Buah Kesabaran
Selasa, 10
April 12 Oleh
Ustadz Waznin Mahfuzh
Khutbah
Pertama :
إِنَّ
الْحَمْدَ
لله
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوْذُ بالله
مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ
يَهْدِهِ الله
فَلَا
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلَا
هَادِيَ
لَهُ،
أَشْهَدُ
أَنْ لَا إلهَ
إلا الله
وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ إِلاَّ
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوا
رَبَّكُمُ
الَّذِي
خَلَقَكُم
مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً كَثِيرًا
وَنِسَآءً
وَاتَّقُوا
اللهَ الَّذِي
تَسَآءَلُونَ
بِهِ
وَاْلأَرْحَامَ
إِنَّ الله
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله
وَقُولُوا
قَوْلاً
سَدِيدًا .
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
وَمَن يُطِعِ
اللهَ
وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيمًا
أَمَّا
بَعْدُ:
فَإِنَّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيْثِ
كِتَابُ الله
وَخَيْرَ
الْهَدْيِ
هَدْيُ
مُحَمَّدٍ
صلى الله عليه
و سلم وَشَرَّ
الْأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ،
وَكُلَّ
بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ،
وَكُلَّ
ضَلَالَةٍ
فِي النَّارِ.
اللهم صَل
عَلَى
مُحَمدٍ،
وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَسَلمْ.
Hadirin Rahimakumullah wa A'azzakumullah!
Takwa
adalah anugerah yang paling agung setelah hidayah iman yang telah dimasukkan
oleh Allah Subhanahu Wata'ala ke dalam kalbu.
Dengan
bersyukur yang sebenar-benarnya, Allah Subhanahu Wata'ala akan meningkatkan
kenikmatan yang agung itu, insya Allah. Dia hujamkan keimanan ke dalam
hati kita dan mengangkat tinggi derajat ketakwaan kita. Amin, Allahumma,
amin…
Hadirin Rahimakumullah!
Jika
keimanan itu laksana burung, maka jiwa kita akan terbang menuju ke hadirat
Allah Subhanahu Wata'ala dengan dua sayap yang kokoh, yaitu sayap syukur dan
sayap sabar.
Hakikat
sabar adalah teguh dan kokoh mempertahankan jiwa untuk selalu berada pada
ketentuan syari'at Allah, dengan tetap menjalankan ketaatan dan menahan diri
dari larangan serta berlapang dada pada setiap ketentuan ujian dari Allah
Subhanahu Wata'ala.
Maka
orang yang bersabar akan senantiasa teguh dan selalu menambah kekuatan tenaga
jasmani dan rohaninya untuk meningkatkan amal ketaatan, terus mengokohkan dan
menambah tekun amal ibadah dan amal shalih mereka. Allah Subhanahu Wata'ala
berfirman :
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اصْبِرُوا
وَصَابِرُوا
وَرَابِطُوا
وَاتَّقُوا اللهَ
لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُونَ
"Hai
orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan
tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah
supaya kamu beruntung." (Ali
Imran: 200).
Mereka
juga bersabar di dalam menahan penderitaan dengan tetap melaksanakan ketaatan,
sehingga Allah Subhanahu Wata'ala amat memuji dan menyanjung mereka.
Dengan
bersabar, seseorang akan menyadari dan ridha bahkan cinta terhadap ketentuan
ujian penderitaan yang telah ditakdirkan oleh Allah pada dirinya. Allah
Subhanahu Wata'ala berfirman :
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ
بِشَيْءٍ
مِنَ الْخَوْفِ
وَالْجُوعِ
وَنَقْصٍ
مِّنَ
اْلأَمْوَالِ
وَاْلأَنفُسِ
وَالثَّمَرَاتِ
وَبَشِّرِ
الصَّابِرِينَ
"Dan
sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada
orang-orang yang sabar." (Al-Baqarah:
155).
Bagaimana
tidak, padahal orang-orang kafir, orang-orang musyrik dan orang-orang atheis
mampu bertahan dengan penderitaan-penderitaan yang menimpa mereka, maka orang
beriman pasti lebih kokoh, tahan dan ridha, bahkan cinta pada ketentuan takdir
itu, kemudian dengan kekuatan jiwa dan imannya, orang-orang yang beriman
mencari kebaikan di dunia dan di akhirat dari penderitaan itu dengan beristirja`
hanya kepada Allah. Istirja` maksudnya, meyakini, mengakui, menyadari
sepenuhnya serta menyerahkan segenap kebaikan urusannya hanya kepada Allah,
sehingga Allah Subhanahu Wata'ala berkenan membalasnya dengan yang lebih indah.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
الَّذِينَ
إِذَآ
أَصَابَتْهُم
مُّصِيبَةٌ
قَالُوا
إِنَّا للهِ
وَإِنَّآ
إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
"(Yaitu)
orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, 'Inna lillahi wa
inna ilaihi raji'un'." (Al-Baqarah:
155 – 156).
Hadirin Rahimakumullah wa A'azzakumullah!
Itulah
hakikat kesabaran yang intinya adalah teguh bertahan sekokoh-kokohnya dalam
memperkuat jiwa, kemudian memperjuangkan segenap kemampuan jiwanya itu dalam
menempuh keridhaan Allah, dengan melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya
dalam kondisi apa pun.
Kesabaran
yang demikian itulah yang disediakan bagi penyandangnya berbagai kemuliaan,
keagungan, ketinggian derajat, kekuasaan, bahkan berbagai balasan yang
dijanjikan oleh Allah dalam Firman-firmanNya,
Mari
kita simak beberapa pujian dan balasan yang disediakan dan diberikan kepada
orang-orang yang bersabar, yang kita kutip dari Firman Allah Subhanahu
Wata'ala,
1. Allah akan mengantarkannya menuju kepada
keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Firman Allah Subhanahu
Wata'ala :
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اصْبِرُوا
وَصَابِرُوا
وَرَابِطُوا
وَاتَّقُوا اللهَ
لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُونَ
"Hai
orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan
tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah
supaya kamu beruntung." (Ali
Imran: 200).
2. Pahala orang-orang yang bersabar akan
dilipatgandakan dengan hitungan yang tanpa batas. Sebagaimana yang diperkuat
oleh Firman Allah :
قُلْ
يَاعِبَادِ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
رَبَّكُمْ
لِلَّذِينَ
أَحْسَنُوا فِي
هَذِهِ
الدُّنْيَاحَسَنَةٌ
وَأَرْضُ اللهِ
وَاسِعَةٌ
إِنَّمَا
يُوَفَّى
الصَّابِرُونَ
أَجْرَهُم
بِغَيْرِ
حِسَابٍ
"Katakanlah,
'Hai hamba-hambaKu yang beriman, bertakwalah kepada Rabbmu.'Orang-orang yang
berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas.
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa
batas." (Az-Zumar:
10).
3. Mencapai kejayaan dan kepemimpinan, sebab
tanpa kesabaran, cita-cita yang sudah di depan mata dan sedikit lagi akan
tergapai menjadi sirna dan hilang. Cobalah perhatikan pemimpin-pemimpin besar
dunia, mereka adalah orang-orang yang gigih memperjuangkan cita-citanya, di
samping senjata utama yang tidak pernah lekang dari mereka yaitu kesabaran
menghadapi berbagai rintangan yang menghadang mereka.
Firman Allah Subhanahu Wata'ala :
وَجَعَلْنَا
مِنْهُمْ
أَئِمَّةً
يَهْدُونَ
بِأَمْرِنَا
لَمَّا
صَبَرُوا
وَكَانُوا بِئَايَاتِنَا
يُوقِنُونَ
"Dan
Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk
dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan mereka meyakini ayat-ayat
Kami." (As-Sajadah:
24).
4. Dengan kesabaran, kekuatan akan selalu
bersanding bersamanya, kemenangan akan selalu hadir di hadapannya, dan
pertolongan Allah akan selalu menyertainya. Firman Allah Subhanahu Wata'ala :
وَأَطِيعُوا
اللهَ
وَرَسُولَهُ
وَلاَتَنَازَعُوا
فَتَفْشَلُوا
وَتَذْهَبَ
رِيحُكُمْ
وَاصْبِرُوا
إِنَّ اللهَ
مَعَ
الصَّابِرِينَ
"Dan
taatlah kepada Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang
menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu. Dan bersabarlah,
sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Al-Anfal: 46).
5. Kesabaran merupakan perisai kokoh dan tangguh,
yang dapat digunakan menangkal berbagai makar yang diluncurkan musuh, bahkan
dengan kesabaran itu, makar-makar musuh akan menjadi lemah dan tak mempunyai
daya serang yang berarti.
Firman Allah Subhanahu Wata'ala :
إِن
تَمْسَسْكُمْ
حَسَنَةُُ
تَسُؤْهُمْ وَإِن
تُصِبْكُمْ
سَيِّئَةُُ
يَفْرَحُوا بِهَا
وَإِن
تَصْبِرُوا
وَتَتَّقُوا
لاَ يَضُرُّكُمْ
كَيْدُهُمْ
شَيْئًا
إِنَّ اللهَ
بِمَا
يَعْمَلُونَ
مُحِيطُُ
"Jika
kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu
mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa,
niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu.
Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan." (Ali Imran: 120).
6. Sebagai penghormatan yang sangat istimewa bagi
para penyabar. Dikarenakan ketangguhan mereka di dalam bersabar, maka para
malaikat menyambut dan mengucapkan salam kepada mereka.
Firman Allah Subhanahu Wata'ala :
سَلاَمٌ
عَلَيْكُم
بِمَا
صَبَرْتُمْ
فَنِعْمَ
عُقْبَى
الدَّارِ
"(Sambil
mengucapkan), 'Salamun 'alaikum bima shabartum.' Maka alangkah baiknya tempat
kesudahan itu." (Ar-Ra'd:
23 – 24).
7. Menjadi golongan yang dicintai Allah merupakan
cita-cita dan tujuan seorang mukmin, maka dengan kesabaran, kecintaan Allah
Subhanahu Wata'ala dengan sendirinya tersandang kepadanya.
Firman Allah Subhanahu Wata'ala :
وَكَأَيِّن
مِّن
نَّبِيٍّ
قَاتَلَ
مَعَهُ رِبِّيُّونَ
كَثِيرٌ
فَمَا
وَهَنُوا
لِمَآأَصَابَهُمْ
فِي سَبِيلِ
اللهِ وَمَا
ضَعُفُوا
وَمَا
اسْتَكَانُوا
وَاللهُ
يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
"Dan
berapa banyak nabi yang berperang, bersama-sama mereka sejumlah besar dari
pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang
menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada
musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar." (Ali Imran: 146).
Dan
masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang akan diperoleh oleh seorang
penyabar, yang tidak memungkinkan bagi khatib untuk menyebutkan satu persatu
dan merincinya dengan detil pada khutbah ini, tapi di antara
keutamaan-keutamaan itu adalah mencapai puncak derajat tertinggi dan kebaikan
yang paling agung di dunia maupun akhirat, mendapat kejayaan dan keberuntungan,
jauh dari kerugian dan penyesalan, diistimewakan oleh Allah bersama para
dermawan yang penuh cinta kasih, dan dimasukkan ke dalam golongan Kanan (أَصْحَابُ
الْمَيْمَنَةِ), serta dapat memperkuat sendi-sendi
keislamannya dengan kesabarannya tersebut.
Hadirin Rahimakumullah wa A'azzakumullah!
Itulah
berbagai kemuliaan, keutamaan yang dikaruniakan, pahala yang tiada terhitung,
kemudian ampunan dan surga yang pasti akan diperoleh orang-orang yang bersabar.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
مَا يُصِيْبُ
الْمُسْلِمَ
مِنْ نَصَبٍ
وَلاَ وَصَبٍ
وَلاَ هَمٍّ
وَلاَ حُزْنٍ
وَلاَ أَذًى
وَلاَ غَمٍّ
حَتَّى
الشَّوْكَةِ
يُشَاكُهَا،
إِلاَّ
كَفَّرَ الله
بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ.
"Tidaklah
menimpa seorang Muslim dari keletihan atau penyakit, kecemasan, kesedihan,
penderitaan, tidak pula duka cita, sampai pada duri yang menusuknya, kecuali
Allah meleburkan dengannya dari dosa-dosanya." (HR. al-Bukhari: 5641 – 5642; Muslim: 2573).
Bahkan
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam meriwayatkan satu hadits Qudsi yang beliau
riwayatkan dari Sang Maha Penyabar, bahwa Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
إذا
ابْتَلَيْتُ
عَبْدِيْ
بِحَبِيْبَتَيْهِ
فَصَبَرَ،
عَوَّضْتُهُ
مِنْهُمَا
الْجَنَّةَ.
"Bila
Aku menguji hambaKu dengan kedua kekasihnya (matanya) kemudian bersabar, maka
Aku ganti baginya dengan surga." (HR.
al-Bukhari : 5653).
Hadirin Rahimakumullah wa A'azzakumullah!
Itulah
keutamaan kesabaran, maka marilah kita memohon taufik dan inayahNya,
semoga Allah Subhanahu Wata'ala menjadikan kita semua sebagai hambaNya yang
penyabar.
بَارَكَ الله
لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ
الْكَرِيْمِ
وَجَعَلَنَا
اللهُ مِنَ
الَّذِيْنَ
يَسْتَمِعُوْنَ
الْقَوْلَ
فَيَتَّبِعُوْنَ
أَحْسَنَهُ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هذا
وَأَسْتَغْفِـرُ
الله لِيْ
وَلَكُمْ.
Khutbah Kedua :
اَلْحَمْدُ
لله الَّذِيْ
أَرْسَلَ
رَسُوْلَهُ
بِالْهُدَى
وَدِيْنِ
الْحَـقِّ
لِيُظْهِرَهُ
عَلَى
الدِّيْنِ
كُلِّهِ
وَلَوْ كَرِهَ
الْمُشْرِكُوْنَ،
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إله
إِلاَّ الله
وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ،
قَالَ الله
تَعَالَى:
يَاأَيُّهاَ
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
الله حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوتُنَّ
إِلاَّ وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
اللهم صَلِّ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ:
Hadirin Rahimakumullah!
Kesabaran
adalah kebahagiaan hidup yang sesungguhnya, beberapa orang sahabat radiyallahu
'anhum datang memohon sesuatu kepada Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam,
beliau memberinya, maka mereka datang memohon lagi, Rasul Sallallahu 'Alaihi
Wasallam memberi lagi, kemudian mereka datang lagi, beliau Sallallahu 'Alaihi
Wasallam memberi lagi, sampai akhirnya beliau kehabisan sesuatu untuk diberikan
kepadanya, kemudian beliau Sallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
مَا يَكُوْنُ
عِنْدِيْ
مِنْ خَيْرٍ
فَلَنْ أَدَّخِرَهُ
عَنْكُمْ،
وَمَنْ
يَسْتَعْفِفْ
يُعِفَّهُ
الله ، وَمَنْ
يَسْتَغْنِ
يُغْنِهِ الله
، وَمَنْ
يَتَصَبَّرْ
يُصَبِّرْهُ
الله ، وَمَا
أُعْطِيَ
أَحَدٌ
عَطَاءً
خَيْرًا وَأَوْسَعَ
مِنَ
الصَّبْرِ.
"Tidak
ada suatu benda berharga pun yang aku sembunyikan dari kalian semua, maka siapa
yang menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan menjaganya. Siapa yang
mencukupkan diri (dari meminta-minta), maka Allah akan mencukupinya, dan siapa
yang menyabarkan dirinya, maka Allah akan menjadikannya bersabar. Dan tidaklah
seseorang mendapat karunia yang lebih baik dan lebih luas melebihi dari
kesabaran." (HR.
al-Bukhari-Muslim dari Abi Sa'id al-Khudri).
Kesabaran
itulah perhiasan akhlak yang harus kita mohonkan kepada Allah, Sayyidina Umar
radiyallahu 'anhu berkata :
وَجَدْنَا
خَيْرَ
عَيْشِنَا
بِالصَّبْرِ.
"Kita
temukan sebaik-baik kehidupan kita adalah dengan kesabaran."
Maka
marilah kita memohon tambahan kokohnya kesabaran itu dengan menambah ilmu
tentang keutamaan kesabaran dan menambah kokohnya iman kita tentang sifat,
anugerah dan janji-janji Allah serta kehidupan dan balasan di akhirat kelak.
وَاصْبِرْ
وَمَاصَبْرُكَ
إِلاَّبِاللهِ
وَلاَتَحْزَنْ
عَلَيْهِمْ
وَلاَتَكُ
فِي ضَيْقٍ
مِّمَّا
يَمْكُرُونَ .
إِنَّ اللهَ مَعَ
الَّذِينَ
اتَّقَوْا
وَالَّذِينَ
هُم مُّحْسِنُونَ
"Bersabarlah
(hai Muhammad), dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah
dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu
bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." (An-Nahl: 127-128).
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ
يَآأَيُّهَا
الَّذِينَ ءَامَنُوا
صَلُّوا
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم صَلِّ
عَلَى
مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اللهم
بَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ،
كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اللهم
اغْـفِـرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا
وَإِنْ لَمْ
تَغْـفِـرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ،
رَبَّنَا آتِنَا
فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي الْآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ.
اللهم إِنَّا
نَسْأَلُكَ
الْهُدَى
وَالتُّقَى
وَالْعَفَافَ
وَالْغِنَى.
اللهم إِنَّا
نَعُوْذُ
بِكَ مِنْ
زَوَالِ
نِعْمَتِكَ
وَتَحَوُّلِ
عَافِيَتِكَ
وَفُجَاءَةِ
نِقْمَتِكَ
وَجَمِيْعِ
سَخَطِكَ.
وَآخِرُ
دَعْوَانَا
أَنِ الْحَمْدُ
لله رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلى الله
عَلَى
نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
(Sumber:Dikutip dari Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun, edisi 2,
Darul Haq, Jakarta)