Islam Adalah Agama Wahyu
Jumat, 08
Nopember 13
إِنّ
الْحَمْدَ ِللهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا
مَنْ
يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ
اللهُ
وَأَشْهَدُ
أَنّ
مُحَمّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ
صَلّ
وَسَلّمْ
عَلى
مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ
وَمَنْ
تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ
الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ
حَقّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنّ
إِلاّ
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا
النَاسُ
اتّقُوْا
رَبّكُمُ
الّذِي خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَاءً
وَاتّقُوا
اللهَ الَذِي
تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَام
َ إِنّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ
آمَنُوْا
اتّقُوا
اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً
سَدِيْدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ
...
فَأِنّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ الْهَدْىِ
هَدْىُ
مُحَمّدٍ
صَلّى الله
عَلَيْهِ
وَسَلّمَ،
وَشَرّ
اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ وَكُلّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً،
وَكُلّ ضَلاَلَةِ
فِي النّارِ.
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Islam adalah agama wahyu. Maksudnya, semua ajarannya bersumber dari al-Qur'an
dan Sunnah yang merupakan wahyu. Allah menurunkannya kepada Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam melalui Malaikat Jibril.
Al-Qur'an yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
adalah Kalamullah, bukan perkataan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam . Oleh karena itu, ketika orang kafir menentang Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam agar mendatangkan al-Qur'an selain yang sudah ada
tersebut, beliau shallallahu 'alaihi wasallam tidak bisa melakukannya.
Beliau shallallahu 'alaihi wasallam hanya mengikuti wahyu yang
diturunkan kepadanya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala
قُلْ
مَايَكُونُ
لِي أَنْ
أُبَدِّلَهُ
مِن تِلْقَآءِ
نَفْسِي إِنْ
أَتَّبِعُ
إِلاَّ مَايُوحَى
إِلَيَّ
إِنِّي
أَخَافُ إِنْ
عَصَيْتُ
رَبِّي
عَذَابَ
يَوْمٍ
عَظِيمٍ
Katakanlah:"Tidaklah patut bagiku
menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang
diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Rabbku kepada
siksa hari yang besar (kiamat)". (QS
Yunus: 15)
Allah Subhanahu wa Ta'ala juga menegaskan bahwa Muhammad itu manusia
biasa yang menerima wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu
wa Ta'ala berfirman:
قُلْ
إِنَّمَآ
أَنَا بَشَرٌ
مِّثْلَكُمْ
يُوحَى
إِلَىَّ
أَنَّمَآ
إِلاَهُكُمْ
إِلَهٌ
وَاحِدٌ
Katakanlah:"Sesungguhnya aku ini hanya
seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku:"Bahwa sesungguhnya
Ilah kamu itu adalah Ilah Yang Esa" (QS.
Al-Kahfi: 110)
Ketika orang-orang kafir tetap menuduh bahwa al-Qur'an itu buah karya
Rasulullah, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menentang mereka untuk
membuat karya semisal al-Qur'an, namun mereka tidak bisa melakukannya sama
sekali.
Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa al-Qur'an yang merupakan sumber ajaran
Islam adalah wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta'ala . Selain al-Qur'an,
sumber lain yang juga merupakan wahyu ialah Sunnah; yang diberikan kepada
Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
لَقَدْ
مَنَّ اللهُ
عَلَى
الْمُؤْمِنِينَ
إِذْ بَعَثَ
فِيهِمْ
رَسُولاً
مِّنْ أَنفُسِهِمْ
يَتْلُوا
عَلَيْهِمْ
ءَايَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ
وَيُعَلِّمُهُمُ
الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ
وَإِن
كَانُوا مِن
قَبْلُ لَّفِي
ضَلاَلٍ
مُّبِينٍ
Sungguh Allah telah memberi karunia kepada
orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul
dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah,
membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan
Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah
benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
(ali-Imran: 164)
Yang dimaksud dengan al-hikmah adalah Sunnah
Kaum Muslimin rahimakumullah
Di depan sudah disampaikan, Islam adalah agama wahyu, maka kewajiban kita
sebagai kaum Muslimin adalah melaksanakannya semampu kita sesuai dengan panduan
wahyu yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala tersebut. Ketika
beribadah, kita beribadah sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam, bukan dengan cara-cara baru yang kita rasa baik. Karena
perasaan bukan landasan agama, apalagi perasaan masing-masing orang itu berbeda-beda.
Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu mengatakan, "Betapa banyak orang
yang menginginkan kebaikan, namun dia tidak dapat meraihnya."
Itulah kewajiban pertama kita terkait keberadaan Islam sebagai agama wahyu. Dan
itu juga merupakan salah satu syarat diterimanya ibadah yang dilakukan oleh
seseorang; tanpa itu, tertolak sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam ;
من عمل
عملا ليس عليه
أمرنا فهو رد
Barangsiapa melakukan satu amalan yang tidak
ada tuntunannya dari kami maka itu tertolak. (HR.
Muslim).
أقول
قولي هذا
أستغفر الله
لي ولكم
ولسائر المسلمين
والمسلمات
فاستغفروه
إنه هو الغفور
الرحيم
[Khutbah Kedua]
أحمد
ربي وأشكره،
وأشهد أن لا
إله إلا الله
وحده لا شريك
له، وأشهد أن
نبينا محمدا
عبده ورسوله.
Kaum Muslimin rahimakumullah
Kewajiban kedua yang juga merupakan syarat diterima amal ibadah kita adalah
ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala .
وَمَآ
أُمِرُوْا
إِلاَّ
لِيَعْبُدُوْااللهَ
مُخْلِصِيْنَ
لَهُ
الدِّيْنَ
حُنَفَآءَ
وَيُقِيْمُوْا
الصَّلَوةَ
وَيُؤْتُوْا
الزَّكَوةَ
وَذَلِكَ
دِيْنُ
الْقَيِّمَةِ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya
menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam(menjalankan) agama
yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang
demikian itulah agama yang lurus. (al-Bayyinah:
5)
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Ikhlas adalah amalan hati, bukan amalan lisan. Ikhlas tidak perlu disampaikan
kepada orang lain. Dan keikhlasan seseorang dalam beramal pasti diketahui oleh
Allah, meskipun orang tersebut tidak mengucapkannya, karena Allah Subhanahu
wa Ta'ala Maha Mengetahui niat yang terpendam dalam hati seseorang.
Ikhlas ini, wahai saudara-saudaraku, meski singkat dan mudah dilafalkan, akan
tetapi sangat susah direalisasikan. Perhatikanlah perkataan Imam ats-Tsauri rahimahullah
yang menjelaskan betapa susahnya menjaga niat ini. Beliau rahimahullah
mengatakan, "Saya tidak pernah mengobati sesuatu yang lebih susah bagi
saya melebihi susahnya saya mengobati niat".
Ini perkataan seorang Ulama yang tidak diragukan keshalihannya, lalu bagaimana
dengan orang seperti kita di tengah banyaknya gempuran godaan dunia?! Hendaklah
kita terus mengintrospeksi diri kita dan terus memohon pertolongan kepada Allah
Subhanahu wa Ta'ala agar kita dijadikan termasuk para hamba yang ikhlas.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Keikhlasan seseorang dalam beramal mempunyai efek yang luar biasa terhadap
nilai amalan yang dilakukannya, jika ibadah yang dilakukannya itu untuk mencari
dunia, maka sebatas itu yang didapatkan: sementara di akhirat ia tidak akan
mendapatkan apa pun.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
مَن
كَانَ
يُرِيدُ
الْحَيَاةَ
الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا
نُوَفِّ
إِلَيْهِمْ
أَعْمَالَهُمْ
فِيهَا
وَهُمْ
فِيهَا
لاَيُبْخَسُونَ
أُوْلَئِكَ
الَّذِينَ
لَيْسَ
لَهُمْ فِي
اْلأَخِرَةِ إِلاَّ
النَّارَ
وَحَبِطَ
مَاصَنَعُوا
فِيهَا
وَبَاطِلٌ
مَّاكَانُوا
يَعْمَلُونَ
Barangsiapa
menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada
mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia
itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat,
kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di
dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (Hud: 15-16).
Dengan keikhlasan, amalan yang ringan menjadi besar ganjarannya, bahkan dengan
niat yang ikhlas, seseorang bisa mendapatkan pahala, meskipun dia belum sempat
beramal karena terhalang oleh udzur. Simaklah sabda Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam berikut:
عن
أنس بن مالك
رضي الله عنه :
أن رسول الله
صلى الله عليه
و سلم رجع من
غزوة بتوك فدنا
من المدينة
فقال ( إن
بالمدينة
أقواما ما سرتم
مسيرا ولا
قطعتم واديا
إلا كانوا
معكم ) . قالوا
يا رسول الله
وهم بالمدينة
؟ قال ( وهم بالمدينة
حبسهم العذر )
Dari
Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika kembali
dari perang Tabuk dan mendekat ke Madinah, beliau bersabda, "Sesungguhnya
di kota Madinah terdapat beberapa kaum yang tidaklah kalian menempuh satu
perjalanan atau menyebrangi lembah kecuali mereka senantiasa bersama kalian
(dalam pahala)", Para shahabat bertanya (keheranan) "Wahai
Rasulullah, padahal mereka berada di kota Madinah," Rasulullah menjawab,
"Ya, padahal mereka berada di kota Madinah, mereka tertahan oleh udzur (HR al-Bukhari)
Ibnul-Mubarak rahimahullah mengatakan bahwa betapa banyak amalan yang
kecil namun menjadi besar pahalanya disebabkan oleh niat, dan betapa banyak
amalan yang besar namun karena niat juga ganjarannya menjadi sedikit.
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Demikianlah hal kedua yang perlu kita perhatikan agar amal ibadah yang
dilakukan dalam keislaman kita menjadi bermanfaat. Pertama,
melaksanakannya sesuai dengan tuntutan wahyu; dan yang kedua ikhlas,
hanya mengharap balasan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala .
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَ
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ
وَلَا
تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا
غِلّاً لِّلَّذِينَ
آمَنُوا
رَبَّنَا
إِنَّكَ
رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنفُسَنَا
وَإِن لَّمْ
تَغْفِرْ
لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ.
وَصَلىَّ
اللهُ عَلىَ
مُحَمَّدٍ
وَعَلىَ
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
تَسْلِيمًا كَثِيرًا
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ اْلحَمْدُ
لِلهِ رَبِّ
اْلعَالمَِينَ
Sumber : Majalah As-Sunnah Edisi 07/ThnXVII/Dzulhijjah 1434H-Muharram
1435/November 2013