Ilmu Yang Bermanfaat
Jumat, 15
Oktober 10
Khutbah
Pertama
إِنَّ
الْحَمْدَ
لله
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوْذُ بلله
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ
يَهْدِهِ الله
فَلَا
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ
فَلَا هَادِيَ
لَهُ،
أَشْهَدُ
أَنْ لَا اله
إلا الله وَحْدَهُ
لَا شَرِيْكَ
لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ إِلاَّ
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوا
رَبَّكُمُ
الَّذِي
خَلَقَكُم
مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيرًا
وَنِسَآءً
وَاتَّقُوا
اللهَ
الَّذِي
تَسَآءَلُونَ
بِهِ وَاْلأَرْحَامَ
إِنَّ الله
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله
وَقُولُوا
قَوْلاً
سَدِيدًا .
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
وَمَن يُطِعِ
اللهَ وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيمًا
أَمَّا
بَعْدُ:
فَإِنَّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ الله
وَخَيْرَ
الْهَدْيِ
هَدْيُ مُحَمَّدٍ
صلى الله عليه
و سلم وَشَرَّ
الْأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلَّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ،
وَكُلَّ
بِدْعَةٍ
ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ
ضَلَالَةٍ
فِي النَّارِ.
اللهم صَل عَلَى
مُحَمدٍ،
وَعَلَى أله
وَصَحْبِهِ
وَسَلمْ.
Amma ba’du
:
Ayyuhal
muslimun ! bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wata’ala
. Karena takwa kepada Allah Dapat mengantarkan manusia kepada ilmu yang
merupakan tangga keselamatan, dengan izin Allah Subhanahu Wata’ala . Allah
Subhanahu Wata’ala berfirman :
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
إِن تَتَّقُوا
اللهَ
يَجْعَل
لَّكُمْ
فُرْقَانًا
Hai
orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan
memberikan kepadamu furqaan .
(QS.Al-Anfal :29)
Yang
dimaksud dengan Furqan ialah ilmu yang bisa digunakan untuk membedakan
Fakta-fakta yang ada dan memisahkan antara yang hak ( benar ) dan yang batil (
salah ).
Ibadallah , tidak ada yang menyaksikan bahwa ilmu
pengetahuan adalah keburukan, bencana, dan kehinaan. Ilmu yang bermamfaat
adalah sumber keutamaan, sedangkan kebodohan adalah kubangan dan pusat
kehinaan.Ilmu pengetahuan adalah sumber air yang paling segar dan tempat
berkumpulnya hal-hal yang berserahkan. Dengan ilmu yang bermamfaat,
individu-individu dan kelompok-kelompok dapat membangun kejayaan dan peradaban.
Sedangkan dengan kebodohan pilar-pilar bangunan akan rapuh, penyangga bangunan
akan runtuh, dan anak manusia akan dilanda kehancuran. Oleh karena kedudukan
dan posisi ilmu yang tinggi itulah agama kita. Agama islam yang hanif mendorong
untuk menguasai ilmu, menganjurkan untuk mempelajarinya dan menyerukan untuk
menempuh jalurnya. Islam juga mengjarkan bahwa mencari ilmu yang bermamfaat
adalah jalan menuju gerbang surga, dengan izin Allah Subhanahu Wata’ala. .
Dalam
sebuah Hadits Shahih Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda :
‘’
Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan
baginya jalan menuju Surga.’’ ( HR.
Muslim, 2699 )
Perintah
membaca adalah seruan pertama yang digunakan oleh Islam. Hal itu dilakukan
dalam rangka mengingatkan pentingnya nilai ilmu pengetahuan, mengangkat
harganya, memantapkan pondasi bangunan mental di dalam umat, membangun panggung
peradaban umat, membuka rahasia kemajuan, dan perkembangan eksistensinya. Yakni
ilmu pengetahuan tentang Kitab Allah dan Sunnah RasulNya Serta segala macam
ilmu pengetahuan yang diperlukan oleh umat Islam di dalam melanjutkan
perjalanannya.
Sehingga
mereka bisa membuat peradabannya sejalan dengan zaman di mana mereka hidup
Namun tetap memegang teguh perinsip-perinsip akidahnya dan ajaran-ajaran
agamanya .
Ummatal
Islam ! Di dalam Kitab Allah banyak sekali ayat yang
mengangkat topik yang penting ini. Bukankah anda pernah membaca Firman Allah ,
أَفَمَن
يَعْلَمُ
أَنَّمَآ
أُنزِلَ
إِلَيْكَ مِن
رَّبِّكَ
الْحَقُّ
كَمَنْ هُوَ
أَعْمَى
Adakah
orang yang mengetahui bahwasannya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu
benar sama dengan orang yang buta. ? (QS.
Ar-Ra’du :19)
Atau
firman Allah Subhanahu Wata’ala ,
وَقُل رَّبِّ
زِدْنِي
عِلْمًا
Dan katakanlah:
"Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan". (QS. Thaha :114)
Atau
firman Allah Subhanahu Wata’ala,
إِنَّمَا
يَخْشَى
اللهَ مِنْ
عِبَادِهِ الْعُلَمَاؤُا
Sesungguhnya
yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.( orang-orang
yang berilmu. (QS.
Fathir :28)
Atau
firman Allah Subhanahu Wata’ala,
قُلْ هَلْ
يَسْتَوِي
الَّذِينَ
يَعْلَمُونَ
وَالَّذِينَ
لاَيَعْلَمُونَ
Katakanlah:"Adakah
sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak
mengetahui"? (QS.
Az-Zumar :9)
Atau
Firman Allah Subhanahu Wata’ala,
يَرْفَعِ
اللهُ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
مِنكُمْ
وَالَّذِينَ
أُوتُوا
الْعِلْمَ
دَرَجَاتٍ
Allah
akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang
diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
(QS.Al-Mujadilah :11)
Rasulullah
Shalallahu Alaihi Wasallam Sang Guru pertama adalah suri tauladan yang baik
dalam hal ini. Di dalam Sunnah beliau, baik Sunnah qauliyah maupun
Sunnah amaliyah terdapat banyak informasi yang menerangkan adanya kedudukan
tertinggi dalam masalah ini.
Sedangkan
generasi Salaf kita yang Shalih telah mencatat halaman-halaman paling
cemerlang, membuat model paling menakjubkan dalam hal minat terdapat ilmu
pengetahuan, dan telah melintasi gurun pasir yang luas dalam rangka mencari
ilmu. Sehingga kerja keras mereka itu mewariskan peradaban ilmiah yang beragam
dan belum ada yang menyamainya sepanjang sejarah. Dan perpustakaan Islam dalam
berbagai disiplin ilmu menepati tempatnya yang sangat tinggi. Hal itu tak lain
karena pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala, kemudian berkat niat yang ikhlas
dalam menuntut ilmu; tidak dinodai oleh ketamakan duniawi dan ambisi materi.
Juga berkat adanya metode yang benar, keseriusan dan semangat pantang menyerah
yang perlu ditiru dan diteladani oleh para penuntut ilmu saat ini .
Wahai
umat ilmu dan iman !
Sesungguhnya musibah terbesar yang menimpa banyak orang Islam sekarang adalah
kebodohan terhadap agama Allah . Inilah yang menjadi penyebab timbulnya segala
masalah dan pemicu lahirnya segala kesulitan. Orang semacam itu bila hidup
tidak dianggap ada dan bila mati tidak dianggap hilang. Adanya tuhan yang
disembah selain Allah dan banyaknya orang yang beribadah dengan cara yang
berlainan dengan syari’at Allah, akibat dari kebodohan ( ketidak tahuan ) akan
hakikat Islam dan prinsip-prinsipnya yang luhur .
Pendek
kata, Segala macam keburukan, bencana, kerusakan dan penyakit yang ada di dalam
akidah, ibadah, persepsi, pikiran, prilaku dan perangai umat bersumber dari
kebodohan dan bermula dari ketidak tahuan. Barangsiapa menginginkan keselamatan
maka jalur ilmulah tangga menuju kesana, dengan izin Allah .
Ilmu
yang paling kita inginkan adalah ilmu tentang Kitab Allah. Baik dalam konteks
membaca, menghapal,merenungkan maupun menafsirakannya. Berikutnya adalah ilmu
tentang Sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Waasallam, Baik dalam konteks
priwayatan, pemahaman,maupuan penerapan. Juga memberikan perhatian terhadap
pendalaman agama Allah dalam bidang akidah, ibadah, muamalah, dan lain-lain.
Supaya seorang muslim mengetahui duduk perkaranya. Begitu juga ilmu tentang
bahasa Al-Qur’an, bahasa Arab yang fushhaa ( baku ) yang dihindari oleh
banyak orang, dicampuradukkan dengan bahasa-bahasa lainnya, dan tidak
henti-hentinya mendapat serangan dalam hal unsub (gaya bahasa), tarkib
(struktur), Syair (puisi), dan natsar (prosa)nya dari sebagian
orang yang menaruh dendam kepadanya. Tetapi Allah selalu menjadi penjaganya
sepanjang dia menjaga agama dan Kitab Sucinya.
Sesungguhnya
umat Islam saat ini sangat membutuhkan generasi muda yang mampu menguasai
Ilmu-ilmu penting yang dibutuhkan oleh umat Islam. Seperti Ilmu kedokteran,
tehnik, ekonomi dan ilmu-ilmu lainnya yang termasuk fardu kifayah.
Supaya mereka dapat menjadi pelayan agamanya dan tidak bergantung kepada orang
lain.
Suatu
hal yang perlu diingatkan, yaitu harus ada sekelompok umat Islam yang
mempelajari ilmu-ilmu kemiliteran dan menguasai alat-alat perang. Supaya mereka
bisa mengikuti zaman di mana mereka hidup. Dan mereka bisa mempertahankan
tempat-tempat suci mereka., kehormatan dan keyakinan mereka. Di samping itu,
harus ada juga sebagian umat Islam yang menekuni ilmu-ilmu frofesi dan
ilmu-ilmu terapan. Supaya umat Islam bisa melengkapi diri dengan semua disiplin
ilmu yang bermanfaat dan berguna bagi mereka. Namun, yang terpenting di dalam
setiap ilmu adalah keikhlasan dalam menjalankan dan menggunakannya untuk
kepentingan agama, akidah dan dakwah Islam.
Mudah-mudahan
anak-anak umat Islam yang saat ini tengah bersiap-siap memasuki tahun ajaran
baru bisa memahami isu-isu yang penting ini, di dalam bingkai misi yang agung.
Wahai anak-anak Islam! Wahai para pelajar! Wahai orang-orang yang dimuliakan
oleh Allah dengan menimba warisan Nabi. Takutlah kepada Allah dalam menuntut
ilmu, tekunilah ilmu agama, ikutilah metode yang benar dan ambillah dari
orang-orang yang kredibel. Wahai para guru! Wahai orang-orang yang mengemban
amanat pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak belahan jiwa umat Islam.
Takutlah kepada Allah dalam menghadapi mereka. Ketahuilah bahwa anda dimintai
pertanggung jawaban atas mereka di hadapan Allah. Jadilah suri tauladan bagi
mereka. Jadilah contoh baik yang bisa ditiru akhlak dan keistiqomahannya.
Didiklah mereka dengan pendidikan Islam yang benar, agar proses pembelajaran
dan pendidikan berjalan dengan langkah-langkah yang benar. Anda adalah pendidik
sebelum menjadi pendikte .
Sedangkan
para ulama, pewaris para Nabi yang dikaruniai Allah ilmu dan pengetahuan
memiliki kewajiban yang sangat besar dalam menyampaikan dan mengajarkan
ilmu-ilmu agama kepada umat Islam. Juga dalam mengembalikan posisi ilmu agama
dan menghidupkan mejlis-majlis dzikir ( pengajian ) di masjid-masjid dan
lembaga-lembaga pendidikan, agar tidak temasuk menyembunyikan ilmu, karena hal
itu diharamkan. Diserukan kepada orang-orang yang diberi amanat untuk membuat
perencanaan dan menyusun kurikulum pelajaran bagi putra-putri umat Islam, agar
senantiasa takut kepada Allah dalam konteks mereka. Hendaknya mereka memuaskan
kepada ilmu-ilmu agama. Menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai landasan
kurikulum mereka, dan mengikis habis hal-hal yang bertentangan dengan ajaran
agama., norma-norma dan prinsip-prinsip kita. Supaya sekolah-sekolah,
pesantren-pesantren dan universitas-universitas berubah menjadi
panggung-panggung kebaikan dan petunjuk. Serta menjadi arena-arena pembinaan
dan pendidikan .
Kemudian
ajakan kepada para wali murid agar memahami peran besar mereka dalam mengontrol
putra-putri mereka, mengawasi tingkah laku mereka, dan menciptakan hubungan
yang kuat antara keluarga dan sekolah. Sehiangga terjadi kerja sama yang
konstruktif dan produktif (sinergi) dalam tataran ilmu, praktik, bimbingan dan
pendidikan.
Ayyuhal
musimun! Ini adalah isyarat singkat dalam dalam sebuah
tugas yang berat. Saya berharap bahwa pengangkatan topik ini bertepatan dengan
permulaan tahun ajaran baru dapat menjadi pendorong semangat kita semua. Dan
masing-masing kita bisa memahami perannya, sehingga masyarakat muslim kita bisa
mendapatkan kemuliaan, ketahanan, perlindungan, kejayaan dan kekuatan yang
diharapkannya .
Kita
memohon kepada Allah agar berkenan menganugrahi kita ilmu yang bermanfaat dan
amal yang shahih. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia .
بارَكَ الله
لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
الْآيَاتِ
وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هذا
وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ
وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ،
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ
Khutbah
Kedua
اَلْحَمْدُ
لله الَّذِيْ
أَرْسَلَ
رَسُوْلَهُ
بِالْهُدَى
وَدِيْنِ
الْحَـقِّ
لِيُظْهِرَهُ
عَلَى الدِّيْنِ
كُلِّهِ
وَلَوْ
كَرِهَ
الْمُشْرِكُوْنَ،
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إله
إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
قَالَ الله
تَعَالَى:
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
اللهم صَلِّ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ
Amma
ba’du :
Ibadallah ! Bertakwalah kepada Allah. Ketahuilah nilai
ilmu dan berusahalah semaksimal mungkin untuk mendalami agama anda. Karena
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ,
‘’ Barang siapa yang dikehendaki baik oleh allah, niscaya dia
akan memberinya kemampuan untuk memahami ilmu agama.’’ ( HR. Al-Bukhari, 71,dan Muslim. 1037 )
Bertanyalah
kepada ahli ilmu tentang hal-hal yang sulit anda mengerti dan istilah
waktu-waktu anda dengan ilmu yang bermanfaat . Karena ilmu tidak dibatasi
dengan usia tertentu, tidak terikat dengan priode tertentu dan tidak berakhir
dengan keberhasilan meraih ijazah yang tinggi .
Ketahuilah
bahwa anda sedang berada di zaman saat anda tidak bisa keluar dari fitnah
kecuali dengan senjata ilmu yang bermanfaat. Jika dunia menyaksikan antusiasme
dan kebangkitan, maka sudah seharusnya bila fenomena ini dilengkapi dengan
mahkota ilmu yang bermanfaat. Hal itu dimaksudkan untuk mengokohkan
pondasi-pondasinya, mengendalikan arah perjalanannya dan menjaganya dari
penyimpangan, dengan izin Allah .
Begitulah
! Setiap pelaku dakwah dan petugas pengawas sosial harus memiliki tentang apa
yang mereka dakwahkan dan menguasai metode dakwah dengan hikmah (bijaksana) dan
nasihat yang baik. Supaya tidak terjadi tindakan yang melampui hikmah atau
terjerumus ke dalam aksi yang berbahaya yang pada dasarnya terjadi akibat
kurangnya penguasaan ilmu.
Salah
satu penomena berbahaya dalam konteks ini ialah fenomena ‘’sok tahu’’. Sebagian
orang mengklaim diri sebagian ulama, padahal tidak demikian adanya. Bahkan
mereka tidak memiliki ilmu sedikitpun. Lalu mereka bersikap ‘’kurang
ajar’’terhadap Allah dan dan RasulNya. Misalnya menerbitkan fatwa dan
mendiskreditkan para ulama yang diakui kredibilitasnya. Hal ini tentu akan
menimbulkan bahaya besar yang mengancam masyarakat .
Ibadallah ! Bertakwalah kepada Allah. Pelajarilah ilmu
yang bermanfaat bagi anda. Dan ikutilah ilmu dengan amal dan dakwah kepada
Allah. Semuanya harus dilakukan dengan langkah yang terukur; tidak berlebihan
dan tidak ceroboh. Dengan begitu akan diperoleh manfaat yang besar dan kebaikan
yang luas, dengan izin Allah.
Ucapkanlah
shalawat dan salam kepada orang yang mengajarkan kepada manusia, Nabi terbaik
dan Rasul pilihan. Sebagaimana diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala
berfirman :
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ
يَآأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya
bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk
Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab :56)
( Dikutip dari buku : Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun, edisi
pertama, ElBA Al-Fitrah, Surabaya . Diposting oleh Yusuf Al-Lombaky )