Tidak Ada
Inovasi Dalam Ibadah
إِنَّ
الْحَمْدَ
لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهْ
وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَمِنْ
سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ يُضْلِلْهُ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ
لَهُ
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
يَا
أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلاَ
تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ
وَأَنتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ.يَا
أَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوْا رَبَّكُمُ
الَّذِيْ
خَلَقَكُمْ
مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ
مِنْهُمَا
رِجَالاً
كَثِيْرًا
وَنِسَآءً،
وَاتَّقُوا
اللهَ
الَّذِيْ
تَسَآءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَامَ
إِنَّ اللهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.يَا
أَيُّهَا
الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا
اتَّقُوا
اللهَ
وَقُوْلُوْا
قَوْلاً سَدِيْدًا.
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ يُطِعِ
اللهَ
وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا
عَظِيْمًا.
أَمَّا
بَعْدُ؛
فَإِنَّ
أَصْدَقَ
الْحَدِيثِ
كِتَابُ
اللهَ،
وَخَيْرَ
الْهَدْيِ هَدْيُ
مُحَمَّدٍ
صَلَّى الله
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
وَشَّرَ
الأُمُورِ
مُحْدَثَاتُهَا
وَكُلَّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلَّ بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةٌ
وَكُلَّ
ضَلاَلَةٍ
فِى النَّارِ. .
أَمَّا
بَعْدُ؛
Jama’ah
jum’ah rahimani wa rahimakumullah…
Islam
agama yang sempurna, telah sempurna seiring dengan turunnya wahyu terakhir
dalam surat Al Maidah ayat 3. Oleh karena itu kita tidak perlu berinovasi dalam
beribadah dan mendekatkan diri kepada Alloh, karena semua amal ibadah yang
mendekatkan kita kepada surga maupun menjauhkan kita dari neraka telah Nabi
jelaskan.
Imam
Malik berkata: “Barangsiapa yang mengadakan dalam Islam suatu bid’ah [amalan baru yang tidak ada contohnya
dalam beribadah] yang dianggapnya baik, maka ia telah menuduh bahwa Muhammad
telah melakukan penghianatan terhadap risalah, karena sesungguhnya Allah سبحانه و
تعالي berfirman
:
الْيَوْمَ
أَكْمَلْتُ
لَكُمْ دِينَكُمْ
وَأَتْمَمْتُ
عَلَيْكُمْ
نِعْمَتِي وَرَضِيتُ
لَكُمُ
الإِسْلاَمَ
دِيناً.
"Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan
telah Ku cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama
bagimu". [Al-Maa'idah : 3]
Oleh
sebab itu apa saja yang bukan merupakan agama pada hari itu, maka ia bukan
termasuk agama pula pada hari ini” [Al I’tisham, Imam Asy Syathibiy]
Jama’ah
jum’ah rahimani wa rahimakumullah…
عَنْ
أَبِي ذَرٍّ
قَالَ:
تَرَكَنَا
رَسُولُ اللهِ
صَلَى اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
وَمَا
طَائِرٌ
يُقَلِّبُ
جَنَاحَيْهِ
فِي
الْهَوَاءِ
إِلاَّ
وَهُوَ
يَذْكُرُنَا
مِنْهُ
عِلْمًا.
قَالَ:
فَقَالَ
صَلَى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ:
مَابَقِيَ
شَيْءٌ يُقَرِّبُ
مِنَ
الْجَنَّةِ
وَيُبَاعِدُ
مِنَ النَّارِ
إلاَّ وَقَدْ
بُيِّنَ
لَكُمْ.
Dari Abu Dzar, ia berkata: “Rosululloh
sholallohu ‘alaihi wasallam telah (pergi) meninggalkan kami (wafat), dan tidak
seekorpun burung yang (terbang) membalik-balikkan kedua sayapnya di udara
melainkan Beliau telah menerangkan ilmunya kepada kami”. Abu Dzar berkata: Beliau
sholallohu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Tidak tinggal sesuatupun yang
mendekatkan (kamu) ke surga dan menjauhkan (kamu) dari neraka, melainkan
sesungguhnya telah dijelaskan kepada kamu”.” [Shahih, HR. at Thabrani dalam al
Mu’jamul Kabir]
قِيلَ
لَهُ لَقَدْ
عَلَّمَكُمْ
نَبِيُّكُمْ
كُلَّ شَيْءٍ
حَتَّى
الْخِرَاءَةَ؟
قَالَ:
أَجَلْ.
Dari
Salman al Faarisiy rodhiyallohu ‘anhu, "Pernah ditanyakan kepadanya oleh
orang-2 musyrik, sesungguhnya Nabi kamu telah mengajarkan kepadamu tentang segala
sesuatu, sampai adab buang air? Kata Salman, "Ya!” [HR. Muslim, Ibnu
Majah, Abu Daud, at Tirmidzi, an Nasa’i]
Jama’ah
jum’ah rahimani wa rahimakumullah…
Kenapa kita harus meninggalkan semua amal
ibadah yang tidak ada tuntunannya? Karena Nabi shalallohu ‘alaihi wasallam
melarangnya dan memperingatkan bahayanya kepada kita.
أُوصِيكُمْ
بِتَقْوَى
اللَّهِ
وَالسَّمْعِ
وَالطَّاعَةِ
وَإِنْ
عَبْدًا
حَبَشِيًّا
فَإِنَّهُ
مَنْ يَعِشْ
مِنْكُمْ
بَعْدِي
فَسَيَرَى
اخْتِلَافًا
كَثِيرًا،
فَعَلَيْكُمْ
بِسُنَّتِي
وَسُنَّةِ
الْخُلَفَاءِ
الْمَهْدِيِّينَ
الرَّاشِدِينَ
تَمَسَّكُوا
بِهَا
وَعَضُّوا عَلَيْهَا
بِالنَّوَاجِذِ
وَإِيَّاكُمْ
وَمُحْدَثَاتِ
الْأُمُورِ، فَإِنَّ
كُلَّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ
وَكُلَّ بِدْعَةٍ
ضَلَالَةٌ.
Beliau Shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku mewasiatkan kepadamu agar bertakwa kepada
Allah dan tunduk serta taat meskipun seorang hamba sahaya yang hitam (menjadi
pemimpinmu), sesungguhnya orang-orang yang hidup setelahku akan mendapatkan
perselisihan yang banyak, maka hendaknya kalian berpegang teguh kepada Sunnahku
dan Sunnah khalifah pengganti setelahku yang mendapatkan petunjuk, peganglah
dan genggamlah erat-erat. Berhati-hatilah kalian dengan perkara-perkara yang
baru, karena setiap perkara yang baru (diada-adakan) adalah bid’ah dan setiap
yang bid’ah adalah sesat'. " [HR. Abu Daud, Ibnu Majah, at Tirmidzi]
إِتَّبِعُو
وَلاَ
تَبْتَدَعُوا
فَقَدْ كُفِيتُمْ
وَ كُلُّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةٌ.
Abdullah
bin Mas’ud radhiyallohu ‘anhu berkata: “Ber-ittiba’lah kamu (kepada Rosululloh)
dan janganlah ber-ibtida’ (mengada-ada tanpa dalil), karena sesungguhnya agama
ini telah dijadikan cukup buat kalian, dan setiap bid’ah itu adalah kesesatan”
[Ibnu Baththah dlm Al Ibaanah, 175 (1/327-328) dan Al Laalikaa’iy, 104 (1/86)]
Beliau Shalallohu ‘alaihi wasallam menyebutkan kalau
kita membuat amalan tanpa tuntunan adalah sejelek-jeleknya perkara dan akan
menyesatkan kita.
Jika
amalan itu menyerupai agama lain, semisal Hindu, Nasrani maupun Yahudi, maka
tambah lagi konsekuensi yang harus kita hadapi…
مَنْ
تَشَبَّهَ
بِقَوْمٍ فَهُوَ
مِنْهُمْ
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, dia tergolong mereka.” [HR. Abu Daud, Ahmad, hasan shahih]
Kita
berlindung darinya, dan kita mencukupkan diri dengan apa yang telah Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wasallah ajarkan dan beliau contohkan untuk kita. Walloahu
a’lam,.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ
وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ
مِنَ
اْلآيَاتِ
وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ
هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ
وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ
مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah KeDua
فَلِلَّهِ
الْحَمْدُ
رَبِّ
السَّمَاوَاتِ
وَرَبِّ
الأَرْضِ
رَبِّ
الْعَالَمِينَ
وَلَهُ
الْكِبْرِيَاءُ
فِي
السَّمَاوَاتِ
وَالأَرْضِ
وَهُوَ
الْعَزِيزُ
الْحَكِيمُ،
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ
إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ
لَهُ
وَأَشْهَدُ
أَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
وَالصَّلاَةُ
وَالسَّلاَمُ
عَلَى
سَيِّدِ
الْمُرْسَلِيْنَ
وَعَلَى
آلِهِ
وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا
بَعْدُ؛
فَيَا
عِبَادَ
اللهِ!
إِتَّقُوْا
اللهَ حَقَّ
تُقَا تِهِ
وَلاَ تَمُوْ
تُنَّ إِلاَّ
وَأَنْـتُمْ
مُسْلِمُوْنَ.
وَقَدْ فَازَ
اْلمُتَّـقُوْن
وَاتَّقُوا
اللَّهَ
لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ
Jama’ah
jum’ah rahimani wa rahimakumullah…
Diantara sebab lainnya kenapa kita harus menjauhi amalan yang tidak ada tuntunannya dari Nabi ‘alaihi shalatu wasallah, adalah karena amal tersebut tidak berpahala alias tertolak. Alangkah ruginya kita jika sudah bersusah payah beramal, berkorban waktu, harta dan tenaga namun semuanya sia-sia. Tidak ada nilainya dan tidak berpahala, malah kita terjatuh pada larangan yang berakibat dosa.
Rasulullah
Shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ
عَمِلَ
عَمَلًا
لَيْسَ
عَلَيْهِ
أَمْرُنَا
فَهُوَ رَدٌّ.
"Barang
siapa melakukan suatu amal yang tidak termasuk amalan agama kami, maka
sesungguhnya amalan itu tertolak." [HR. Muslim, Ahmad]
مَنْ
أَحْدَثَ فِي
أَمْرِنَا
هَذَا مَا لَيْسَ
فِيهِ فَهُوَ
رَدٌّ.
"Siapa yang
membuat perkara baru dalam urusan kami ini (agama) yang tidak ada
perintahnya maka perkara itu tertolak".[HR. Bukhari, Abu Daud]
مَنْ
صَنَعَ
أَمْرًا مِنْ
غَيْرِ
أَمْرِنَا
فَهُوَ مَرْدُودٌ.
"Siapa yang
membuat perkara tanpa perintah kami maka perkara itu tertolak".[HR. Ahmad]
Jama’ah
jum’ah rahimani wa rahimakumullah…
Yang terakhir, Nabi ‘alaihi shalatu wasallam melarang kita berinovasi HANYA dalam urusan ibadah (agama), adapun dalam urusan dunia, kita boleh berinovasi sesuka kita dan memanfatkan semua kemajuan teknologi selama tidak ada larangannya baik secara khusus maupun larangan secara umum.
Rasulullah shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنْ
كَانَ
شَيْئًا مِنْ
أَمْرِ
دُنْيَاكُمْ
فَشَأْنُكُمْ
بِهِ، وَإِنْ
كَانَ مِنْ أُمُورِ
دِينِكُمْ
فَإِلَيَّ.
'Jika
ada sesuatu yang berhubungan dengan urusan dunia kalian, maka terserah kalian.
Dan jika berhubungan dengan urusan agama kalian, kembalikanlah kepadaku'.
[HR. Ibnu Majah, Ahmad]
أَنْتُمْ
أَعْلَمُ
بِأَمْرِ
دُنْيَاكُمْ.
"Kalian
lebih tahu dengan urusan dunia kalian." [HR. Muslim].
Demikian
semoga bermanfaat, wallahu a’lam…
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ
حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ
سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ
لَنَا
وَلِوَالِدَيْنَا
وَارْحَمْهُمَا
كَمَا
رَبَّيَانَا
صِغَارًا.
اللَّهُمَّ
إِنّاَ نَعُوذُ
بِكَ مِنْ عِلْمٍ
لَا
يَنْفَعُ،
وَمِنْ
قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ،
وَمِنْ
نَفْسٍ لَا
تَشْبَعُ،
وَمِنْ
دُعَاءٍ لَا
يُسْمَعُ.
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي
الدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِي
اْلأَخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ.
وَالْحَمْدُ
لله رَبِ
الْعَالَمِيْنَ.
www.subuh4rokaat.wordpress.com