-Nya
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan semua makhluk-Nya agar beribadah
hanya kepada-Nya dengan mengikhlaskan semua amal perbuatannya untuk Allah
berupa ketaatan terhadap perinta-perintah Allah, menjauhi semua larangan Allah,
menunaikan hak-hak Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan menegakkan keadilan
dan melarang semua tindak kezhaliman.
Melalui kitab-Nya, Allah memberikan perintah, melarang, memberikan motivasi
juga memberikan ancaman, mengisahkan kisah terbaik sebagai nasihat dan
pembelajaran. Dan sunnatullah yang berlaku pada orang yang melakukan perbuatan
maksiat dan orang yang sombong dari umat terdahulu tidak akan berubah. Allah Subhanahu
wa Ta'ala berfirman:
سُنَّةَ
اللهِ فِي
الَّذِينَ
خَلَوْا مِن قَبْلُ
وَلَن تَجِدَ
لِسُنَّةِ
اللهِ تَبْدِيلاً
"Sebagai
Sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu),
dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada Sunnah Allah" (al-Ahzab 62)
Diantara kisah yang diceritakan dalam al-Qur'an yaitu kisah kaum 'Aad yang
tidak ada tandingannya dalam masalah kekuatan dan kezhalimannya. Kisah mereka
dimuat dalam beberapa surat diantaranya dalam surat Hud 'alaihissalam
yaitu nama Nabi mereka juga dalam surat al-Ahqaf yaitu tempat peristiwa itu
terjadi. Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, "Allah Subhanahu
wa Ta'ala menyebutkan kisah mereka dalam beberapa tempat agar kaum Muslimin
bisa mengambil pelajaran dari kisah pembangkangan mereka."
Mereka memiliki fisik yang bagus, tinggi dan kuat. Bahkan Allah Subhanahu wa
Ta'ala tidak pernah memberikan kekuatan seperti kekuatan mereka. al-Baghawi
mengatakan, "Belum pernah diciptakan seperti kabilah ini dalam masalah
ketinggian dan kekuatan fisik."
Tempat tinggal mereka adalah tempat tinggal terindah dan terbaik serta kokoh.
Mereka berlebih-lebihan dalam masalah ini. mereka banyak sekali membangun
bangunan megah, padahal mereka tidak butuh. Mereka melakukan itu hanya untuk
unjuk kekuatan dan kemampuan. Perilaku ini diingkari oleh Nabi mereka:
أَتَبْنُونَ
بِكُلِّ
رِيعٍ
ءَايَةً
تَعْبَثُونَ
"Apakah
kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main" (as-Syu'ara: 128)
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Allah Subhanahu wa Ta'ala membukakan pintu-pintu rezeki buat mereka
sehingga kekayaan mereka terus bertambah dan bertambah pula bangunan-bangunan
yang mereka dirikan. Allah Subhanahu wa Ta'ala menganugerahkan
tumbuh-tumbuhan dan mata air, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang
artinya, "Allah telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang
ternak, dan anak-anak, dan kebun-kebun dan mata air."
(as-Syu'ara:133-134)
Lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan mereka untuk
mengingat-ingat berbagai nikmat ini agar bisa meraih ridha Allah dan
kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun apa yang mereka lakukan ?
Mereka membalas kebaikan-kebaikan Allah itu dengan pembangkangan dan
penentangan. Mereka menyembah berhala. Seruan rasul (utusan) Allah mereka
remehkan dan Nabi mereka dituduh sudah gila. Mereka mengatakan, "Kami
tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan
penyakit gila atas dirimu" (Hud: 54). Mereka juga mengungkapkan
kekufuran mereka dengan terus terang. Mereka mengatakan, "Kami
sekali-kali tidak akan mampercayai kamu." (Hud: 53)
Dengan ini mereka menolak dakwah Nabi mereka. mereka mengatakan:
سَوَآءٌ
عَلَيْنَآ
أَوَعَظْتَ
أَمْ لَمْ تَكُن
مِّنَ
الْوَاعِظِينَ
"Sama
saja bagi kami, apakah kamu memberi nasehat atau tidak memberi nasehat" (asy-Syu'ara : 136)
Itulah perilaku buruk mereka, kebaikan-kebaikan yang Allah berikan, mereka
balas dengan keburukan dan kesombongan, seiring dengan perjalanan waktu,
berbagai keburukan mereka pun bertambah, sampai-sampai mereka meminta agar
rosul yang diutus kepada mereka bukan dari golongan manusia akan tetapi dari
golongan malaikat. Mereka mengatakan, "Kalau Rabb kami menghendaki
tentu Dia akan menurunkan malaikat-malaikat-Nya, maka sesungguhnya kami kafir
kepada wahyu yang kamu bawa" (Fusshilat: 14)
Mereka tidak mengimani keberadaan hari kebangkitan, bahkan mereka menilainya
suatu yang mustahil. Mereka mengatakan, "Apakah ia (Nabi) menjanjikan
kepada kamu sekalian, bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan
tulang belulang, kamu akan dikeluarkan (dari kuburmu). Jauh, jauh sekali (dari
kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu." (al-Mu'minun: 35-36)
Dan masih banyak lagi perbuatan buruk yang mereka lakukan dalam perjalanan
hidup mereka.
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Akibatnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala menimpakan mereka adzab dari arah
yang tidak mereka sangka-sangka. Allah Subhanahu wa Ta'ala menahan air
hujan sehingga semua menjadi kering kerontang. Dalam kondisi seperti itu, Allah
mengirimkan awan hitam kepada mereka, sehingga hati mereka berbunga-bunga saat
melihatnya. Mereka mengatakan :
هذا
عارض ممطرنا
"Inilah awan yang akan menurunkan hujan
kepada kami."
(al-Ahqaf : 24)
Namun penilaian dan harapan mereka ini dibantah oleh Allah Subhanahu wa
Ta'ala :
بل هو ما
استعجلتم به
ريح فيها عذاب
أليم تدمر كل
شيئ
"(Bukan!)
namun itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin
yang mengandung azab yang pedih. Yang menghancurkan segala sesuatu dengan
perintah Rabbnya."
(al-Ahqaf: 24-25)
Dalam firman-Nya yang lain yang artinya : "Angin itu tidak membiarkan
satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk" (adz-Dzariyat:
42)
Itulah adzab yang Allah Subhanahu wa Ta'ala kirimkan kepada mereka yang
membangkang perintah-Nya. Cepat atau lambat adzab itu pasti datang, tidak ada
yang bisa menghalanginya jika sudah tiba waktu. Sungguh, Allah Subhanahu wa
Ta'ala maha kuasa untuk mengirimkannya dalam hitungan detik bahkan lebih
cepat dari itu. Maka, hendaklah apa yang dialami kaum 'Aad, kaum terkuat yang
pernah ada, namun akhirnya binasa, manjadi pelajaran bagi kita, kaum Muslimin
yang masih hidup. Kekuatan yang mereka miliki tidak berarti sama sekali saat
berhadapan dengan kekuatan Allah Subhanahu wa Ta'ala , Pencipta langit
dan bumi.
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah jalan yang
ditempuh oleh para rasul. Saat diremehkan dan tidak dipedulikan oleh kaumnya,
mereka berdo'a kepada Allah:
رب
انصرني بما
كذبون
"Ya
Rabbku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku" (al-Mukminun : 26)
Juga tawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala merupakan jalan untuk
meraih kemenangan. Kaum Aad adalah kaum yang sangat kuat sementara Hud 'alaihissalam
tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi mereka.
Setelah berusaha mendakwahi mereka, Nabi Hud 'alaihissalam menyerahkan
segala urusannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala :
إني
توكلت على
الله ربي
وربكم
"Sesungguhnya
aku bertawakkal kepada Allah Rabbku dan Rabb kalian" (Hud: 56)
Kemudian juga, istighfar memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala
dan bertaubat kepada-Nya termasuk diantara sebab yang bisa mendatangkan
kekuatan, rasa aman dan kemakmuran. Nabi Hud 'alaihissalam mengatakan
kepada kaumnya:
وياقوم
استغفروا
ربكم ثم توبوا
إليه يرسل السماء
عليكم مدرارا
ويزيدكم قوة
إلى قوتكم ولا
تتولوا
مجرمين
"Dan (Dia berkata): "Hai Kaumku,
mohonlah ampun kepada Rabb kalian lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya dia
menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan dia akan menambahkan kekuatan
kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dan berbuat dosa." (Hud: 52)
Itulah diantara pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Nabi Hud 'alaihissalam
dan kaumnya 'Aad.
أقول
ما تسمعون
وأستغفر الله
لي ولكم
ولسائر المسلمين
فاستغفروه
إنه هو الغفور
الرحيم
KHUTBAH KEDUA
الحمد
لله وكفى
والصلاة
والسلام على
النبي المصطفى
وعلى آله
وصحبه ومن
والاه، أما
بعد:
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Manusia terbaik adalah orang yang menyeru dan mengajak manusia untuk senantiasa
hanya beribadah kepada Allah semata dengan mengikhlaskan semua amal ibadahnya
hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala . Ketahuilah wahai
saudara-saudaraku kaum Muslimin, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala
maha mengetahui semua keadaan pada hamba-Nya dan senantiasa memperhatikan
mereka. Orang yang kufur kepada Allah , pasti akan dihinakan oleh Allah.
Barangsiapa tidak bersyukur kepada Allah atas berbagai nikmat yang Allah anugerahkan
kepadanya, maka Allah pasti mencabut nikmat tersebut. jika pelaku keburukan
atau kezhaliman semakin bertambah zhalim, maka ketahuilah itu merupakan
pertanda kebinasaannya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang
artinya: "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami
perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati
Allah)tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah
sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), Kemudian Kami hancurkan
negeri itu sehancur-hancurnya." (al-Isra: 16)
إِنَّ
اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ
عَلَى
النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوفٌ
رَّحِيمٌ
اللهم
افتح بيننا
وبين قومنا
بالحق وأنت
خير الفاتحين.
اللهم
إنا نسألك
علما نافعا
ورزقا طيبا
وعملا متقبلا
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ
وصلى
الله على
نبينا محمد
وعلى آله
وصحبه و َمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ
الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ
Sumber: Majalah As-Sunnah, Edisi 06/Thn
XVI/Dzulqa'dah 1433H/Oktober 2012 M